Medsos Era Android Adalah Pemicu Perceraian di Babar


Medsos Era Android Adalah Pemicu Perceraian di Babar

MUNTOK -- Ketua Pengadilan Agama Muntok, Tibyani menyampaikan penyebab utama perceraian di Kabupaten Bangka Barat (Babar) di duga rata - rata disebabkan perselingkuhan karena akses Media Sosial (Medsos) lebih mudah di Era Android sekarang ini dan kurangnya tanggung jawab suami dalam menafkahi keluarga.

Tibyani mengatakan pernyataan tersebut usia acara Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kantor Pengadilan Agama Mentok, Komplek Pemkab Babar, Senin (4/3/2019).

"Alasan perceraian sebenarnya variatif ya, mulai dari perselingkuhan diakibatkan biasalah era android media sosial itu banyak juga. Mungkin juga alasan yang selanjutnya kurang tanggung jawabnya suami dalam nafkah itu juga termasuk salah satu terbesar alasan perceraian mereka," ungkap Tibyani.

Namun kata dia, angka perceraian di Kabupaten Bangka Barat termasuk paling rendah di Provinsi Bangka Belitung ini. "Itu rata-rata di kisaran 300 sampai 350 pertahun,  itupun dengan variasi perkara ya bukan hanya perceraian mulai dari penguasaan anak, isbat nikah kemudian ada juga poligami," jelas dia.

Tabyani memaparkan, untuk tahun 2018,  angka perceraian di Bangka Barat kurang lebih di kisaran angka 350 perkara, sedangkan tahun 2019 yang baru berjalan selama tiga bulan ini, angka tersebut tercatat sebanyak 70 perkara.

Lebih jauh dia mengatakan, perceraian yang terjadi memang rata - rata di usia pernikahan  yang masih muda, karena pada pernikahan yang masih baru tersebut masih rawan diterpa ujian dalam berumahtangga. 

Namun pihak Pengadilan Agama kata dia, harus menempuh langkah mediasi sebelum sidang perkara dimulai. Hal itu sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016.

"Makanya sebelum kami putus perkara itu kan ada proses mediasi. Jadi, pengadilan sebelum memproses perkara itu,  Pengadilan Agama wajib untuk memediasi bahkan dalam aturan tersebut kalau tidak dimediasi perkara jadi tidak sah atau batal," imbuhnya.

"Jika proses mediasi sudah ditempuh dan pasangan yang hendak bercerai tidak bersedia untuk berdamai, barulah proses perkara berjalan dan diputus," sambung dia.

Melihat data yang tercatat di Pengadilan Agama Muntok, diketahui perbandingan jumlah perkara yang ditangani mereka dari dua jenis cerai Tahun 2017 dan Tahun 2018 tidak ada perubahan, yaitu di angka 308 kasus perceraian. Dengan rincian Cerai talak sebanyak 77 kasus dan Cerai gugat 231 kasus pada tahun 2017, sedangkan tahun 2018 Cerai talak berjumlah 76 kasus dan Cerai gugat 232 perkara. (oma)
 





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Anak "TERAS" Galang Dana Untuk Korban Bencana
Anak "TERAS" Galang Dana Untuk Korban Bencana
Minggu, 17 Maret 2019 19:22 WIB
MUNTOK - Sekelompok pelajar yang tergabung di komunitas yang dinamakan Anaka "TERAS" melakukan penggalangan dana untuk korban bencana yang akhir
Mencuri Gitar SDN 12 Jebus, DI Harus Berurusan Dengan Polisi
Mencuri Gitar SDN 12 Jebus, DI Harus Berurusan Dengan Polisi
Minggu, 17 Maret 2019 15:25 WIB
MUNTOK-- DI (23) Warga Desa Ranggi Asem, Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat (Babar) diringkus unit Reskrim Polsek Jebus, di kediamannya
14 Anak Terindikasi Stunting di Desa Air Putih Akan Didampingi IIKT Unmet Muntok
14 Anak Terindikasi Stunting di Desa Air Putih Akan Didampingi IIKT Unmet Muntok
Kamis, 14 Maret 2019 17:29 WIB
MUNTOK -- Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) Unit Metalurgi (Unmet) Muntok Kabupaten Bangka Barat, akan mendampingi sebanyak 14 anak yang
Pokja Wartawan Babar Dukung Pemda Bentuk LPPL
Pokja Wartawan Babar Dukung Pemda Bentuk LPPL
Selasa, 12 Maret 2019 18:42 WIB
MUNTOK -- Sejumlah awak media yang tergabung di Pokja Wartawan Bangka Barat mendukung Pemkab Bangka Barat mendirikan Lembaga Penyiaran Publik