Gub Tah Tahu Kasus BSB, Janji Tak Intervensi Kasus Hukum


Gub Tah Tahu Kasus BSB, Janji Tak Intervensi Kasus Hukum

    PANGKALPINANG - Sejumlah permasalahan hukum sedang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Mulai dari 4 oknum Pegawai Negeri Sipil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel yang terlibat kasus korupsi, hingga yang baru-baru ini diperiksa terkait kasus penyertaan modal yang hingga saat ini masih ditangani secara intensif oleh pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.


    Menanggapi hal tersebut Gubernur Bangka Belitung H Rustam Effendi menegaskan pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum yang dilakukan pihak Kejati. "Saya sudah lihat ini kan kasus yang lama. Kita tidak mau mengintervensi kejaksaan. Kita serahkan saja proses ini ke pihak kejaksaan," ujar Rustam, saat ditemui dikediamannya, kemarin (5/10).

    Untuk kasus penyertaan modal, Rustam mengaku belum mengetahui permasalahan tersebut. Meski demikian dirinya menegaskan bahwa penyertaan modal di Bank Sumsel Babel (BSB) sudah sejak lama jauh sebelum dirinya menjabat. "Saya belum tahu cerita sebenarnya, tapi yang pastinya pernyataan modal ini jauh sebelum masa kepemimpinan saya dan kita hormati pihak aparat penegak hukum," katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Yan Megawandi mengatakan pihaknya masih menunggu kelanjutan dari kasus penyertaan modal tersebut. "Ini kan belum masuk di pengadilan, sepanjang belum terbukti salah kan masih benar," katanya.

    Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung menahan empat pegawai negeri sipil Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tersangka kasus korupsi proyek keramba jaring apung proyek 2008.  Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Roy Arland Senin (3/10), mengatakan ke empat PNS DKP tersebut ditahan setelah pihaknya menerima berkas tahap dua dari penyidik Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung yang dinyatakan lengkap pada Senin sore.
 
    "Empat PNS yang kami tahan yakni Tatang Rizani (46), Putri Dewi Damayanti (38), Suffree Ultavia Sudessy (39) dan Yohana binti Masnur (36). Keempatnya langsung kami masukkan ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang," katanya. Setelah itu, Kejati Babel juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap mantap direktur Bank Sumsel Babel selama kurang lebih 7 jam. Pemeriksaan ini terkait tindak lanjut penyelidikan Kejati Babel terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal antara pemprov dengan Bank Sumsel Babel.(cr2)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Perjanjian Kerja Sama Pemprov Babel dan PT Agrinas Untuk Meningkatan Ketahanan Pangan
Perjanjian Kerja Sama Pemprov Babel dan PT Agrinas Untuk Meningkatan Ketahanan Pangan
Jum'at, 03 Juli 2020 18:56 WIB
JAKARTA - Tindak lanjut MoU antara PT Agro Insdustri Nasional (PT Agrinas) dengan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkait rencana
Tiga Arahan Sekda Babel Terkait Pembahasan Usulan Revisi Pemanfaatan Kawasan Hutan
Tiga Arahan Sekda Babel Terkait Pembahasan Usulan Revisi Pemanfaatan Kawasan Hutan
Kamis, 02 Juli 2020 14:58 WIB
PANGKALPINANG – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Naziarto berharap bahwa usulan-usulan revisi izin pemanfaatan kawasan hutan jangan hanya
Kunjungi Tins Gallery, Gubernur Erzaldi serahkan Alat-Alat Tradisional Babel
Kunjungi Tins Gallery, Gubernur Erzaldi serahkan Alat-Alat Tradisional Babel
Senin, 06 Juli 2020 07:07 WIB
PANGKALPINANG - Bubuh, alat tradisional untuk menangkap ikan yang terbuat dari batang resam asli Bangka Belitung beserta tali banetnya, serta
Gubernur Erzaldi Lakukan Silaturahmi Kepada Ulama Usman Fathan
Gubernur Erzaldi Lakukan Silaturahmi Kepada Ulama Usman Fathan
Kamis, 02 Juli 2020 13:59 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman melakukan silaturahmi ke rumah seorang ulama mantan MUI, sekaligus tokoh agama Islam, Usman