SMK Swasta Kalahkan Negeri. Nilai 10 Dikuasai SMK Swasta


SMK Swasta Kalahkan Negeri. Nilai 10 Dikuasai SMK Swasta

PANGKLAPINANG (radarbangka.co.id) - Jeblok! Itulah kata yang pas untuk menggambarkan hasil Ujian Akhir (UN) sekolah negeri tingkat SMK di Kota Pangkalpinang. Bagaimana tidak? Untuk nilai tertinggi angka 10 tingkat SMK mayoritas dipegang siswa SMK Bhakti yang merupakan sekolah swasta. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Drs. Edison Taher, nilai tertinggi untuk mata pelajaran Matematika yang mayoritas nilai 10 dikuasai SMK Bhakti meskipun ada beberapa SMK negeri di Pangkalpinang. 

“Dari nilai UN siswa pada mata pelajaran Matematika, ada beberapa sekolah SMK yang mendapatkan nilai 10, namun untuk SMK Bhakti merupakan SMK yang paling banyak siswanya mendapatkan nilai 10 dengan jumlah 43 siswa. Sedangkan untuk SMK Negeri 1  hanya ada  5 orang siswa yang medapat nilai 10 serta SMK 3 ada 10 orang siswa  yang medapatkan nilai 10 dari 133 jumlah siswa yang ada,” kata Edison Taher kepada RB (Radar Bangka) Senin (16/5). 

Dijelaskan Edison, secara keseluruhan untuk di Pangkalpinang terdapat 2 orang siswa sekitar 0.08 persen yang tidak lulus pada pengumuman Senin. Menurut Edison, siswa yang tidak lulus tersebut merupakan siswa yang terdaftar dalam UN serta mengikuti UN, dan bukan siswa yang dinyatakan Drop Out (DO). Ketidaklulusan siswa itu juga, kata Edison kemungkinan karena disebabkan nilai yang tidak memenuhi standar kelulusan, meskipun semua nilai untuk kelulusan sudah dihitung mulai dari niali rapot, nilai ujian sekolah termasuk nilai UN.

Lebih lanjut Edison menjelaskan, angka kelulusan untuk Kota Pangkalpinang sebesar 99,92 persen dari  1998 siswa SMA/Ma yang mengikuti UN, sedangkan untuk sekolah SMK angka kelulusannya juga sama persis dengan angka kelulusan SMA/Ma yaitu 99,92 persen dari 1330 siswa SMK  yang ikut UN. 

“Sedangkan angka rata-rata hasil UN untuk SMA IPA 8,07 dan SMA IPS 7,46 serta rata-rata SMK mencapai 7,54 yang kesemuanya diatas rata-rata nasional serta peringkat teratas di Babel,” terang Edison.
Bangka, 64 Tidak Lulus
Sementara di Kabupaten Bangka, dari keseluruhan siswa tingkat SMA sederajat yang ada di Kabupaten Bangka adalah 1.329 siswa dari 29 sekolah yang didalamnya sudah termasuk  SMA Negeri sekolah SMA negeri maupun SMA swasta, SMK Negeri dan SMK Swasta dan MA sederajat. Setidaknya terdapat 64 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN.

Dikatakan Kabid, Sekolah Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemkab Bangka, Suhendra S.Pd, dari 64 siswa tersebut yakni dari jurusan IPA dari SMA Bakti Sungailiat 1 orang, SMA Muhammadiyah 2 orang dan SMA Plus Bahrul Ulum 1 orang. Sementara untuk program jurusan IPS, yang tidak lulus sebanyak 29 orang yang terdiri dari SMAN 1 Puding Besar 23 orang, SMA N 1 Mendobarat 1 orang, SMA N 1 Riau Silip 1 orang, SMA Bakti Sungailiat 4 orang. 

"Untuk MA Program Studi IPS sendiri yang tidak lulus UN tahun 2011 ada 18 orang yang terdiri dari sekolah MA Nurul Ikhsan Batu Rusa 1 orang, MA An Najah Paya Benua 17 orang. Sementara untuk SMK sendiri yang tidak lulus ada 13 orang yang terdiri dari sekolah SMK El Jhon Sungailiat 5 orang, SMK Yapensu Sungailiat 7 orang dan SMK Negeri 2 Sungailiat 1 orang, sehingga totalnya sebanyak64 siswa,” tambahnya.

Menurut dia, untuk SMA jurusan IPA persentase kelulusannya mencapai 99,28 % dari 552 siswa, IPS lulus 96,27 % dari 777 siswa.

Sementara untuk tingkat SMK, menurut dia, persentase kelulusannya 98,45 % dari 837 siswa. Sedangkan Madrasyah Aliyah (MA) yang terdiri dari 3 jurusan, meliputi program studi IPA lulus 100 persen dari 57 siswa, program studi IPS dengan persentase kelulusan 88,50 persen dari 156 siswa, sedangkan program studi keagamaan dengan persentase lulus 100 persen dari 30 orang siswa. 

“Untuk total keseluruhan siswa MA yang lulus 92,59 % dari 243 siswa. Namun untuk MA sendiri dibandingkan dengan SMA dan SMK, tingkat kelulusan MA mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010 lalu sebesar 1,29 %. Hal ini dikarenakan program studi IPS, dari 156 siswa MA yang mengikuti UN, sebanyak 18 orang siswa yang tidak lulus untuk program IPS. Sementara untuk program studi IPA dan Keagamaan lulus MA lulus 100 %,“ jelas Suhendra.

Dijelaskan Suhendra lebih rinci, nilai tertinggi untuk mata pelajaran IPA disandang oleh SMA Negeri 1 Belinyu dengan jumlah nilai 48,83. Sementara untuk nilai jurusan IPS tingkat SMA juga disandang oleh SMA N 1 Belinyu dengan jumlah nilai 48,24 dibagi 6 berarti 8.04 rata rata nilai seluruh.

"Untuk MA sendiri nilai rata-rata tertinggi diperoleh Madrasayah Aliyah Terpadu Shabilul Mukhtadin Jada Desa Jada Bahrin dengan jumlah nilai 35,27 dengan nilai rata rata 5.878 permata pelajaran atau perprogram studi. Sedangkan untuk tingkat SMK di sandang oleh SMK Yapenkos Belinyu dengan jumlah nilai 29,72. 

Dibandingkan UN tahun 2010 kemarin, kata dia, tingkat SMA dengan program studi IPA mengalami kenaikan sekitar 15,94 persen, sementara program studi IPS juga menglami kenaikan 16,06 persen. Total kedua program studi SMA tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,34 persen. Begitu juga dengan SMK mengalami kenaikan dengan persentase 0,59 persen. Akan tetapi MA justru mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan dari 3 program studi yang di UN kan seperti IPS, IPA dan Keagamaan, Program IPS mengalami penurunan 5,44 persen.

“Padahal untuk MA program studi IPA mengalami kenaikan 6,17 % dan Keagamaan mengalami kenaikan 3,85 %. Namun berhubung banyak siswa program studi IPS yang tidak lulus sehingga mempengaruhi total keseluruhannya menurun menjadi 1,29 %,“ urainya lagi seraya menambahkan, untuk mata pelajaran Matematika jurusan IPA siswa SMAN 1 Sungailiat atas nama Mario Marfelly kelas XII IPA 1 memperoleh nilai 10,00. Dan ada juga beberapa siswa yang ada di Belinyu memperoleh nilai 10,00 lainnya dengan mata peljaran Bahasa Inggris. 

Basel, 3 Siswa
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Suhayat mengatakan, dari 774 siswa SMA dan MA se-Basel 2 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Diantaranya satu siswa pada sekolah SMA YPK Toboali dan satu siswanya pada sekolah SMA Muhamadiyah Toboali, sedangkan untuk SMK sederajatnya baik itu yang berstatus negeri maupun swasta terdapat 1 siswa yang tidak lulus dari 247 siswa. Namun dari jumlah siswa SMK sederajat tersebut terdapat satu orang siswa yang dinyatakan tidak lulus yakni siswa SMK N 1 Toboali. 

"Hanya tiga siswa saja untuk SMA sederajat se-Bangka Selatan yang dinyatakan tidak lulus," kata Suhayat.

Anggota Komisi B DPRD Basel, Samsir menyambut baik, atas keberhasilan Basel di UN tahun ini. Menurut dia, hal tersebut dapat dijadikan pembuktian kepada kabupaten/kota di Babel.

"Dengan hasil paling baik se-Babel pada tahun 2010 kemarin banyak tuduhan miring serta tidak terima bahkan sempat juga menuduh Kabupaten Basel telah berlaku curang dalam melakukan UN terutama di daerah terpencil yakni daerah Lepar Pongok. Oleh sebab itu, dengan terpicunya tuduhan miring tersebut kami seluruh anggota dari Komisi B dan Dinas Pendidikan langsung berkoordinasi untuk membuktikan itu bahwa tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan UN ditahun 2010 yang lalu. Jadi sekarang pada tahun 2011 ini sudah terbukti, meskipun dengan pengawasan yang ekstra ketat di Pemkab Basel karena koordinator sendiri yang turun yaitu dosen-dosen dari Universitas Bangka-Belitung (UBB) yang turun langsung ke sekolah bersangkutan termasuk ke sekolah yang berada di Lepar Pongok,ini benar-benar sangat membuktikan sekali bahwa pada dasarnya Kabupaten Basel mendapat perhatian yang lebih dari segi pengawannya karena dugaan kecurangan tadi," tegas Samsir. 

Sementara, Kepala SMKN 1 Toboali Dwi Utomo menyayangkan tidak lulusnya seorang siswa dari 103 anak didik nya  tersebut. Padahal menurut dia, pihaknya telah bekerja secara maksimal agar sokalah yang dia pimpin lulus 100 persen. 

Kelulusan Bateng Capai 99,99 % 
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Bateng, Drs. Sugianto mengungkapkan, kelulusan siswa SMA/SMK di Kabupaten Bangka Tengah, tahun 2011 mencapai 99,90 persen. Prosentase kelulusan tertinggi di kelompok SMA mencapai 100%. Sedangkan pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak lulus 1 orang di Kecamatan Simpang Katis. 

"Siswa yang dinyatakan tidak lulus karena nilai matematikanya sangat rendah," kata Sugianto seraya menambahkan, nilai rata-rata kelulusan UN SMA/MA IPA di Bangka Tengah, 7,43 dengan prosentase kelulusan 100 persen dari 197 peserta. Sedangkan jurusan  IPS sebanyak 368 peserta, lulus 100 persen dengan nilai rata-rata 6,90. Dan kelompok  SMK, dari 403 peserta, 1 siswa tidak lulus, prosentase 99,75 persen. Nilai rata-rata kelulusan SMK 7,04. 

"Ada tiga siswa di Bangka Tengah juga mendapat nilai 10.  Ketiga siswa tersebut, Juwadi dari SMAN 2 Sungai selan untuk mata pelajaran Biologi, Siau Han, pelajar SMK 1 Koba dan Yulena Febriani dari SMK Pangkalan Baru, keduanya mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika," ungkap dia.

Jumlah siswa yang mengikuti UN di Bateng tahun ini sebanyak 968 siswa, yang terdiri dari 197 SMA jurusan IPA, 368 siswa jurusan IPS dan 403 siswa SMK. 

Ketua Komisi B DPRD Bateng Algafri Rahman, ST menilai peningkatan persentase kelulusan UN tahun 2011 merupakan hasil kerja keras semua elemen pendidikan di Bateng. “Kita berharap agar prestasi ini dipertahankan dan ditingkatkan karena untuk meningkatkan mutu dan hasil belajar yang baik dibutuihkan peranan semua pihak, tandas politisi partai golkar ini. (ydi/rif/cr 30/fer) 

illustrasi : Willem
Dul Minan Begado

dd
Para Siswi Merayakan Kelulusan


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Senin, 03 Agustus 2020 16:14 WIB
PANGKALPINANG – Tatanan kehidupan baru akibat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat berkurban bagi para pegawai di lingkungan Pemprov. Kepulauan Bangka
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Senin, 03 Agustus 2020 16:13 WIB
PANGKALPINANG - Keluarga besar Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pemotongan hewan kurban dengan jumlah empat ekor sapi dan
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Senin, 03 Agustus 2020 16:12 WIB
PANGKALPINANG - Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Kesra Setda. Prov. Kepulauan Babel memfasilitasi kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Senin, 03 Agustus 2020 16:08 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Kepulauan Bangka Belitung menyambut kehadiran rombongan Tim Pengkajian Lembaga