Ini Alasan Ahok Tak Ditahan


Ini Alasan Ahok Tak Ditahan

    JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkap alasan mengapa Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ditahan meskipun statusnya sebagai terdakwa dalam kasus penistaan agama.

    "Harus dilihat pengalaman-pengalaman kepala daerah yang tersangkut masalah hukum. Posisi Pak Ahok tidak OTT (Operasi Tangkap Tangan), berarti dia menunggu keputusan hukum tetap," kata Tjahjo Kumolo setelah dipanggil Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (16/1).

    Menurut dia, terdakwa yang lain juga diberhentikan dari jabatannya karena yang bersangkutan ditahan. "Terdakwa lain kenapa kami berhentikan karena dia ditahan supaya pemerintahan jalan dengan baik ditunjuk Plt walau belum berkekuatan hukum tetap," tuturnya. Ia mencontohkan beberapa gubernur ditahan setelah ditetapkan sebagai terdakwa, misalnya, Gubernur Riau yang tertangkap dalam OTT.

    Namun, ada satu gubernur yakni Gubernur Gorontalo yang menjadi terdakwa, tetapi tetap menjabat karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. "Lah ini tuntutan jaksa kami tunggu karena ada dua opsi. Ada pasal yang menyatakan 4 tahun, ada yang menyatakan di bawah lima tahun. Keputusan menunggu yang sedang digelar, harapan kami saksi-saksi itu sudah selesai paling lambat tanggal 15 Februari pas hari H coblosan," ujarnya.

    Sebelumnya Kepolisian dan Kejaksaan memprediksikan proses pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus Ahok baru akan berakhir paling cepat Mei 2017. Untuk itu, Tjahjo menegaskan pihaknya akan tetap menunggu keputusan tersebut. "Kami akan menunggu keputusan. Contoh saya kira sekian tahun lalu ada loh, terdakwa belum keputusan hukum tetap dia dipenjara tetap dilantik di penjara begitu diputuskan hukum tetap ya sudah dia drop. Kami enggak mau digugat kami salah. Wong yang kasus OTT narkoba kami pecat saja, kami sekarang digugat kok," katanya.

    Menurut dia, jika Ahok dituntut dengan tuntutan di atas lima tahun maka wakilnya akan menduduki jabatan Pelaksana Tugas (Plt). "Ya opsi begitu, wakil tidak ada sangkut pautnya. Ya wakil nanti Plt kalau tuntutannya di atas 5 tahun, sekarang tidak bisa apa-apa karena beliau (Ahok) posisi cuti," jelasnya.(ant/rb)




Banner

Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Sabtu, 23 Mei 2020 17:34 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1441 Hijriah melalui sebuah video.
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
Jum'at, 22 Mei 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Dr Tirta menyindir para warga yang masih nekat mudik di tengah pandemi corona. Pasalnya saat ini aktivitas mudik
Pemerintah Putuskan Idulfitri Jatuh pada 24 Mei
Pemerintah Putuskan Idulfitri Jatuh pada 24 Mei
Jum'at, 22 Mei 2020 22:07 WIB
JAKARTA - Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1441H/2020M jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020. Penetapan ini berdasarkan sidang isbat
Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Bantu Wartawan Terdampak Covid-19
Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Bantu Wartawan Terdampak Covid-19
Rabu, 20 Mei 2020 18:15 WIB
JAKARTA -- Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di