Lada Putih Tembus Rp 67 Ribu/Kg


Lada Putih Tembus Rp 67 Ribu/Kg

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Transaksi komoditas lada putih di Pangkalpinang meningkat seiring musim panen lada dan para petani melepas ladanya untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya.

"Transaksi lada putih di tingkat pedagang pengumpul mencapai 200 kilogram per hari jika dibandingkan transaksi bulan sebelumnya hanya 20 hingga 40 kilogram per hari," ujar Ellan, pedagang pengumpul lada di Pasar Pembangunan, Minggu (2/7).

Dia menjelaskan, para petani lada telah melakukan panen lada tahap pertama pada Juni 2011 dan panen lada tahap kedua pada Juli serta panen tahap ketiga Agustus 2011. Hasil panen lada pertama yang kualitasnya baik tidak disimpan tetapi langsung dijual untuk memenuhi kebutuhannya.

"Diperkirakan transaksi lada akan terus mengalami peningkatan karena para petani memerlukan uang untuk membeli seragam dan biaya sekolah anak-anaknya pada tahun ajaran baru 2011 serta untuk membeli sembako sekaligus persiapan memasuki puasa Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

Ellan melanjutkan, peningkatan transaksi lada berdampak langsung terhadap kenaikan harga lada, karena kualitas lada panen pertama cukup baik seiring meningkatnya permintaan para eksportir lada.

"Saat ini, harga lada mencapai Rp 67 ribu/kg dibandingkan harga pada Sabtu (2/7) hanya Rp 62 ribu/kg," ujarnya.

Menurut dia, para petani menjual hasil lada mereka untuk membiayai pendidikan anak seperti membeli perlengkapan sekolah, seragam sekolah baru dan lainnya. Diperkirakan transaksi lada putih akan terus meningkat hingga Agustus 2011 karena merupakan puncak panen raya.

"Diperkirakan transaksi lada putih akan terus meningkat mendekati bulan puasa karena masyarakat membutuhkan banyak biaya untuk membeli kebutuhan menyambut puasa dan lebaran," ujar Edi Suparman, pedagang pengumpul lainnya mengatakan, transaksi lada putih pada panen tahun ini menurun jika dibandingkan transaksi lada tahun sebelumnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena hasil perkebunan lada masih banyak.
"Saat ini produksi lada di Babel menurun karena berkurangnya areal perkebunan lada akibat pengalihfungsian lahan lada menjadi penambangan bijih timah," ujarnya.

Edi mengatakan, kurangnya produksi lada juga dampak dari menurunnya minat petani untuk menanam lada putih karena tingginya biaya untuk berkebun seperti harga bibit, pupuk dan obat-obatan yang tinggi.

"Sementara harga lada di pasaran sering anjlok sehingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi petani lada, jadi banyak petani yang mengolah lahan perkebunan lada menjadi lahan kebun kelapa sawit," pungkasnya. (ant)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset
M Alfan Budiman Terpilih Jadi Komisaris Utama PT Timah Tbk
M Alfan Budiman Terpilih Jadi Komisaris Utama PT Timah Tbk
Senin, 10 Februari 2020 14:07 WIB
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Luar Biasa (LB) PT Timah TBK (TINS) melakukan perombakan jajaran Komisaris dan
Klarifikasi dan Hak Jawab Pemberitaan Judul
Klarifikasi dan Hak Jawab Pemberitaan Judul
Kamis, 30 Januari 2020 23:30 WIB
PANGKALPINANG - Dalam hal ini kami yang bertindak selaku kuasa hukum dari Lina Wen menyampaikan klarifikasi dan hak jawab pemberitaan