TI Apung Pasir Padi Misterius


TI Apung Pasir Padi Misterius

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Aneh bin ajaib! tiba-tiba enam buah TI (Tambang Inkonvensional) Apung berada di kawasan pariwisata Pantai Pasir Padi Pangkalpinang. Keberadaan TI Apung inilah yang menjadi perbincangan dan pertanyaan banyak pihak terkait siapa pemilik dan yang siapa mengeluarkan izinnya.

Belum bisa dipastikan apakah ke enam ponton tersebut memang beroperasi atau hanyut akibat gelombang tinggi. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang didapatkan DPRD Kota Pangkalpinang, bahwa keberadaan ponton TI Apung tersebut bukan hanya parkir namun memang beroperasi terutama di malam hari.

“Laporan yang kita dapatkan dari masyarakat di kawasan Pantai Pasir Padi memang beroperasi khususnya di malam hari. Namun posisinya agak ke tengah laut. Untuk itu, dalam hal ini Pemkot Pangkalpinang melalui Sat Pol PP, Distako dan BLH Pangkalpinang harus segera bertindak cepat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Ir Irianto Tahor kepada wartawan di rauang kerjanya Senin kemarin (27/6). 

Irianto melanjutkan, jika tidak segera ditindaklanjuti maka tidak menutup kemungkinan TI Apung tersebut akan bertambah banyak. Sehingga kawasan Pantai Pasir Padi yang merupakan ikon Pangkalpinang menjadi tempat “tongkrongan” TI Apung. 

Untuk itu, guna menghindari hal tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polresta dan Pemkot pangkalpinang untuk mengusir TI Apung tersebut, meskipun hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa pemilik dari ponton-ponton TI tersebut.

“Kalau mengenai siapa pemiliknya, kita kurang tahu. Yang jelas mereka sudah melanggar dan harus segera ditertibkan, karena kawasan Pantai Pasir Padi bukan merupakan kawasan penambangan melainkan pariwisata,” jelas Irianto.

Masih menurut Irianto, adanya sejumlah TI Apung tersebut merupakan dampak dari kebijakan Walikota Pangkalpinang yang mengizinkan pendalaman kolong retensi dengan sistem TI Rajuk. Padahal, lanjutnya, kawasan kolong retensi sudah sah-sah merupakan kawasan sebagai sumber air baku bukan penambangan.

“Saya menyarankan agar walikota sebelum mengambil kebijkan harus memikirkan dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Karena jika tidak, maka akan salah langkah. Contohnya, seperti Pantai Pasir Padi yang mulai dirambah TI Apung ini,” tandasnya.

Berbeda dengan Irianto, Ahkmad Elvian Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkot Pangkalpinang mengatakan, ke enam ponton TI Apung yang ada di kawasan Pantai Pasir Padi tersebut adalah ponton milik warga Desa Batu Belubang yang hanyut akibat angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga terseret hingga pinggiran pantai.

“Jadi begini, pada saat ada travel agen dari Belanda yang berkunjung ke Pangkalpinang khususnya ke Pasir Padi, memang ada TI Apung dipinggiran pantai. Ternyata, ponton-ponton tersebut hanyut dari arah Sampur. Dan hingga saat ini belum ditarik oleh pemiliknya,” ujar elvian.

Seperti diketahui, jelas Elvian, berdasarkan peraturan daerah(Perda) Nomor 2 tahun 2009 bahwa Pantai Pasir Padi dijadikan sebagai tapak kawasan pariwisata dan merupakan kawasan strategis wisata Pangkalpinang, bukan sebagai penambangan. Jika sudah ditetapkan seperti ini, lanjut Elvian, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Apalagi visi Pangkalpinang adalah perdagangan dan Jasa bukan penambangan.

“Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009, bagi yang merusak kawasan pariwisata yang telah dimasukkan kedalam kawasan strategis didalam undang-undang tersebut, maka akan dikenakan hukuman selama 7 tahun atau denda Rp 10 milyar,” pungkas Elvian sembari menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sat Pol PP Pangkalpinang untuk menarik ponton tersebut dari kawasan pantai.

Sementara itu, Baharuddin Kasat Pol PP Pangkalpinang ketika dikonfirmasikan wartawan via telepon mengakui bahwa pihaknya belum mengetahui hal tersebut secara pasti apakah memang beroperasi atau hanya hanyut.

“Kalau berdasarkan informasi kita, ponton-ponton itu hanyut. Nanti kita lihat dulu. Dan jika memang benar beroperasi, maka akan segera kita tertibkan,” kata Baharudin. (rja)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Semarakkan Hari Juang TNI AD, Korem 045/Gaya Gelar Syukuran dan Jalan Santai
Semarakkan Hari Juang TNI AD, Korem 045/Gaya Gelar Syukuran dan Jalan Santai
Minggu, 15 Desember 2019 12:00 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Juang TNI AD 2019, maka Korem 045 Garuda Jaya (Gaya) menggelar syukuran
Sepanjang 2019, BNNP Babel Berhasil Mengamankan 31 Kg Sabu dan 10.000 Pil Ekstasi
Sepanjang 2019, BNNP Babel Berhasil Mengamankan 31 Kg Sabu dan 10.000 Pil Ekstasi
Jum'at, 13 Desember 2019 19:05 WIB
PANGKALPINANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung sepanjang tahun 2019, telah berhasil mengamankan sebanyak 31 Kg lebih sabu-sabu
UKW Tetap Jalan
UKW Tetap Jalan
Kamis, 12 Desember 2019 00:20 WIB
PANGKALPINANG - Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan instrumen penting yang harus ditempuh wartawan. Salah satunya agar pemberitaan yang dibuat lebih
Imam Arifin : Realisasi Penerimaan Pajak di Babel Over Target
Imam Arifin : Realisasi Penerimaan Pajak di Babel Over Target
Rabu, 11 Desember 2019 19:22 WIB
PANGKALPINANG - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) Sumsel Babel menyebutkan realisasi penerimaan pajak di Provinsi Bangka Belitung (Babel)