Babel Tolak Legaliasasi Ganja


Babel Tolak Legaliasasi Ganja

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), menolak legalisasi tanaman ganja, karena bertentangan dengan undang-undang yang berlaku dan makin merusak mental generasi muda sebagai pelanjut tongkat kepemimpinan bangsa.

"Kami menolak legalisasi ganja sekaligus aksi sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara (LGN) yang menyuarakan legalisasi tanaman ganja dengan menggelar aksi Global Marijuana March (GMM) di Jakarta," ujar Kadisminfo Babel, Tajuddin, Rabu (18/5).

Ia mengingatkan isi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika terkait dengan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika dapat mengganggu susunan saraf pusat dan perubahan aktivitas mental dan perilaku pemakai.

"Daun ganja kering merupakan narkotika digolongkan sebagai narkotika kelas satu akan berdampak buruk terhadap mental generasi muda dan meningkatnya kriminalitas," ujarnya.

Menurut dia, dampak sosial narkotika sangat banyak dan merupakan masalah yang berat terutama pengaruhnya pada anak-anak di bawah umur dan dikhawatirkan jumlah pemakainya akan lebih besar jika ada legalisasi tanaman ganja.

Berdasarkan data 2010 Badan Narkotika Provinsi Babel, kasus narkoba menduduki ranking nomor 1 di Babel mencapai 167 orang dengan rincian pemakai narkoba berprofesi buruh harian 86 orang, karyawan swasta yang menggunakan narkoba sebanyak 28 orang.

Selanjutnya Wiraswasta sebanyak 25 orang, sopir sebanyak lima orang, petani tiga orang, pengangguran enam orang, residivis lima orang, pegawai negeri sipil (PNS)/honor sebanyak empat orang, TNI/Polri sebanyak dua orang dan lain-lainnya sebanyak delapan orang.

"Rata-rata pemakai narkoba yang digunakan jenis heroin, daun ganja kering, pil ekstasi dan lainnya, sehingga kondisi ini sangat mengkhawatirkan yang dapat merusak merusak masa depan bangsa," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan pemerintah dan aparat kepolisian untuk menghentikan aksi sekelompok orang yang menyuarakan legalitas tanaman ganja karena akan berdampak buruk terhadap generasi muda.

"Saat ini, baru Belanda yang melegalkan tanaman ganja dan kalau mau meniru Belanda, negara itu pun sudah bermasalah karena sudah melegalkan ganja karena efek dari pemakaian barang haram itu meningkatnya tindak kriminalitas di negara itu," ujarnya. (atr)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Senin, 03 Agustus 2020 16:14 WIB
PANGKALPINANG – Tatanan kehidupan baru akibat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat berkurban bagi para pegawai di lingkungan Pemprov. Kepulauan Bangka
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Senin, 03 Agustus 2020 16:13 WIB
PANGKALPINANG - Keluarga besar Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pemotongan hewan kurban dengan jumlah empat ekor sapi dan
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Senin, 03 Agustus 2020 16:12 WIB
PANGKALPINANG - Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Kesra Setda. Prov. Kepulauan Babel memfasilitasi kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Senin, 03 Agustus 2020 16:08 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Kepulauan Bangka Belitung menyambut kehadiran rombongan Tim Pengkajian Lembaga