Persidangan Ahok Berlangsung Lama


Persidangan Ahok Berlangsung Lama

Diperkirakan Mei Baru Selesai
Saksi JPU Sempat Bertemu Buni Yani


    JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan membeberkan jangka waktu persidangan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan kasus penodaan agama Islam. Menurut dia, persidangan pria yang karib disapa Ahok itu kemungkinan akan berlangsung lama.

    Hal itu dikatakannya usai berdiskusi dengan majelis hakim yang kini sedang menggarap Ahok. "Diskusi saya dengan hakim, itu (sidang Ahok) kemungkinan akan panjang. April sampai Mei (akan selesai)" ujarnya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1). Lamanya persidangan, sambung dia, bukan tanpa sebab. Pasalnya, jumlah saksi yang bakal dimintai keterangan adalah sebanyak 46 orang. Dengan rata-rata saksi yang diperiksa setiap minggunya hanya sebanyak empat orang, menurutnya, sidang tentu tidak akan berlangsung cepat.

    Kendati demikian, Iriawan menjamin bahwa sidang akan tetap dilaksanakan setiap minggunya tanpa absen di hari Selasa. Saat melihat proses persidangan, mantan Kepala Divisi Hukum Polri itu mengaku sangat puas. Terutama soal pengamanan yang berangsur-angsur membaik dibanding sidang sebelumnya. "Kita bisa melihat massa meski banyak dan berbeda tapi tetap satu," pungkasnya.

    Dalam sidang kemarin, saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku sempat bertemu dengan Buni Yani. Adalah Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman yang merupakan saksi pertama untuk dimintai keterangan yang mengklaim pernah bertemu Buni Yani. Pertemuan itu diakui Pedri, berlangsung setelah dia melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016 lalu. Tepatnya, pada 28 Desember 2016. "Sekali bertemu di PP Muhammadiyah Menteng, acara refleksi akhir tahun," ucap Pedri menjawab pertanyaan yang dilontarkan penasihat hukum di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

    Sebelumnya, acara Refleksi Akhir Tahun Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diselenggarakan di Gedung PP Muhammadiyah. Dikatakan Pedri, turut hadir saat itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyampaikan ceramah umum. Dia menjelaskan, dirinya berkenalan dengan Buni Yani, karena kapasitasnya sebagai tamu dalam acara tersebut. "Buni Yani tamu," terang Pedri.

    Saksi lain, Ustazah Irena Handono menyatakan bahwa Ahok telah menista Alquran saat menerjemahkan Surah Almaidah 51 dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Seribu. Dalam persepsi Irena, pernyataan Ahok soal Almaidah 51 mencerminkan kebencian terhadap agama Islam dan penganutnya.

    Sebab, Ahok, sudah berkali-kali menyinggung Almaidah 51. “Dia melakukannya berkali-kali, mengomeli orang tua yang beragama islam. Dia sering marah-marah di media, menodai Alquran, Surah Almaidah di beberapa tempat. Itu cerminan kebencian dia," kata Irena di depan majelis hakim. Dia menjelaskan, tindakan Ahok menebar kebencian bukan hanya terjadi di Kepulauan Seribu. Sebab, Ahok jauh-jauh hari sudah menuangkan pemikirannya tentang Almaidah 51 dalam bukunya yang berjudul Merubah Indonesia.

    Namun, penasihat hukum Ahok menyanggah pernyataan Irena. Tim pembela Ahok bertanya apakah Irena pernah membaca buku Merubah Indonesia dan menonton video utuh pidato gubernur DKI nonaktof itu di Kepulauan Seribu. Irena pun mengaku tidak membaca buku Merubah Indonesia ataupun menonton video pidato Ahok secara lengkap. “Tapi teman saya semua bilang Ahok memang menistakan agama," jawab Irena.

Menanggapi jawaban itu, Ahok lantas angkat suara. Ahok menilai kesaksian Irena tidak utuh alias parsial. Sebab, Irena tidak melihat secara menyeluruh bukti yang diajukan dalam sidang perkara ini.

    "Saya keberatan, dia telah memotong konteksnya. Saya katakan itu jangan dipotong, kontennya jadi tidak cocok," kata Ahok. Selain itu, Ahok juga merasa difitnah Irena. "Kalau begitu anda sudah melakukan fitnah besar terhadap saya," tandas Ahok.

    Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menjelaskan, pengguna WhatsApp pada dasarnya tidak bisa mengirim video panjang. Termasuk video pidato lengkap yang berdurasi 1 jam 46 menit. Ahok mempermasalahkan penggalan potongan video pada menit 24.20-24.33. "Saya keberatan, pidato satu jam dipotong jadi 13 detik, dan mengambil kesimpulan," ucapnya.

    Saat kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 27 September lalu, Ahok menjelaskan bahwa yang dibicarakannya mengenai program budidaya ikan kerapu. "Saudara saksi tidak menyimak video utuh," tuturnya.(uya/jpg)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
PLN Berharap Tak Rugi di Akhir Tahun
PLN Berharap Tak Rugi di Akhir Tahun
Rabu, 28 November 2018 10:43 WIB
JAKARTA - PT PLN (Persero) berharap penguatan rupiah dan pelemahan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir bisa membantu perusahaan tak
KPK Lelang Tanah dan Apartemen Djoko Susilo
KPK Lelang Tanah dan Apartemen Djoko Susilo
Rabu, 28 November 2018 10:40 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melelang sejumlah aset milik mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Djoko Susilo. Aset-aset
Pemkab Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Kategori Sangat Baik
Pemkab Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Kategori Sangat Baik
Selasa, 27 November 2018 15:58 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali mendapatkan penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2018 melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Harga Kelapa Sawit Tiarap
Harga Kelapa Sawit Tiarap
Kamis, 22 November 2018 14:42 WIB
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menepis isu implementasi B20 yang tak maksimal sebagai biang keladi tiarapnya harga kelapa sawit.