Anggota DPRD Paling Malas Lapor LHKPN


Anggota DPRD Paling Malas Lapor LHKPN

JAKARTA -Penyelenggara negara belum semuanya patuh terhadap kewajiban melapor harta kekayaan (LHKPN).

Buktinya, di antara 315.561 wajib lapor, baru 77,9 persen yang menyerahkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Padahal, tinggal lima hari atau akhir Maret mendatang, batas pelaporan itu ditutup Di antara para wajib lapor itu, para anggota legislatif daerah (DPRD) paling bandel lapor kekayaan.

Sebanyak 72,32 persen dari 13.457 anggota dewan daerah tersebut tercatat belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LH KPN).

"Kepatuhan terendah sampai saat ini dari DPRD," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Belum maksimalnya kepatuhan pelaporan itu membuat KPK gerah. Kemarin lembaga superbodi itu memasang spanduk raksasa berukuran 14 x 8 meter bertulisan Berani Lapor Hebat di sisi kanan gedung KPK lama untuk meningkatkan kepatuhan para penyelenggara negara melapor LHKPN.

"Mengapa hebat? Karena kami mengharapkan ada perubahan di dalam penye­lenggara negara," imbuh Direktur LHKPN KPK Cahya Hardianto Harefa.

Menurut Refa, sapaan Cahya Hardianto Harefa, pelaporan harta kekayaan saat ini sangat mudah.Sebab, para penyelenggara negara bisa memanfaatkan sistem elektronik LHKPN (e-LH KPN) yang di-launching Presiden Joko Widodo tahun lalu.

"E-LH KPN itu mempermudah penyelenggara negara melaporkan harta kekayaannya," ujarnya.

Sebelumnya, pelaporan LHKPN menggunakan model pengisian form hingga berlembar-lembar.

Refa pun mengingatkan para penyelenggara negara, khususnya para anggota DPRD, untuk segera melaporkan harta kekayaan.

Langkah itu mendukung program pemerintah dalam hal transparansi dan pemberantasan korupsi.

"Kami mengharapkan penyelenggara negara ada perubahan sikap dalam memperoleh hartanya," terangnya.

Spanduk raksasa yang dibentangkan kemarin merupakan kali pertama dilakukan Direktorat LHKPN. Tidak tanggung-tanggung, mereka sengaja menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia dalam pembentangan tersebut.

Ada empat atlet panjat tebing nasional yang terlibat. Yakni Andriko, Abdul Kasim, Hendrawan, dan Riki Kiswani . (tyo/c19/agm/jpnn)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Terima Penghargaan Kabupaten Sehat, Ibnu Saleh Ingin Bateng Lebih Unggul 2020
Terima Penghargaan Kabupaten Sehat, Ibnu Saleh Ingin Bateng Lebih Unggul 2020
Selasa, 19 November 2019 18:00 WIB
BUPATI Bangka Tengah (Bateng) H Ibnu Saleh kembali berprestasi dalam Bidang kesehatan, kali ini penghargaan berupa Kabupaten sehat yang diberikan
HUT IMO Indonesia Ke-2, Gelar Dialog Nasional Pers Pemersatu Bangsa
HUT IMO Indonesia Ke-2, Gelar Dialog Nasional Pers Pemersatu Bangsa
Sabtu, 16 November 2019 15:00 WIB
JAKARTA - Guna menambah wawasan kebangsaan bagi insan pers dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka
Wartawan Korea Kunjungi Kementrian Pariwisata, PWI Dan Dewan Pers
Wartawan Korea Kunjungi Kementrian Pariwisata, PWI Dan Dewan Pers
Kamis, 31 Oktober 2019 22:04 WIB
JAKARTA - Rombongan wartawan dari Journalist Association of Korea Korea, (JAK), yang terdiri dari 11 wartawan dari berbagai media di
Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi
Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi
Minggu, 27 Oktober 2019 21:25 WIB
JAKARTA - Rapat Kerja Nasional ke III Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), sukses dilaksanakan di Kinasih Resort & Converence Caringin, Bogor