Pemerintah Diminta Tindak Tegas Produsen Ikan Kalen Bercacing


Pemerintah Diminta Tindak Tegas Produsen Ikan Kalen Bercacing

MAJELIS  Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh meminta pemerintah untuk menindak tegas produsen dan importir produk makanan ikan kalengan yang lalai terhadap kualitas produknya.

MPU Aceh menganggap, temuan ikan olahan yang mengandung cacing merupakan kelalaian dari pihak produsen. "Permintaan kita, terutama sekali pemerintah untuk menindak tegas kalau ada unsur kelalaian dalam hal pengadaan ikan serden itu," kata Wakil Ketua II MPU Aceh Tgk Faisal Ali kepada JawaPos.com, Banda Aceh, Jumat (30/3).

Selain itu, MPU Aceh juga meminta para penjual atau pedagang untuk memantau dan mengawasi setiap produknya yang akan dijual. Mereka harus memastikan apakah masa kadaluarsa sebuah produk masih berlaku atau tidak.

"Masyarakat juga diminta untuk lebih teliti dalam membeli sesuatu produk. Apalagi produk berbentuk kaleng," ujar Tgk Faisal.

Tgk Faisal menambahkan, terkait temuan sarden mengandung cacing tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus segera mennitindak lanjutinya dengan melakukan kajian. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa hadapan.

"Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI perlu mendalami kenapa bisa muncul cacing di dalam ikan kaleng," tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, produk ikan sarden yang sudah positif bercacing tidak boleh dan tidak layak lagi dikonsumsi. Sebab haram hukumnya karena sudah terpapar langsung dengan cacing.

"Haram dikondumsi sarden yang mengandung cacing oleh umat Islam," tegas dia.

Seperti diketahui, sejumlah merek produk ikan kaleng yang terindikasi mengandung cacing masih beredar bebas di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Provisi Aceh.

Pada Kamis (29/3) lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah swalayan di Banda Aceh, Kamis (29/3). Hasilnya, BPOM menemukan sebanya 409 kaleng sarden berbagai merek yang terindikasi mengandung cacing.

"Tadi kita temukan merek terindikasi mengandung cacing, tapi nomor bets yang berbeda dari data yang kita punya," kata Kepala BPOM Aceh Zulfikli seusai menggelar sidak, Kamis (29/3).(mal/JPC)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Wartawan Korea Kunjungi Kementrian Pariwisata, PWI Dan Dewan Pers
Wartawan Korea Kunjungi Kementrian Pariwisata, PWI Dan Dewan Pers
Kamis, 31 Oktober 2019 22:04 WIB
JAKARTA - Rombongan wartawan dari Journalist Association of Korea Korea, (JAK), yang terdiri dari 11 wartawan dari berbagai media di
Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi
Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi
Minggu, 27 Oktober 2019 21:25 WIB
JAKARTA - Rapat Kerja Nasional ke III Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), sukses dilaksanakan di Kinasih Resort & Converence Caringin, Bogor
Bupati Made Gianyar Harapkan Delegasi Wartawan Korea Promosikan Bangli
Bupati Made Gianyar Harapkan Delegasi Wartawan Korea Promosikan Bangli
Selasa, 22 Oktober 2019 09:56 WIB
BALI - Bupati Bangli I Made Gianyar berharap Delegasi Wartawan Korea ikut mempromosikan pariwisata Bangli di Negeri Ginseng.
Kapuspenkum : Kejaksaan dan Forwaka Saling Membutuhkan
Kapuspenkum : Kejaksaan dan Forwaka Saling Membutuhkan
Jum'at, 18 Oktober 2019 11:30 WIB
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Dr Mukri SH, MH mengatakan, Kejaksaan dan Forwaka merupakan mitra yang