Perdagangan Babel Surplus 1.245,9 Juta Dolar


Perdagangan Babel Surplus 1.245,9 Juta Dolar

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Surplus perdagangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus melonjak. Pada Januari-Mei 2011, secara kumulatif mengalami surplus 1.245,9 juta dolar. Ini terjadi karena adanya peningkatan ekspor sebesar 146,4 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2010 yaitu 513,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 1.265,3 juta dolar AS tahun ini.

Melonjaknya perdagangan ini dibarengi dengan turunnya nilai impor Babel periode yang sama 2011 ke angka 19,3 juta dolar AS atau turun 46,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 36,2 juta dolar AS.

"Peningkatan nilai ekspor secara kumulatif karena meningkatnya ekspor timah 130,8 persen dari 433,8 juta dolar AS menjadi 1.001,0 juta dolar AS dan ekspor nontimah 231,4 persen dari 79,8 juta dolar AS menjadi 264,4 juta dolar AS. Sedangkan impor karena turunnya nilai impor nonmigas 53,1 persen dari 32,2 juta dolar AS menjadi 15,1 juta dolar AS, namun impor migas mengalami peningkatan 4,5 persen ldari 4,1 juta dolar AS menjadi 4,3 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Yomin Tofri, Jumat (1/7) lalu.

Dia menjelaskan, nilai ekspor Babel pada Mei 2011 mencapai 190,0 juta dolar Amerika Serikat (AS) dengan ekspor timah 170,5 juta dolar AS dan nontimah 19,4 juta dolar AS. "Timah sebagai ekspor terbesar mencakup 79,1 persen dari total ekspor Provinsi Bangka Belitung selama periode Januari hingga Mei 2011," ujarnya.

Sementara untuk nilai impor Babel pada Mei 2011, mencapai 7,5 juta dolar AS atau naik 193,7 persen dibandingkan April 2011 hanya senilai 2,5 juta dolar AS.

 Ia mengatakan, tujuan utama ekspor timah yaitu Singapura mencapai 684,9 juta dolar AS atau 68,4 persen dari keseluruhan ekspor timah, diikuti Belanda 70,6 juta dolar AS (7,1 persen), Malaysia 68,0 juta dolar AS (6,8 persen), Jepang 44,2 juta dolar AS (4,4 persen) dan Taiwan 36,4 juta dolar AS (3,6 persen).

Untuk lima negara pemasok barang impor terbesar selama periode Januari hingga Mei 2011 yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Jepang.

Impor Bangka Belitung dari Thailand selama periode Januari hingga Mei 2011 mencapai angka terbesar 8,8 juta dolar AS atau 45,5 persen dari total impor. Diikuti , Singapura sebesar 3,4 juta dolar AS (17,7 persen), Malaysia sebesar 3,1 juta dolar AS (16,3 persen), Vietnam sebesar 1,7 juta dolar AS (8,6 persen) dan Jepang sebesar 1,2 juta dolar AS (6,5 persen).

"Kontribusi kelima negara terhadap ekspor Babel 90,3 persen dari total keseluruhan. Dan untuk kontribusi kelima negara terhadap impor Babel mencapai 94,5 persen terhadap keseluruhan impor Babel," ujarnya.

Ia mengatakan, ekspor nontimah terbesar Babel yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati 69,3 juta dolar AS (26,2 persen). Kemudian karet dan barang-barang dari karet 41,7 juta dolar AS (15,8 persen), kopi, teh dan rempah 6,5 juta dolar AS (2,4 persen), hasil perikanan dan olahan 3,0 juta dolar AS (1,1 persen), bijih logam dan sisa-sisa logam 2,4 juta dolar AS (0,9 persen), dan garam, sulfur, tanah dan batu 1,9 juta dolar AS (0,7 persen).

"Kontribusi keenam golongan barang nontimah tersebut mencapai 47,2 persen dari total ekspor nontimah Babel," sebut Yomin.

Golongan barang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor nonmigas yaitu golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) dengan kontribusi 8,9 juta dolar AS (58,9 persen).

Diikuti impor mesin atau pesawat mekanik (HS 84) 4,3 juta dolar AS (28,6 persen), pupuk (HS 31) 0,6 juta dolar AS (4,2 persen), barang-barang besi dan baja (HS 73) 0,5 juta dolar AS (3,5 persen) karet dan barang-barang dari karet (HS 40) sebesar 0,4 juta dolar AS (2,5 persen), dan mesin peralatan listrik (HS 85) 0,2 juta dolar AS (1,0 persen).

"Kontribusi keenam golongan barang non migas tersebut mencapai 98,6 persen dari total impor nonmigas," sebutnya lagi.

Ia menjelaskan, tujuan utama ekspor nontimah ke-tujuh negara mencapai 251,1 juta dolar AS, meningkat 302,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 62,4 juta dolar AS. "Ekspor nontimah periode Januari hingga Mei 2011 ke Australia mencapai angka terbesar 139,2 juta dolar AS atau memberikan kontribusi terbesar 52,7 persen terhadap total ekspor nontimah. Diikuti China 32,5 juta dolar AS (12,3 persen), Malaysia 28,1 juta dolar AS (10,6 persen), Singapura 24,7 juta dolar AS (9,4 persen), Vietnam 17,0 juta (6,4 persen), Bangladesh 5,4 juta dolar AS (2,0 persen), dan Jepang 4,2 juta dolar AS (1,6 persen)," paparnya yang menambahkan, kontribusi ketujuh negara tersebut mencapai 95,0 persen dari total ekspor nontimah Babel. (dry)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Senin, 30 Desember 2019 14:36 WIB
PANGKALPINANG - Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, distribusi kebutuhan pokok pangan masyarakat ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung relatif stabil.
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Senin, 30 Desember 2019 14:31 WIB
PANGKALPINANG - Ratusan massa yang tergabung dari masyarakat nelayan dari berbagai kabupaten, mahasiswa dan Walhi menduduki ruang Paripurna DPRD Babel
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
Senin, 30 Desember 2019 13:58 WIB
PANGKALPINANG - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meminta pemerintah provinsi mengkaji kembali terhadap penetapan
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri  Gotong Royong Membangun Masjid
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri Gotong Royong Membangun Masjid
Minggu, 29 Desember 2019 12:09 WIB
BUKIT INTAN - Sekitar 300 Temberan Kelurahan Air dibantu anggota Koramil 413-10/Bukit Intan dan Polsek Bukit Intan, gotong royong membangun