Yusron Tolak Rencana PLTN


Yusron Tolak Rencana PLTN

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Yusron Ihza menyatakan menolak rencana pembanguNan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di seluruh Indonesia. Terkait PLTN Babel, dia menegaskan penolakan jelas akan lebih keras karena Babel adalah kampung halamannya sendiri, tempat sanak saudara bermukim dan mencari penghidupan.

“Saya akan menghentikan rencana PLTN Babel! Selain tidak perlu dan tidak bermanfaat bagi Babel, PLTN juga amat beresiko untuk meminta korban jiwa dan kerusakan lingkungan,” tegas Yusron, melalui pesan elektronik yang diterima RB, Kamis (7/7).

Lebih lanjut, Yusron mengingatkan ledakan PLTN di Chernobyl (Rusia), Bophal (India) serta Monju, Tokai dan Fukushima (Jepang).

"Kalau tabung gas LPG 3 kg saja telah merenggut sekian nyawa di Indonesia, bagaimana dengan PLTN?" kata pria yang pernah menetap 13 tahun di Jepang serta mencermati PLTN di negeri itu. 

Yusron menyatakan tidak mengerti logika pemerintah, terutama Batan dalam hal kebijakan energi listrik.

"Beribu-ribu ton batu bara digali dari perut bumi Sumatera dan Kalimantan setiap hari. Tapi sumber energi yang relatif aman ini diekspor keluar negeri, sementara di dalam negeri kita ingin menggunakan energi nuklir yang sudah jelas-jelas membahayakan," sesalnya.

Menurut Yusron, jika dia pembuat kebijakan resmi pemerintahan Babel, maka dia akan memasang badan untuk menentang kebijakan pemerintah pusat, bukan malah menawarkan diri menyambut program itu. Termasuk, melakukan sosialisasi bahaya dan kebobrokan nuklir kepada masyarakat.

"Dalam rencana PLTN Babel, sudah jelas proyek itu ditujukan menyuplai listrik di Sumatera, yaitu melalui penarikan kabel bawah laut sepanjang 20 km dari Bangka Barat. Babel sendiri tidak memerlukan PLTN karena kebutuhan listrik Babel (menurut data tahun 2010) hanya sebesar 90 Megawatt. Pertumbuhan kebutuhan listrik/tahun hanya 10 %, sehingga dapat diatasi dengan penggunaan energi yang lebih aman seperti batu bara atau lainnya," jelasnya.

Dia melanjutkan, "Jika PLTN bukan untuk keperluan Babel, mengapa proyek itu harus dibangun di Babel? Apakah kita ingin agar warga Babel menjadi “syuhada” menentang maut demi menyuplai listrik ke Sumatera? Sedangkan, lapangan kerja dari sektor ini pun tidak menjanjikan bagi masyarakat Babel."

Yusron mengingatkan warga Babel untuk waspada karena salah satu pertimbangan Batan memilih pulau ini untuk proyek PLTN karena penduduknya relatif sedikit. Jadi, logika BATAN adalah kalau PLTN bocor atau meledak maka korbannya hanya penduduk Babel sekitar 1,3 juta jiwa.

"Ini jelas logika yang keblinger," ujarnya berang.

Untuk itu, Yusron mengajak para petinggi Babel tidak tergiur terhadap dana persiapan PLTN, yang berjumlah sekitar Rp 140 miliar untuk dihabiskan hingga 2014.

“Jangan gara-gara silau dengan uang, rakyat menjadi korban,” pungkas Yusron. (rel)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset