Turun di Pangkal Pinang, 3 Polisi Selamat


Turun di Pangkal Pinang, 3 Polisi Selamat

    JAKARTA - Pesawat M-28 Skytruck milik Polri hilang di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kuat dugaan pesawat tersebut jatuh karena di sekitar lokasi pesawat hilang kontak, ditemukan bagian tubuh dan barang-barang diduga milik para awak pesawat. Pesawat tersebut hilang saat menuju Batam dari Pangkal Pinang. Di dalamnya ada 13 orang yang terdiri dari lima kru dan delapan penumpang. Keseluruhannya adalah anggota Polri. 

    Tapi sebelum itu, pesawat milik Polri itu ternyata mengangkut 16 orang. Pesawat semula terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Setibanya di Pangkal Pinang, tiga dari 16 orang turun sementara 13 lainnya melanjutkan perjalanan ke Batam. Ketiga anggota polisi yang turun di Pangkal Pinang adalah Brigadir Sandoko, Brigadir Endri L, dan Brigadir Angga. 

    "Memang (awalnya) ada 16 tapi tiga turun di Pangkal Pinang. Sisa lima kru dan delapan penumpang yang ke Batam," ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Soelistyo di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12). Sementara itu, pencarian terhadap korban pesawat Polri jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepri, terus dilakukan oleh tim gabungan di bawah komando Basarnas. Sebanyak 16 kapal, dua heli dan satu pesawat dikerahkan untuk membantu pencarian para korban. Sejauh ini, sudah ditemukan satu jenazah dan bagian tubuh yang dievakuasi dalam tiga kantong mayat.

    Tiga kantong berisi mayat bahkan sudah sampai di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses identifikasi. "Nanti kepolisian ya yang melakukan identifikasi. Kalau operasi SAR gabungan dibawah kendali Basarnas kemudian nanti keluarga dan identifikasi korban ada dipihak Pemerintah kepolisian RI," tandas Soelistyo.    

    Kasubdit Katrof (Peningkat Profesi) Direktorat Polisi Udara, Kombes Hendrawan menuturkan 3 anggota Polri yang selamat akan melakukan ganti shift dinas di Pangkal Pinang. Sementara, 13 lainnya melanjutkan perjalanan ke Batam hingga akhirnya pesawat hilang kontak. "Ada beberapa kru yang kita ganti penugasan, dan pada penerbangan pertama menuju Pangkal Pinang, ke Batam, di situ lah pesawat hilang kontak," jelas Hendrawan.

    Sementara, suasana duka terlihat di rumah AKP Abdul Munir (38) di Perum Villa Dago, Cluster Parangtritis, Blok C 8 No. 22 Pamulang, Tangerang Selatan yang merupakan satu dari penumpang di dalam pesawat tersebut. Tampak terpancar duka mendalam di kediaman anak ke- 2 dari empat bersaudara itu.

Tenda besar pun sudah terpasang di depan halaman rumah. Begitu pula dengan puluhan bangku yang siap menampung para tamu yang datang.

    Sebelum terbang ke Babel, AKP Abdul Munir meninggalkan firasat bagi istrinya, Sessy Aryanthi. Sehari sebelum berangkat, sang suami tak hentinya menelepon Sessy hanya untuk menanyakan kabar. "Jumat itu, dia neleponin saya terus. Dan itu enggak keangkat, saya lihat misscall-nya sudah banyak, saat dia nelepon lagi, baru saya angkat," kata Sessy, saat ditemui di kediamannya. "Itu hanya sekadar menanyakan kabar saya dan anak-anak," sambung Sessy. Di akhir pembicaraan, Munir memberikan pesan kepada Sessy. "Hati-hati ya," kenang Sessy, dengan suara terbata-bata.

    Perkataan itu membuat Sessy heran, lantaran di luar kebiasaan suaminya. "Dia enggak biasa ngomong begitu," ujar dia, seraya kedua matanya meneteskan air mata. Sementara, Pesawat N 28 Skytruck bernomor register P-4201 ini punya catatan terbang selama 2514 jam. Pesawat itu mulai dioperasikan pada 2004 setelah selesai dibuat oleh Polskie Zaklady Lotnicze (PZL). "Pesawat buatan Polandia," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. Boy juga memerinci riwayat perawatan pesawat. Saat mencapai 2.400 jam terbang, pesawat itu menjalani periodic inspection (PI) oleh PT MS Tech di Bandung, Jawa Barat.

    Inspeksi mesin juga dilakukan saat sudah mencapai 2.000 jam pada 2014 oleh PT MS Tech di Bandung. Maintenance terakhirnya adalah pada Juli 2015 dengan menjalani PI 200 jam TSN 2500 oleh mekanik Direktorat Polisi Udara. Selain itu, N 28 Skytruck milik Polri juga sudah punya riwayat operasional yang panjang. Pada 2004, pesawat itu digunakan untuk operasi kemanusiaan bencana Tsunami di Aceh.

    Pesawat yang sama juga digunakan untuk Operasi Sintuwo Maruso di Poso dan Palu di Sulawesi Tengah pada 2007. Pada 2009, pesawat itu digunakan untuk operasi kemanusiaan gempa bumi di Padang, Sumatera Barat. Catatan lainnya, N 28 Skytruck Polri pada 2009 juga pernah digunakan untuk operasi pemberantasan illegal fishing di Natuna. Selanjutnya pada 2012 pesawat itu dibawa ke ujung timur Indonesia untuk operasi Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B).
    Pada 2 Desember ini, N 28 Skytruck dipakai untuk operasi change crew di wilayah timur dari Pondok Cabe-Semarang-Surabaya-Pondok Cabe. Karenanya pesawat dipastikan dalam kondisi baik. "Zero defect (tanpa cacat, red),” ungkap Boy.(ris)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
Rabu, 24 Februari 2021 20:07 WIB
PANGKALPINANG – Sebanyak 787 pasien positif virus corona (Covid-19) tengah menjalani isolasi dan karantina pada Selasa (23/2/2021). Dengan demikian, orang
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Senin, 22 Februari 2021 22:08 WIB
PANGKALPINANG - Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat kerumunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
Kamis, 18 Februari 2021 09:09 WIB
SIMPANG KATIS - Puluhan sapi berjejer rapi. Perawakan padat berisi. Semua tampak sehat dan segar. Sulit untuk tidak berdecak kagum
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Kamis, 18 Februari 2021 09:07 WIB
AIR ITAM - Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing, merupakan bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yang berada di Muntok, Kabupaten