Disbudparpora Sosialisasi Standarisasi Usaha Kepariwisataan


Disbudparpora Sosialisasi Standarisasi Usaha Kepariwisataan


    PANGKALPINANG - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pangkalpinang, Rabu (11/5) kemarin, menyelenggarakan kegiatan pengembangan, sosialisasi, penerapan serta pengawasan standarisasi usaha kepariwisataan Pangkalpinang untuk tahun 2011. Kegiatan yang diikuti para pelaku usaha pariwisata Pangkalpinang tersebut bertujuan agar setiap tenaga kerja yang berhubungan dengan kepariwisataan memiliki sertifikasi.
    Bertempat di Hotel Bumi Asih, hadir Kadisbudparpora Pangkalpinang Ahmad Elvian, narasumber dari Kemenbudpar oleh Rinto Taufik Simbolon dan Drs. Gozali Djamal, MM, serta pelaku usaha pariwisata di Pangkalpinang.
    Salah seorang narasumber, Rinto menjelaskan sosialisasi ini merupakan antisipasi era globalisasi dalam rangka mobilitas tenaga kerja di bidang pariwisata yang memunculkan persaingan. Untuk meningkatkan daya saing tersebut, harus diciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mampu berkiprah di dunia internasional dengan cara melakukan sertifikasi terhadap tenaga kerja khususnya di bidang pariwisata.
    "Jangan sampai nanti negara kita tertinggal dengan negara-negara lain, khususnya di daerah Asean. Bila dalam hal daya saing negara kita kalah, maka bisa-bisa jadi pariwisata negara kita pun akan kalah. Untuk itulah harus dilakukan sertifikasi di bidang tenaga kerja pariwisata, biar dapat bersaing," tegas Rinto.
    Mengenai sertifikasi, dia menjelaskan semacam ujian atau tes untuk setiap tenaga kerja yang di lakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi melalui assessor-assessornya.
    "Menguji dalam arti kata menciptakan suatu tenaga kerja yang berkompeten atau tidak berkompeten, yang salah satu bentuk standarisasi dari usaha pariwisata," jelas Rinto.
    Dia menambahkan, "Kegiatan ini dilaksanakan karena kecenderungan perkembangan yang sangat pesat dari tahun ke tahun di bidang usaha kepariwisataan. Hal itu disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi dan semakin banyaknya orang memiliki pendapatan lebih yang semakin tinggi. Yang salah satu ketentuan, prinsip, persyaratan, mekanisme, prosedur dan etika serta budaya yang membutuhkan perhatian dalam usaha pariwisata standar usaha kepariwisataan."
    Sementara, Kadisbudparpora pada saat penutupan kegiatan menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk membantu perkembangan usaha pariwisata yang ada di Pangkalpinang.
    "Ini merupakan suatu upaya dari pemerintah dalam membangun perokonomian masyarakat yang kelaknya sesuai dengan visi dari kota Pangkalpinang sebagai pusat perdagangan dan jasa," pungkas Elvian. (cr35)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset