Harga Kakao Naik (terkait dengan berita Harga lada Naik)


Harga Kakao Naik (terkait dengan berita Harga lada Naik)

SAMA dengan Lada, harga kakao naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram dengan transaksi hanya 10 kilogram per hari.

"Meski harga naik tetapi transaksi sepi karena terbatasnya areal perkebunan kakao sekaligus memengaruhi kegiatan ekspor kakao ke pasar internasional," ujar Gino, pedagang pengumpul di Pasar Pembangunan, Selasa (17/5) kemarin.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pertenakan Provinsi Babel, luas perkebunan kakao pada 2010 mencapai 250 hektar, atau mengalami penurunan dibanding 2009 seluas 350 hektar. Berkurangnya luas areal perkebunan kakao diikuti menurunnya produksi kakao kering menjadi 40 ton per tahun jika dibandingkan produksi kakao 2009 yang mencapai 70 ton per tahun.

Gino yang juga seorang petani ini menyatakan, keterbatasan areal dan produksi kakao disebabkan minat masyarakat menanam kakao berkurang, sementara banyak lahan dijadikan lokasi tambang timah, perkebunan sawit dan karet yang dinilai memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

"Masyarakat sekarang ini hanya menanam kakao di sekitar perkarangan rumah sebagai pekerjaan sambilan dengan jumlah terbatas padahal kakao cukup menjanjikan seiring membaiknya harga kakao di pasaran.

Selain itu, kata dia, menurunnya produksi kakao juga disebabkan serangan hama tupai yang memakan buah kakao yang hampir matang.

"Hewan tersebut sangat mengganggu dan membuat hasil kakao menurun dan hama tersebut sulit diberantas sebab binatang tersebut cukup gesit," ujarnya.

Dia menjelaskan, transaksi kakao saat ini hanya 5 hingga 10 kilogram dalam sehari, bahkan terkadang tidak ada transaksi sama sekali karena pasokan dari petani terbatas.

"Kalaupun ada masyarakat yang melakukan transaksi kakao kering, itupun hasil dari tanaman kakao yang dijadikan sebagai tanaman selingan untuk batas tanah atau sebagai tanaman pelindung di halaman rumah," ujarnya.

Menurut dia, jika tidak ada langkah masyarakat untuk membudidayakan tanaman kakao diperkirakan satu tahun kedepan kakao akan sulit ditemukan.

"Dengan maraknya perkebunan sawit dan karet, masyarakat kurang tertarik untuk memelihara dan menanam kakao sehingga tanaman kakao yang sudah ada pun ditinggalkan begitu saja sehingga tidak produktif lagi," ujarnya.

Sementara, Dedi, seorang pedagang pengumpul lainnya mengatakan harga kakao cukup stabil, namun pedagang belum bisa memenuhi permintaan pasar karena terbatasnya pasokan dari masyarakat.

"Dengan membaiknya harga karet dan sawit masyarakat berlomba-lomba untuk menaman sawit dan karet, sementara tanaman kakao banyak yang diabaikan bahkan banyak yang mati akibat kurang mendapat perawatan," ujarnya. (ant)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Covid-19 Tak Surutkan Semangat Berkurban
Senin, 03 Agustus 2020 16:14 WIB
PANGKALPINANG – Tatanan kehidupan baru akibat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat berkurban bagi para pegawai di lingkungan Pemprov. Kepulauan Bangka
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Hasil Pemotongan Kurban Jadi Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Senin, 03 Agustus 2020 16:13 WIB
PANGKALPINANG - Keluarga besar Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pemotongan hewan kurban dengan jumlah empat ekor sapi dan
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Pemprov Babel Fasilitasi Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah Babel
Senin, 03 Agustus 2020 16:12 WIB
PANGKALPINANG - Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Kesra Setda. Prov. Kepulauan Babel memfasilitasi kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Gubernur Erzaldi Sambut Kunjungan Tim Pengkajian Lemhanas RI
Senin, 03 Agustus 2020 16:08 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Kepulauan Bangka Belitung menyambut kehadiran rombongan Tim Pengkajian Lembaga