Dua Pelaku Pemukulan Praja IPDN Dipecat


Dua Pelaku Pemukulan Praja IPDN Dipecat

JAKARTA - Dua dari sepuluh oknum praja pelaku pemukulan seorang praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), akhirnya dipecat.

Pemecatan merupakan keputusan tim kecil yang beranggotakan tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN.

Keputusan ini berbeda dengan keputusan yang sebelumnya ditetapkan Ermaya, yang hanya menurunkan pangkat lima oknum pelaku dan menjatuhi skorsing enam bulan terhadap lima pelaku lainnya.

"Surat keputusan rektor dievaluasi kembali oleh tim kecil, evaluasi terhadap penamparan praja. Ada perubahan sedikit yang lima orang diturunkan itu, ada dua orang yang harus diberhentikan. Tadi kami diskusikan sama sama," ujar Ermaya usai bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (31/8).

Menurut Ermaya, keputusan diambil sejalan dengan komitmen Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan keinginan Presiden Joko Widodo, yang tidak menginginkan ada kekerasan di IPDN yang telah ditetapkan sebagai kampus revolusi mental.

"Sekecil apa pun peristiwa (kekerasan,red) apakah itu penamparan apakah kegiatan lain yang mengarah kepada kekerasan, harus ditindak tegas," ucapnya.

Saat ditanya peran dua oknum praja yang dipecat, Ermaya mengatakan orang yang merencanakan dan yang menggerakkan sejumlah oknum pelaku lainnya mendatangi korban hingga kemudian terjadi peristiwa pemukulan.

"Kondisi korban enggak ada masalah, sudah menjalankan aktivitas dengan normal. Ada kuliah biasa," kata Ermaya.

Sebelumnya, Ermaya mengakui telah terjadi kasus pemukulan di Kampus IPDN. Dia menyebut kasus pemukulan tergolong pelanggaran ringan. Karena itu pelaku tidak diberhentikan. Hanya dijatuhi sanksi skorsing dan turun pangkat serta tingkatan.

"Karena pacaran. Akibatnya (korban,red) memar pada bagian bibir. Hasil pemeriksaan dokter bukan merupakan pukulan katagori berat. Namun demikian sekecil apa pun harus diberikan sanksi. Lima orang diturunkan pangkat dan tingkatnya, lima orang lain diskorsing selama enam bulan. Sementara seorang pengasuh praja diberhentikan," pungkas Ermaya.(gir/jpnn)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Banjir Jakarta Pagi Ini: Sejumlah Jalan Masih Terendam
Banjir Jakarta Pagi Ini: Sejumlah Jalan Masih Terendam
Rabu, 26 Februari 2020 08:03 WIB
JAKARTA - Banjir di Kota Jakarta pada 25 Februari 2020 sebagian besar sudah surut. Namun, beberapa ruas jalan dilaporkan masih
Kabar Baik dari Pak Bima untuk Honorer K2 Tenaga Teknis
Kabar Baik dari Pak Bima untuk Honorer K2 Tenaga Teknis
Jum'at, 21 Februari 2020 11:02 WIB
JAKARTA - Pemerintah akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi honorer K2 tenaga teknis dalam rekrutmen CPNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan
Polisi Amankan Satu Kendaraan Honda CRV Milik Tersangka Penipu Putri Arab
Polisi Amankan Satu Kendaraan Honda CRV Milik Tersangka Penipu Putri Arab
Jum'at, 21 Februari 2020 10:14 WIB
JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyita satu kendaraan Honda CRV nopol N 3 KA milik Evie
Joki Tes CPNS Ditangkap
Joki Tes CPNS Ditangkap
Jum'at, 21 Februari 2020 10:11 WIB
JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara masih menemukan praktik perjokian dalam penyelenggaraan seleksi kompetisi dasar CPNS formasi 2019 yang digelar sejak