NTP Petani Babel Naik 0,64 Persen


NTP Petani Babel Naik 0,64 Persen

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada Juni 2011 mencapai 99,57 atau mengalami kenaikan 0,64 persen dibandingkan Mei 2011 yang hanya 98,93.

"Kenaikan NTP Babel karena kenaikan indeks harga produk pertanian yang dihasilkan petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dibayar petani," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Yomin Tofri, Jumat (1/7) lalu.

Ia menuturkan, indeks harga yang diterima petani (IT) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Kenaikan tersebut terjadi karena adanya kenaikan indeks pada beberapa subsektor. Seperti subsektor padi dan palawija, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan subsektor perikanan.

"Pada Juni 2011, secara umum IT mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen dibandingkan dengan IT Mei 2011, yaitu dari 116,48 menjadi 117,51," tutur Yomin.

Dari indeks harga yang dibayar petani (IB) juga terjadi fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada Juni 2011, IB mengalami kenaikan 0,24 persen jika dibandingkan Mei 2011, yaitu dari 117,74 menjadi 118,02," terangnya.

Yomin mengatakan, kenaikan IB terjadi pada subkelompok konsumsi rumah tangga (KRT) 0,21 persen dari 120,29 menjadi 120,55 dan subkelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,30 persen dari 112,89 menjadi 113,23.

Masih menurut Yomin, "NTP merupakan indikator kesejahteraan petani. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase."

Ia mengatakan, NTP juga menunjukkan daya tukar antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.

"Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya. Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum, semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," tandasnya. (dry)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset
M Alfan Budiman Terpilih Jadi Komisaris Utama PT Timah Tbk
M Alfan Budiman Terpilih Jadi Komisaris Utama PT Timah Tbk
Senin, 10 Februari 2020 14:07 WIB
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Luar Biasa (LB) PT Timah TBK (TINS) melakukan perombakan jajaran Komisaris dan
Klarifikasi dan Hak Jawab Pemberitaan Judul
Klarifikasi dan Hak Jawab Pemberitaan Judul
Kamis, 30 Januari 2020 23:30 WIB
PANGKALPINANG - Dalam hal ini kami yang bertindak selaku kuasa hukum dari Lina Wen menyampaikan klarifikasi dan hak jawab pemberitaan