Zirkon Babel Dilirik Investor Korea


Zirkon Babel Dilirik Investor Korea

PANGKALPINANG - Setelah sumber daya mineral Provinsi Bangka Belitung (Babel), Monasit dilirik investor asal Singapura, kini giliran mineral lain ikut dilirik oleh investor asing dari Korea yaitu zirkon. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPMD) Babel, Zakaria, kepada wartawan usai menghadiri seminar Sistem Informasi Daerah (SIDa) di Novotel, Kamis (12/5) kemarin.
"Ada investor dari Korea berkeinginan untuk mengolah zirkon kita. Tapi ini baru tahap wacana, jadi belum fix (pasti - red). Kita sedang memikirkan tempat yang cocok untuk mereka," ungkap Zakaria.
Dia melanjutkan, "Rencana mereka tersebut baru tahap keinginan. Nanti ada pembicaraan lebih lanjut."
Melihat minat investor asing tersebut, Zakaria menyayangkan belum adanya investor dalam negeri yang berani menanamkan modalnya meskipun sebenarnya penanaman modal oleh investor asing memiliki nilai tambah, yaitu dari pajak ekspor.
"Kita berharap ada (investor - red) dari dalam negeri. Kalau orang luar berani, harusnya investor dalam negeri berani dong. Karena memang stok kita ribuan ton. Tapi, kalau tidak ada, ya tidak apa-apa dari luar negeri. Karena toh juga ada nilai tambahnya dari pajak ekspor," pungkasnya.
Sementara, Kepala Bagian Pertambangan Umum Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Babel, Rusbani mengakui Babel memiliki cadangan zirkon yang cukup banyak walaupun jumlahnya belum dipastikan.
"Zirkon kita lumayan banyak. Tapi kita belum menghitung secara detil berapa jumlahnya," kata Rusbani saat dihubungi RB via telepon, Kamis (12/5) sore.
Namun, Rusbani menegaskan jika ada investor yang berkeinginan untuk mengolah zirkon Babel harus dipastikan terlebih dahulu Izin Usaha Pertambangan (IUP) -nya. Sebab, zirkon Babel yang pada umumnya berkadar 20-30 persen adalah mineral ikutan dari timah. Jika investor memiliki IUP Zirkon, mereka dilarang mengeksplorasi timah karena satu IUP hanya boleh digunakan untuk mengeksplorasi satu bahan mineral saja.
"Harus dipastikan terlebih dahulu zirkon logam atau non-logam. Kalau mereka ingin mengolah zirkon logam, tentunya harus mengikuti aturan yaitu IUP minimal  lima ribu hektar dan harus melalui pelelangan. Kalau zirkon non-logam, tidak harus lelang. Selain itu, jika mereka berkeinginan untuk memiliki IUP Zirkon mereka tidak boleh mengolah timah. Kecuali buat IUP satu lagi untuk IUP timah," tegas Rusbani. (cr32)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset