KPK Pelototi Anggaran Pendidikan


KPK Pelototi Anggaran Pendidikan

    JAKARTA - Gencarnya pemberantasan koruptor dan operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap patgulipat penggiringan anggaran proyek pemerintah ternyata tak serta-merta membuat jera. Sebab, praktik kotor mengijon proyek yang dibiayai APBD tetap saja terjadi.

    Terbaru, praktik suap ijon proyek yang berhasil dibongkar KPK ada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (15/10). Praktik suap yang dibongkar berkaitan dengan ijon proyek di Dinas Pendidikan Kebumen yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2016. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan tak memungkiri bahwa modus-modus korupsi semacam ini masih banyak terjadi. "Modus ini diduga banyak terjadi di daerah-daerah tidak hanya Kebumen, bahkan seluruh Indonesia," ujarnya di KPK, Minggu (16/10).

    Karenanya komisioner perempuan pertama di KPK itu mengingatkan semua kepala daerah untuk waspada agar tidak terjadi lagi seperti di Kebumen. Bahkan, ia mengultimatum pengusaha agar tidak berupaya memengaruhi pengambilan keputusan dalam kebijakan publik. Basaria menegaskan, KPK saat ini memelototi anggaran sektor pendidikan. Sebab, 20 persen dari APBN dan APBD dialokasikan untuk pendidikan. "Jangan sampai proyek dana pendidikan ini dijadikan bancakan antara pengusaha eksekutif dan legislatif," kata purnawirawan Polri berpangkat inspektur jenderal ini.

    Pada kesempatan sama, Wakil Ketua KPK La Ode M Syarif menambahkan, pihaknya memberi perhatian khusus pada proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karenanya, jangan sampai anggaran pendidikan dikorupsi. "Pendidikan sangat penting bagi kelangsungan pendidikan generasi muda di masa mendatang," katanya. Terkait, OTT pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ada enam orang yang terjaring OTT.

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, suap itu terkait dengan APBD Kebumen. “Khususnya di dinas pendidikan yang akan diberikan uang Rp 4,8 miliar,” ujarnya. OTT itu digelar di sejumlah lokasi, pukul 11.00 kemarin (15/10). Tiga orang tangkapan KPK berasal dari DPRD Kebumen. Yakni Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudi Trihartanto , serta dua legislator lainnya bernama Dian Lestari dan Suhartono. Sedangkan tiga orang lainnya adalah Sekda Kabupaten Kebumen Andi Pandowo, PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen bernama Sigit Widodo dan seorang swasta bernama Salim dari PT Osma milik pengusaha Jakarta bernama Hartoyo.

    Menurut Basaria, proyek di Dinas Pendidikan Kebumen itu ternyata menjadi incaran PT Osma. Selanjutnya, PT Osma menggandeng Sigit untuk bisa mengerjakan proyek senilai Rp 4,8 miliar di Dinas Pendidikan Kebumen itu. PT Osma pun menyiapkan komisi 20 persen untuk pihak-pihak di Kebumen. “Sekitar 20 persen dari nilai Rp 4,8 miliar. Yang diterima nantinya Rp 750 juta,” sebutnya.

    Kepala bidang pemasaran pada Dinas Pariwisata Kebumen itu tak mau menjawab pertanyaan wartawan terkait suap. Sigit yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo itu langsung masuk ke mobil tahanan KPK. Sebelum Sigit, tersangka Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudi Tri Hartanto lebih dulu digelandang keluar dari ruang penyidikan KPK. Yudi mengklaim tak menerima duit suap.

    "Tidak tahu. Saya cuma membawa," katanya. Yudi pun mengaku tidak tahu keberadaan Hartoyo yang kini tengah diburu KPK. "Tidak tahu," ujar politikus PDI Perjuangan itu. Yudi baru selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 15.50 usai ditangkap KPK, kemarin (15/10) pagi. Yudi bersama Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kebumen Sigit Widodo diduga menerima suap dari Hartoyo. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak kedua tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama.  "Penahanan demi kepentingan penyidikan," katanya.

    Yuyuk menjelaskan, Sigit dtitipkan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Sedangkan Yudi yang juga politikus PDI Perjuangan dijebloskan ke Rutan Cipinang Jakarta Timur cabang KPK.(mg4/jpnn)




Banner

Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
38 WNI di Depo Imigrasi Malaysia Positif COVID-19
38 WNI di Depo Imigrasi Malaysia Positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 05:14 WIB
KUALA LUMPUR - Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan sebanyak 38 warga negara Indonesia (WNI) dari 227 warga negara asing yang
Gugus Tugas: Warga Dituntut Beradaptasi Karena COVID-19 Belum Berakhir
Gugus Tugas: Warga Dituntut Beradaptasi Karena COVID-19 Belum Berakhir
Selasa, 26 Mei 2020 05:12 WIB
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan seluruh masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi karena pandemi COVID-19
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Pak Jokowi Ucapkan Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lebaran dalam Kondisi Berat Ini
Sabtu, 23 Mei 2020 17:34 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1441 Hijriah melalui sebuah video.
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
dr Tirta: Enjoy Bosku, Rekor Sehari Tambah 900, Kasih Selamat Buat Teman Kalian yang Mudik
Jum'at, 22 Mei 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Dr Tirta menyindir para warga yang masih nekat mudik di tengah pandemi corona. Pasalnya saat ini aktivitas mudik