LKPJ 2010. Realisasi Pendapatan Babel Rp 848 M


LKPJ 2010. Realisasi Pendapatan Babel Rp 848 M

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali, Selasa (28/6) lalu, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2010 kepada DPRD Babel. Dalam laporannya, Gub menyampaikan realisasi pendapatan Provinsi Babel pada 2010 yaitu Rp 848.025.568.043,87 atau 105,45 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar Rp 804.230.982.584,93.

"Over target anggaran pendapatan ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan. Seperti pendapatan asli daerah (PAD) yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan PAD lainnya yang sah," jelasnya.

Meningkatnya persentase PAD menurut Gub dapat dilihat di sektor penerimaan pajak, retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan pendapatan asli sah, semula dianggarkan Rp 297.221.240.327,93 berhasil terlampaui Rp 328.122.480.078,87 (110,40%).

Gub melanjutkan, pos pajak daerah yang dianggarkan sebesar Rp 266,3 miliar terealisasi sebesar Rp 296,2 miliar, atau meningkat 111,21 persen. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp 215,6 miliar, terjadi peningkatan sebesar Rp 80,5 miliar.

"Hal ini disebabkan karena peningkatan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan bermotor terutama kendaraan bermotor yang berasal dari luar daerah," katanya.

"Berdasarkan kelompok pembiayaan," sambung Gub, "terdapat realisasi pembiayaan netto sebesar Rp 255.122.630.855,75 miliar."

Sementara, APBD setelah perubahan tahun anggaran 2010 yang semula dianggarkan defisit Rp 240.123.013.770,75 miliar, ternyata hanya mengalami defisit sebesar Rp 14.690.278.524,72 miliar.

Defisit tersebut menurut Gub ditutup dari pembiayaan netto, sehingga dalam perhitungan pertanggungjawaban tahun anggaran 2010 masih terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp 240.432.352.331,03 miliar, yaitu selisih antara pembiayaan netto dikurangi defisit anggaran.

Dalam kesempatan itu, Gub juga memaparkan pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah untuk menghindari terjadinya penyimpangan uang negara.

"Telah dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti koordinasi dan konsultasi dengan aparat pengawas internal maupun eksternal serta, dan melalui pengawasaan melekat secara berjenjang," ungkapnya, seraya menambahkan pihaknya telah diperiksa secara berkala oleh pengawas internal pemerintah yang terdiri dari inspektorat provinsi, inspektorat jenderal kemendagri serta pengawas eksternal yaitu BPK. (dry)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Sabtu, 11 Juli 2020 13:26 WIB
BALUNIJUK - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi membuka Training Of Trainer (TOT) atau
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Sabtu, 11 Juli 2020 13:24 WIB
PANGKALPINANG - SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengadakan pertemuan virtual melalui aplikasi zoom bersama para orang tua murid baru angkatan 2020/2021
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Sabtu, 11 Juli 2020 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel) Melati Erzaldi, menanam bibit tanaman organik di
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,