Sebagian Program Pemkot Dinilai Gagal. Arnadi: Apa yang Terjadi dengan Proyek Tersebut?


Sebagian Program Pemkot Dinilai Gagal. Arnadi: Apa yang Terjadi dengan Proyek Tersebut?

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Bulan Bintang (KSBB) Arnadi, menilai sebagian program pembangunan Pemkot Pangkalpinang tidak berjalan atau tidak berhasil.

Dalam surat elektronik yang dikirim ke RB, Selasa (24/5) kemarin, Arnadi menuturkan tidak heran dengan kemungkinan gagalnya proyek Water Front City (WFC) karena sedari awal dewan sudah tidak responsif.

Menurutnya, jika proyek tersebut dijalankan maka banyak sektor yang terancam terutama pariwisata dan nelayan yang menangkap ikan di sekitar Pasir Padi. Selain itu, dewan juga tidak terlalu yakin dengan keberhasilannya karena banyak proyek besar di Pangkalpinang yang belum dapat dirasakan manfaatnya.

"Sekarang apa yang terjadi dengan proyek tersebut? Mestinya Pemkot tidak usah menggembor-gemborkan proyek yang belum jelas manfaatnya. Suatu proyek yang dikatakan sukses apabila outcome-nya jelas dan proyek mampu memecahkan masalah yang ada," jelas Arnadi.

Dia menegaskan, persentase permasalahan yang terselesaikan indikatornya harus terukur. Misalnya, terkait air kolong Kacang Pedang yang digunakan untuk air baku, sarana wisata dan penanggulangan banjir, semestinya Pemkot mampu menjawab jumlah jiwa yang terpenuhi kebutuhan air bakunya dari kolong tersebut.

"Lihat kolong Kacang Pedang hari ini. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan air baku, airnya saja jauh dari layak untuk dikonsumsi. Apalagi sekarang dilakukan pengerukan dengan TI Rajuk yang semakin jauh dari fungsinya. Sarana wisata apa yang bisa dinikmati hari ini? semakin tidak jelas," sindirnya.

Mengenai pembangunan BTC, Arnadi menyinggung masalah pembebasan lahan yang belum selesai. Bahkan, saat ini BTC yang direncanakan sebagai pusat perbelanjaan termegah di Pangkalpinang malah harus ditutup jaring agar tidak dimasuki walet.

"WFC begitu luar biasa digembar-gemborkan di hadapan masyarakat. Tapi, lihat sekarang Pasir Padi malah semakin tidak dipedulikan oleh Pemkot. Mungkin hanya Tudung saji yang selesai, tapi siapa yang merasakan manfaatnya? Masyarakatkah? Kalau dikatakan demi kelancaran masyarakat menyelesaikan urusan dengan pemerintah, apakah gedung yang lama membuat urusan masyarakat menjadi terhambat dan kurang lancar?" tanyanya.

Sedangkan pembangunan Pasar Pagi yang rencananya 29 Mei ini sudah bisa ditempati, menurut Arnadi malah beberapa kali tertunda penyelesaiannya.

"Jadi kalau WFC sampai hari ini belum terlaksana, melihat perjalanan pemerintahan beberapa tahun ini kami nilai wajar. Jadi ke depan, tidak usah Pemkot mengembar-gemborkan program yang belum jelas manfaatnya, apalagi belum ada. Buktikan dulu hasilnya dan biarkan masyarakat yang menilai," pungkasnya. (ydi)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Selasa, 19 November 2019 19:25 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengapresiasi PLN atas kontribusinya membantu pemerintah daerah mewujudkan harapan warga Kampung
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Minggu, 17 November 2019 18:23 WIB
JAKARTA - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Joni Supriyanto menegaskan, Pers sebagai alat pemersatu bangsa dan itu tidak bisa
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Minggu, 17 November 2019 10:51 WIB
PANGKALPINANG - Innalillahi Wainnalillahi Rojiiun. Kabar duka menyelimuti keluarga besar wartawan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, rekan sejawat sekaligus Ketua Satwil
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Sabtu, 16 November 2019 19:34 WIB
PANGKALPINANG - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah pelabuhan perikanan di Provinsi