Rumdin DPR Jadi Gudang Sembako Ahok-Djarot


Rumdin DPR Jadi Gudang Sembako Ahok-Djarot

    JAKARTA - Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungkap adanya keterlibatan pejabat yang melakukan money politics pada pilkada DKI. Pejabat itu merupakan anggota DPR yang tergabung dalam tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

    Yupen Hadi yang membidangi advokasi dan pengamanan Tim Pemenangan Anies-Sandi mengatakan, anggota DPR itu memanfaatkan rumah dinasnya di Kalibata, Jakarta Selatan untuk menimbun sembako. Selanjutnya, sembako itu dilepas ke warga dengan harga murah demi menggaet suara pemilih untuk Ahok-Djarot. “Rumah dinas anggota DPR Kalibata bernomor 4323 jadi tempat penyimpanan logistik yang didistribusikan. Disalurkan hari ini," ujar Yupen saat menggelar konferensi pers, Minggu (16/4).

    Yupen menuturkan, pihaknya telah melaporkan temuan itu ke Bawaslu. Harapannya, Bawaslu segera menindaklanjuti laporan itu. "Dari semua laporan, harapannya Bawaslu proses sebagai tindak pidana money politics pilkada," pungkas Yupen. Hal yang sama juga dilakukan Tim Hukum dan Advokasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta petahana nomor urut dua, Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Badja). Mereka melaporkan adanya dugaan politik uang yang dilakukan tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Basweda-Sandiaga Uno ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta.

    Tim Hukum Badja Ronny B Talapessy, di Jakarta, Minggu malam, menyatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan politik uang tersebut ke Bawaslu, dengan nomor Laporan 086/LP/Pilkada Provinsi DKI/VI/2017. "Pihak terlapor timses pasangan nomor tiga, Hary Tanoesoedibyo dan Nur Asia yang merupakan istri dari Sandiaga Uno," ujar Ronny. Adapun dugaan politik uang yang ditemui yaitu melalui basar beras murah dan pembagian paket sembako murah seharga Rp 3000/ paket. Untuk tempat peristiwa, kata Ronny, kegiatan beras murah di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat. Dan Paket Sembako murah di jalan Mardani Raya, Cempaka Putih. "Peristiwa kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (15/4)," tuturnya.

    Menanggapi hal itu, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyebut bahwa money politic dalam bentuk bagi-bagi sembako itu tidak ada bedanya dengan tindak korupsi. "Kalau kita mau antikorupsi, maka kita lawan politik uang, dan menerima sembako sama dengan korupsi," katanya.

    Bambang berujar, Indonesia saat ini sedang memperkokoh pondasi demokrasi. Sehingga, demokrasi harus dibangun atas azas kejujuran dan tanpa intimidasi. Termasuk tidak menyuap masyarakat dengan sembako. "Kita sedang membangun demokrasi, kalau hal seperti money politic terjadi masif di Jakarta. Maka ini berlawanan dengan proses pendewasaan demokrasi," terangnya.

    Menurut BW, begitu ia disapa, Pilgub DKI Jakarta harus berjalan dengan baik dan berkualitas. Sehingga money politic harus disikapi dan tidak boleh dibiarkan. "Ditakutkan jika money politic dibiarkan, maka itu sama saja kita sedang menulis sejarah suram pilkada di Indonesia," pungkasnya.(dna/JPG)




Banner

Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Gubernur Erzaldi Beraudiensi Dengan Founder & Chairman MarkPlus Inc
Gubernur Erzaldi Beraudiensi Dengan Founder & Chairman MarkPlus Inc
Senin, 14 September 2020 12:40 WIB
JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto serta Kepala BUMD
Gubernur Erzaldi Bahas Produk Unggulan Untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan
Gubernur Erzaldi Bahas Produk Unggulan Untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan
Senin, 14 September 2020 12:39 WIB
JAKARTA - Gubernur Erzaldi didampingi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dasminto memenuhi undangan dari PT
Cuti Bersama Idulfitri 2021 Digeser, Khusus ASN Tunggu Keppres
Cuti Bersama Idulfitri 2021 Digeser, Khusus ASN Tunggu Keppres
Jum'at, 11 September 2020 23:52 WIB
JAKARTA - Pemerintah secara resmi menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021. Penetapan dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama
Hari Ini Ada 3.737 Kasus Baru Covid-19, Korban Jiwa Sudah 8,544 Orang
Hari Ini Ada 3.737 Kasus Baru Covid-19, Korban Jiwa Sudah 8,544 Orang
Jum'at, 11 September 2020 23:44 WIB
JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Hingga Jumat (11/9) pukul 12.00, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total