Pedagang Cengkih Sepi Transaksi


Pedagang Cengkih Sepi Transaksi

SEMENTARA, lain halnya dengan lada, transaksi cengkih di Pangkalpinang masih sepi karena produksi komoditas terbatas, seiring berkurangnya populasi tanaman cengkih akibat pengalihfungsian lahan pertanian menjadi pertambangan timah.

Edi, pengumpul cengkih di Pasar Pembangunan, Sabtu (2/7) lalu, mengungkapkan transaksi cengkih hanya 5 kilogram per hari dan terkadang tidak ada sama sekali, padahal tahun lalu transaksi sekitar 15 hingga 25 kilogram per hari.

"Terbatasnya produksi cengkih mengakibatkan harga di pasaran saat ini cukup tinggi mencapai Rp 50 ribu per kilogram dibandingkan harga sebelumnya yang bertahan Rp 35 ribu per kilogram," ungkapnya.

Edi menjelaskan, harga yang cukup tinggi belum memengaruhi transaksi cengkih karena panen petani sangat terbatas. Banyak tanaman cengkih mati terkena imbas penambangan dan tanaman cengkih kurang terawat seperti pemberian pupuk yang kurang dan obat-obatan yang tidak mencukupi.

"Maraknya tambang timah rakyat dan perkebunan kelapa sawit membuat sebagian besar lahan pertanian rusak bahkan tidak bisa ditanami lagi," jelasnya.

Selain itu, banyak petani mengganti tanaman cengkih ke tanaman lainnya karena petani sulit untuk mendapatkan bibit cengkih. Selain itu, minat masyarakat petani kurang untuk berkebun cengkih.

Menurut Edi, petani yang masih berkebun cengkih hanya di Pulau Nangka dan Batu Belubang sedangkan di daerah Tempilang perkebunan cengkih mulai habis.

"Saat ini, masyarakat di sekitar Pangkalpinang hanya menanam cengkih sebagai pembatas pagar rumah atau kebun sehingga hasil pertanian cengkih terbatas," ujarnya.

Semetnara, Ellan, pedagang pengumpul lainnya, mengatakan transaksi cengkih mulai terasa sepi hampir sejak beberapa bulan lalu, karena makin berkurangnya populasi tanaman cengkih di Pulau Bangka khususnya sekitar Pangkalpinang.

"Masyarakat enggan menanam cengkih karena selain sulit untuk mendapatkan bibit, juga terkendala pupuk yang masih sulit diperoleh, sehingga lahan perkebunan cengkih diolah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit atau bahkan ditambang," ujarnya. (ant)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset