Terima Kasih, Pangdam Jaya Tetap Tenang Meski Polri Tangkap Pak Kivlan


Terima Kasih, Pangdam Jaya Tetap Tenang Meski Polri Tangkap Pak Kivlan

JAKARTA - Praktisi hukum M Zakir Rasyidin mengapresiasi tindakan dari Polda Metro Jaya yang menangkap terduga pelaku makar menjelang Aksi 212, Jumat (2/12). Pasalnya, bila hal itu tak dilakukan maka bisa berakibat fatal.

“Sebab kita tahu makar tidak hanya berbahaya dalam konteks politik, namun juga dalam aspek ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga siapa pun yang mau mencoba melakukan makar, maka sudah menjadi tugas kepolisian untuk menegakkan aturannya,” ucap Zakir, Rabu (7/12).

Menurutnya, TNI juga sudah sangat konsekuen dalam mempertahankan negara meski di dalam deretan tokoh yang diduga merencanakan makar terdapat dua mantan petinggi TNI. Yakni Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha.

“TNI tetap konsekuen terhadap tangung jawabnya dalam mempertahankan negara. Pernyataan Pangdam Jaya (Mayjen Teddy Lhaksmana, red) saya kira sudah menjadi kesimpulan bahwa isu keberatan TNI terkait penangkapan para purnawirawan TNI tidak benar,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menganut prinsip kesetaraan di depan hukum. “Sehingga tidak ada satu pun yang kebal hukum,” tegasnya.

Sedangkan anggota Komisi III DPR Aziz Syamsudin mengacungkan jempolnya atas langkah Polri terutama Polda Metro Jaya yang bertindak antisipatif dengan menangkap tokoh-tokoh yang diduga hendak menunggangi Aksi 212 untuk menduduki parlemen.

“Saya masih menaruh apresiasi yang tinggi pada penegak hukum dalam melakukan tugas dan kewenangannya secara profesional berdasarkan ketentuan dan aturan perundang-undangan,” ujar Aziz.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, polisi tentunya punya alasan untuk menangkap dan menetapkan mereka sebagai tersangka. “Tentu punya petunjuk dan bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegasnya.

Terkait sikap TNI yang tetap solid meski ada dua purnawirawan yang ikut ditangkap, Aziz punya pendapat sendiri.  “TNI dalam fungsi dan tugasnya yang diatur dalam undang-undang kan  untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.(elf/JPG)




Banner

Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
38 WNI di Depo Imigrasi Malaysia Positif COVID-19
38 WNI di Depo Imigrasi Malaysia Positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 05:14 WIB
KUALA LUMPUR - Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan sebanyak 38 warga negara Indonesia (WNI) dari 227 warga negara asing yang
Gugus Tugas: Warga Dituntut Beradaptasi Karena COVID-19 Belum Berakhir
Gugus Tugas: Warga Dituntut Beradaptasi Karena COVID-19 Belum Berakhir
Selasa, 26 Mei 2020 05:12 WIB
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan seluruh masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi karena pandemi COVID-19
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Sabtu, 23 Mei 2020 17:34 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1441 Hijriah melalui sebuah video.
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
Jum'at, 22 Mei 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Dr Tirta menyindir para warga yang masih nekat mudik di tengah pandemi corona. Pasalnya saat ini aktivitas mudik