Harga Tiket Mahal. Pemprov Minta Penjelasan Maskapai Penerbangan


Harga Tiket Mahal. Pemprov Minta Penjelasan Maskapai Penerbangan

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Menanggapi keluhan para pengguna jasa maskapai penerbangan di Bangka Belitung (Babel) terkait harga tiket yang mahal selama beberapa pekan terakhir, Selasa (28/6) lalu sekitar pukul 11.00 WIB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mengundang maskapai penerbangan untuk rapat koordinasi (rakor) di Dinas Perhubungan Babel guna membahas masalah tersebut. Hadir dalam rakor, perwakilan maskapai yang melayani penerbangan di wilayah Bangka Belitung yaitu Sriwijaya Air, Batavia Air, Lion Air dan Garuda Indonesia Airlines. 

"Kita prihatin ada kenaikan harga tiket karena sesuai ketentuan Kepmen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2010, tidak ada kenaikan tarif apalagi harga tiket. Tapi, kenapa sekarang naik?" ungkap Kepala Dinas Perhubungan Babel, Muhammad Ilyas, kepada wartawan.

"Yang diterapkan maskapai penerbangan saat ini melebihi ketentuan tarif ekonomi pemerintah," sambung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), KA. Tajuddin.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Dinbudpar) Babel, Yan Megawandi. Dia menuturkan, pemerintah sedang menggali informasi tentang kemungkinan  menekan harga yang relatif tinggi tersebut.

"Kita harus membuat sinergi dan strategis bersama pihak maskapai," ujarnya.

Sementara, District Manager Sriwijaya Air, Fredy J De Hart, menjelaskan pihaknya telah menerima keluhan dari beberapa penumpang tentang mahalnya harga tiket dari dan ke Babel.

Namun, dia menjelaskan pihaknya tidak menaikkan harga tiket, melainkan menerapkan strategi menambah jumlah kursi penumpang yang memiliki harga Rp 900 ribu ke atas dan mengurangi jumlah kursi dengan harga Rp 300-500 ribu saat Peak Season (PS).

Peak Season merupakan masa ketika tingkat pembelian tiket meningkat, yang terjadi pada hari-hari libur seperti hari raya, libur sekolah dan Tahun Baru. Strategi PS ini menurut Fredy, terpaksa dilakukan untuk menutupi kerugian saat Low Season (LS) akibat sedikitnya jumlah penumpang pesawat. Padahal, untuk satu kali penerbangan saja biaya operasional yang digunakan pihak maskapai bisa mencapai Rp 40 juta.

"Kalau LS penumpang tidak terlalu ramai, kita tidak mungkin mematok harga tinggi saat itu. Meskipun untuk satu flight (penerbangan-red) kita mengeluarkan biaya Rp 40 juta, kita terpaksa pasang harga rendah karena saat itu maskapai penerbangan berebut penumpang. Untuk menutup kerugiannya, kita subsidi dari jumlah penumpang saat PS yaitu dengan mengurangi jumlah kursi penumpang untuk harga tiket rendah, dan menambah jumlah kursi penumpang untuk harga tinggi. Seperti perubahan komposisi kursi penumpang pesawat," jelasnya.

Ditambahkan District Manager Lion Air, Dwi Aprina, pihaknya tidak mungkin menerapkan jadwal tidak teratur untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk setiap penerbangan. "Kita hanya ingin bertahan tanpa kerugian," tuturnya.

"Benar, kita hanya ingin bertahan dengan tambal sana dan sini. Kalau sekarang bisa seperti ini, tapi jangan heran kalau ada maskapai yang kolaps nanti karena tidak mampu bertahan," timpal Fredy.

Sementara, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Teuku Said Ridwan, menerangkan kenaikan harga tiket juga disebabkan praktek percaloan. Dia mengakui masih terdapat agen tiket tidak resmi yang memasang harga tinggi.

"Percaloan mungkin ada. Beberapa penumpang pesawat yang mendapat tiket dengan harga tinggi membeli di agen tidak resmi yang berlindung dibalik travel agent," terangnya.

Untuk memberantas percaloan dikatakan Said cukup sulit, karena masih banyak masyarakat yang menggunanakan jasa calo dengan iming-iming layanan kemudahan meskipun harganya mahal.

"Masyarakat banyak yang ingin diservis. Mereka mencari calo karena layanan kemudahan mendapatkan tiket, meskipun harganya mahal. Untuk itu kita terapkan e-ticket (tiket elektronik-red). Jadi, kita sarankan masyarakat membeli tiket melalui e-ticket saja," himbaunya. (dry)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,
Jaga Bansos, Fitur Pada Aplikasi Jaga Untuk Laporkan Dugaan Penyelewengan/Penyalahgunaan Bantuan Sosial
Jaga Bansos, Fitur Pada Aplikasi Jaga Untuk Laporkan Dugaan Penyelewengan/Penyalahgunaan Bantuan Sosial
Kamis, 09 Juli 2020 18:53 WIB
PANGKALPINANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memiliki fitur Jaga Bansos pada aplikasi Jaga yang dapat diunduh pada gawai android
Babel Diusulkan Peroleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Sebanyak  3.350 Unit
Babel Diusulkan Peroleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Sebanyak 3.350 Unit
Kamis, 09 Juli 2020 18:52 WIB
PANGKALPINANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diusulkan untuk memperoleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.350 unit
146 Unit Rumah Layak Huni Akan Dibangun Dengan Sistem Padat Karya
146 Unit Rumah Layak Huni Akan Dibangun Dengan Sistem Padat Karya
Kamis, 09 Juli 2020 18:50 WIB
PANGKALPINANG - 146 unit rumah layak huni akan dibangun di seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung, dalam Program Peningkatan Kualitas-Rumah Tidak