Sistem Tata Niaga Jual Beli TBS Gencet Harga Jual Petani


Sistem Tata Niaga Jual Beli TBS Gencet Harga Jual Petani

MUNTOK -- Sistem jual beli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang selama ini di terapkan di Bangka Belitung umumnya adalah faktor utama penyebab rendahnya harga jual TBS di tingkat petani. Oleh sebab itu, yang namanya kesejahteraan tidak akan pernah didapatkan oleh petani Kelapa Sawit yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Ditemui salah satu petani yang ada di Bangka Barat Bustanil mengungkapkan Tata Niaga TBS kelapa sawit saat ini sangat mempersulit para petani. Mengingat, panjangnya birokrasi tata niaga tersebut sehingga harga jual TBS di tingkat petani sangat mudah di permainkan oleh para kartel.

"Saat ini ada minimal tiga tingkatan sistem tata niaga perdagangan TBS Kelapa Sawit di Bangka Barat saja saya bicara, mulai dari Perusahaan Perkebunan (pabrik,red), pemilik Delevery Order (DO), Pengepul (tengkulak,red) baru petani. "Jadi, dengan demikian, sangat mudah sekali permainan harga di tingkat petani di lakukan oleh pemilik modal, "ungkap Bustanil salah satu petani perkebunan Kelapa Sawit yang ada di Bangka Barat. Jumat (14/6) siang.

Menurut Bustanil, untuk menstabilkan harga TBS di tingkat petani sudah sepatutnya perusahaan perkebunan memberikan kerjasama antar petani yang di wadahi suatu kelembagaan tertentu. 

"Jika masih ada permainan dengan pemilik DO maka sama saja bohong, harga jual petani tetap saja di permainkan. Untuk harga fantastis itu sampai kapan pun tidak akan bisa di nikmati oleh petani. Hal ini berbanding terbalik dengan biaya produksi, "terang Bustanil. 

Selain itu, dengan keleluasan yang di berikan oleh pihak perusahaan perkebunan dalam bentuk kerjasama mengenai jual beli harga TBS petani, Bustanil menganggap hal tersebut juga adalah bentuk nyata kontrobusi perusahaan yang berinvestasi di Bangka Barat khususnya. 

"Selain CSR yang di keluarkan, kerjasama seperti ini pun adalah bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat dalam hal ini petani. Kalau masih dengan sistim tata niaga sekarang hanya memperkayakan individu saja terutama yang berduit. Petaninya hanya sebatas cukup ngasih masih makan keluarga dan kebun sawit saja," terangnya.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Tiga Orang Tewas Akibat Laka Tambang Bukit Panjang Mayang
Tiga Orang Tewas Akibat Laka Tambang Bukit Panjang Mayang
Selasa, 16 Juli 2019 14:50 WIB
MUNTOK -- Tiga orang penambang biji timah di Bukit Panjang Desa Mayang Kecamatan Simpang Teritip tewas disebabkan tertimbun tanah. Ketiga
Bong Ming Ming : Jangan asal berinvestasi Harus Ada Kontribusi Untuk Masyarakat
Bong Ming Ming : Jangan asal berinvestasi Harus Ada Kontribusi Untuk Masyarakat
Senin, 15 Juli 2019 22:59 WIB
MUNTOK -- Politis dan juga anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bong Ming Ming menegaskan dalam waktu dekat DPRD Provinsi
Warga Cupat Tolak Tambang Bouksit, Bong Ming Ming : DPRD akan panggil pihak pihak terkait
Warga Cupat Tolak Tambang Bouksit, Bong Ming Ming : DPRD akan panggil pihak pihak terkait
Senin, 15 Juli 2019 22:48 WIB
MUNTOK -- Sejumlah perwakilan warga masyarakat Desa Cupat Desa Kecamatan Parit tiga mendatangi DPRD Provinsi Bangka Belitung. Kedatangan warga Cupat
Sabu seberat 5 Kg Diamankan Petugas Di Tanjung Kalian
Sabu seberat 5 Kg Diamankan Petugas Di Tanjung Kalian
Kamis, 11 Juli 2019 17:50 WIB
MUNTOK -- Tim gabungan mengamankan narkoba jenis sabu sabu seberat lima kilogram dari tangan satu orang pelaku yang di duga