Program Seamolec. SMK Pangkalpinang Tunggu Permendiknas


Program Seamolec. SMK Pangkalpinang Tunggu Permendiknas

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 dan SMKN 3 Pangkalpinang, masih menunggu penetapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) untuk melaksanakan program Seamolec.

Sambil menunggu Permendiknas tersebut, pihak sekolah telah menandatangani kerja sama dengan Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Babel dan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk melaksanakan program tersebut.

Kepala Sekolah SMK 2 Pangkalpinang, Yulizarman, menjelaskan, Seamolec atau Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre merupakan program pendidikan terbuka jarak jauh untuk lulusan SMA dan sederajat yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi tidak mampu karena miskin dan kesulitan mencari beasiswa.

"Program pendidikan Seamolec atau Organisasi Para Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara tersebut rencananya akan dilaksanakan Agustus bersamaan dengan tahun ajaran baru," ujarnya.

Sasaran program tersebut, jelas Yulizarman, untuk memberikan pendidikan bagi para lulusan SMA menjadi tenaga terampil siap pakai untuk menekan jumlah pengangguran yang semakin meningkat.

Ia menambahkan, untuk pembiayaan perkuliahan sebesar Rp 200 ribu/bulan, rencananya pemerintah daerah Pangkalpinang akan membantu Rp 100 ribu/siswa/bulan untuk meringankan beban yang harus ditanggung para mahasiswa kurang mampu tersebut.

Untuk saat ini, SMK 2 Pangkalpinang masih menunggu Permendiknas sebagai payung hukum dan mekanisme penyelenggaraan pembelajaran untuk melaksanakan program tersebut.

Rencananya penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun tersebut akan dimulai awal September 2011 dan diselenggarakan pada waktu sore atau malam hari, agar tidak menggangu dan berbenturan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Saat ini sudah ada beberapa calon mahasiswa yang mendaftarkan untuk mengikuti perkuliahan satu tahun (D1) tersebut, tetapi jumlahnya belum banyak karena sosialisasi yang dilakukan masih kurang," katanya tanpa menyebutkan angka pasti jumlah pendaftar.

Untuk itu, Yulizarman mengharapkan peran media dalam menyampaikan sosialisasi program Seamolec diperbanyak, karena program pendidikan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan peningkatan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja daerah.

"Untuk tenaga pengajar kami sudah mengirimkan tiga orang guru ke ITB Bandung untuk pendalaman materi sekaligus membicarakan kurikulum yang akan diterapkan dalam pelaksanaan perkuliahan," katanya.

Ia mengatakan, dalam hal ini SMKN 2 Pangkalpinang hanya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan belajar dan penyedia guru, Polman Babel dan ITB Bandung sebagai kampus induk serta Seamolec sebagai penyedia program.

Sertifikat yang diterima para lulusan, katanya, akan dikeluarkan dan ditandatangani Polman Babel yang berperan sebagai kampus induk dan penanggung jawab program.

"Rencananya kami hanya akan membuka jurusan teknik informatika dan jurusan listrik dan bangunan dengan konsentrasi program teknisi perhotelan karena program tersebut sesuai dengan jurusan yang ada di Polman Babel," ujarnya.

Sementara, SMK Negeri 3 Pangkalpinang juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung program Seamolec. Menurut Junardi, Kepala Sekolah SMKN 3 Pangkalpinang, ketersediaan ruang kelas, tenaga pengajar, ruang praktek dan perangkat teknologi informasi di sekolah tersebut sudah lengkap.

"Kami tinggal menunggu penetapan Permendiknas tersebut, karena dari segi sarana dan prasarana sudah siap dan sudah ada beberapa calon pendaftar yang menanyakan waktu pelaksanaannya," katanya di Pangkalpinang, Sabtu (25/6).

Ia mengatakan, SMKN 3 Pangkalpinang sudah melakukan kerja sama dan membicarakan mekanismenya dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta, rencananya jurusan yang dibuka adalah Akomodasi Perhotelan.

Menurut dia, jurusan tersebut cocok dengan kebutuhan daerah Babel untuk mendukung sektor pariwisata yang sedang menggeliat di daerah tersebut, karena sampai saat ini sektoer perhotelan dan pariwisata masih kekurangan tenaga ahli dibidangnya.

"Sebagai awal pelaksanaan program Seamolec, rencananya kami akan membuka dua kelas dengan jumlah peserta 20 orang untuk tiap kelasnya, setelah berjalan akan dievaluasi, jika berjalan baik ada kemungkinan untuk menambah jumlah pesertanya," katanya. (ant/rb)


Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Aplikasi Si Peri Terbang Milik Babel Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
Aplikasi Si Peri Terbang Milik Babel Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
Kamis, 09 Juli 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Erzaldi menerima laporan Tim Inovasi Pelayanan Publik Si Peri Terbang (Sistem Informasi Pengiriman Terpadu Bahan Tambang), Kamis
Bersama Gubernur Erzaldi, Webinar Babel Economic Forum Bahas Peluang dan Tantangan Penguatan Ekonomi Babel
Bersama Gubernur Erzaldi, Webinar Babel Economic Forum Bahas Peluang dan Tantangan Penguatan Ekonomi Babel
Rabu, 08 Juli 2020 20:24 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menjadi narasumber pada webinar "Babel Economic Forum" dengan tema “New Normal
Gubernur Erzaldi Samakan Persepsi Guna Sambut Tahun Ajaran Baru Era New Normal
Gubernur Erzaldi Samakan Persepsi Guna Sambut Tahun Ajaran Baru Era New Normal
Rabu, 08 Juli 2020 20:21 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Erzaldi Rosman memberikan arahan kepada kepala sekolah SMA, SMK, SLB se-Babel yang berlangsung di Ruang Rapat Pasir
Nota Kesepakatan Pendampingan Dana Penanggulangan dan Pencegahan Virus Corona Ditandatangani
Nota Kesepakatan Pendampingan Dana Penanggulangan dan Pencegahan Virus Corona Ditandatangani
Rabu, 08 Juli 2020 09:59 WIB
PANGKALPINANG - Penanganan Covid-19 belum lah selesai, dengan masih terjadinya naik turun kasus orang-orang yang terpapar di Babel, maka Pemprov.