Permintaan Madu Pahit Meningkat


Permintaan Madu Pahit Meningkat

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Permintaan madu pahit di Pangkalpinang, meningkat selama musim liburan karena wisatawan domestik ramai berkunjung ke ibukota Provinsi Bangka Belitung ini.

Avian, pedagang madu pahit dan madu manis, Sabtu(2/7) lalu, mengatakan selama musim liburan sekolah, banyak wisatawan domestik dan warga Pangkalpinang yang berlibur ke luar Pulau Bangka.

"Mereka selalu membeli madu pahit dan madu manis sebagai oleh-oleh. Permintaan madu pahit dan manis kebanyakan oleh para pendatang dari luar provinsi karena madu lebah pelawan itu sangat bagus untuk kesehatan," ujarnya.

Avian mengungkapkan, madu pahit asli bisa disimpan mencapai tahunan asalkan tempat penyimpanannya ditutup rapat.

"Warga menyimpan madu lebah pelawan itu selama bertahun-tahun untuk konsumsi pribadi dan dijual jika ada yang meminatinya, kendati tidak dalam jumlah yang banyak karena persediaan terbatas karena sulitnya mendapatkan madu lebah pelawan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, meningkatnya permintaan madu pahit berdampak naiknya harga madu karena pasokan terbatas dari peramu hutan di Bangka Barat dan daerah lainnya dan berakhirnya masa panen madu untuk bertelur.

Harga madu pahit pelawan naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 85 ribu per kilogram, sedangkan harga madu manis naik menjadi Rp 50 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kg.

Dedi, pedagang madu pahit lainnya mengatakan, harga madu pahit dan madu manis mulai naik karena pasokan madu dari Bangka Barat berkurang seiring berakhirnya masa panen raya madu yang terjadi pada Mei.

Ia mengatakan, pada Mei yang merupakan musim panas, maka sarang lebah yang berisi madu lebah pahit atau pelawan sangat banyak mencapai 30 kilogram untuk satu sarang lebah, sehingga masyarakat ramai-ramai mencari sarang lebah pelawan itu di hutan yang banyak ditemukan di pohon kayu besar sekitar kampung.

"Meskipun harga madu naik namun tidak memengaruhi permintaan masyarakat, karena madu pahit pelawan sangat baik untuk kesehatan," ujar Dedi.

Dia memprediksi harga madu pahit dan madu manis akan terus naik karena persediaan semakin berkurang seiring musim panen hampir berakhir dan sedikitnya hutan akibat perluasan perkebunan kelapa sawit. (ant)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset