Tak Bisa Menyeberang, Sahirin dan Istrinya yang Hamil 8 Bulan Terlantar di Pelabuhan Tanjung Kalian


Tak Bisa Menyeberang, Sahirin dan Istrinya yang Hamil 8 Bulan Terlantar di Pelabuhan Tanjung Kalian

MUNTOK - Kebijakan penutupan layanan pelabuhan bagi penumpang di Tanjung Kalian Muntok Bangka Barat, menyisakan beberapa persoalan, bahkan persoalan yang timbul lebih ke  arah kemanusiaan.

Sejak adanya larangan layanan penyeberangan bagi penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, saat ini ada puluhan calon penumpang yang terlantar dan terkantung-katung, akan kondisi yang mereka hadapi.

Hingga kini, puluhan calon penumpang tersebut, belum mendapatkan kepastian dari pemerintah, terhitung hingga hari ini Rabu (29/4) sudah lima hari mereka terlantar menunggu kepastian dari pemerintah daerah. 

Salah satu dari penumpang yang terlantar di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, yakni Sahirin laki-laki berusia 36 tahun ini terpaksa harus menikmati dinginnya malam, tidur di penampungan yang disediakan Pemda Bangka Barat, Sahirin bersama istrinya Leni Herlina 38 tahun dan satu orang anaknya yang masih berusia 2 tahun, mengaku bingung akan kondisi yang ia alami.

Disisi lain, Sahirin yang bekerja sebagai buruh kebun milik salah satu orang berduit di Kawasan Belo Laut Kecamatan Muntok, tak dapat berbuat banyak, dikarenakan Sahirin sudah terlanjur mengundurkan diri sebagai buruh kebun beberapa hari lalu.

Bermaksud membawa anak istrinya pulang  ke kampung halaman di Musirawas Utara Provinsi Sumsel, Sahirin bersama anak dan istrinya yang sedang hamil 8 bulan terpaksa harus menerima kondisi pahit, sejak 24 April 2020 lalu, Sahirin bersama anak dan istrinya, tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian dan tidak diperbolehkan untuk menyeberang, sesuai dengan Edaran Kementerian Perhubungan RI.

“Sekarang tidak lagi pada persoalan Covid-19, tetapi kondisi akan di perparah dengan persoalan kemanusiaan.

"Untuk itu, saya usahakan bagaiamana bapak ini bisa menyeberang bersama anak istrinya. Saya akan bertanggungjawab, memang secara aturan tidak boleh, tapi ini adalah kemanusiaan, istrinya sedang hamil 8 bulan, jangan dibiarkan terlantar lagi," ujar Kabid Gakkum Satpol PP Pemkab Babar Des Kurniawan saat di konfirmasi Radar Bangka Online, Rabu (29/04) siang.

Des mengatakan, dari pentauan yang dilakukannya bersama tim terdiri dari unsur TNI/Polri dan Satpol PP, selain istri Sahirin yang sedang mengandung, ada satu lagi wanita yang mengandung.

"Oleh karena itu, hari ini kita usahakan mereka berangkat, tadi saya sudah minta pihak Puskesmas untuk memberikan surat keterangan kehamilan, saya bertanggungjawab untuk hal ini," pungkas Des Kurniawan. (Rb)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Pilkada 2020, Polres Bangka Barat Terjunkan Kekuatan Penuh
Pilkada 2020, Polres Bangka Barat Terjunkan Kekuatan Penuh
Jum'at, 10 Juli 2020 20:25 WIB
MUNTOK -- Polres Bangka Barat menerjunkan 2/3 kekuatan yang ada untuk mengamankan jalannya Pilkada serentak di Kabupaten Bangka Barat.
NasDem Bangka Barat Sowan ke Tiga Partai Sekaligus
NasDem Bangka Barat Sowan ke Tiga Partai Sekaligus
Rabu, 08 Juli 2020 20:09 WIB
MUNTOK -- Jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Bangka Barat, jajaran pengurus partai NasDem Bangka Barat menemui para pengurus
Papan Plang Larangan DLH Tak di Gubris
Papan Plang Larangan DLH Tak di Gubris
Rabu, 08 Juli 2020 19:55 WIB
MUNTOK -- Keberadaan investasi tambak udang yang ada di Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip, memicu berbagai persoalan, mulai dari hukum,
Kejari Babar Surati APIP Terkait Laporan Masyarakat Proyek Pemkab
Kejari Babar Surati APIP Terkait Laporan Masyarakat Proyek Pemkab
Senin, 06 Juli 2020 21:18 WIB
MUNTOK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat (Babar) menyerahkan beberapa laporan masyarakat kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).