Wabup Babar Ngaku Tak Dilibatkan Dalam Perombakan 17 Pejabat Eselon


Wabup Babar Ngaku Tak Dilibatkan Dalam Perombakan 17 Pejabat Eselon

MUNTOK - Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Bangka Barat (Babar), Markus mengaku tidak dilibatkan dalam perombakan (Pelantikan..red) 17 pejabat eselon II dan eselon III oleh Bupati H Parhan Ali melalui Seketaris Daerah (Sekda), H Yunan Helmi,  Rabu (30/1/2019).

"Saya nggak tau siapa yang dilantik, saya nggak hadir lah Karena saya merasa tidak dilibatkan. Karena itukan harusnya secara lisan BKPSDMD itu melaporkan dulu ke Wabup, di kordinasikan sebelum ada keputusan," sesal Markus.

Diakui Markus, Markus jika dia juga jarang Dinas Luar (DL) dan beberapa pekan terakhir ini ia berada di Kota Muntok Kabupaten Babar untuk menjalankan tugas seperti biasa.

"Memang hari ini infonya ada pelantikan, papi saya terkejut ada pelantikan hari ini, saya baru dikasih tau tadi pagi itu saja Sekda yang WA. Sementara undangannya baru datang pukul 12.00 WIB tadi. Saat itu saya ada  di Muntok, ini saya di rumah Dinas, tadi pagi juga saya pergi ngantor,"kata Markus.

Perombakan 17 pejabat eselon II dan III Pemkab Babar tak urung menuai kritikan di Media Sosial (Medsos), Facebook atas nama Brurry Rusyadi yang tak lain adalah mantan anggota DPRD Babel periode 2009 - 2014. Dalam akun Fecebook miliknya, Brurry memposting " Bangka Barat Hebat, nyatanya Bangka Barat Amburadul. UU 23 th 2014 tidak dipatuhi dan dijalankan, satu bukti, hari ini akan ada mutasi dalam kondisi BUPATI tak berdaya, pelantikan dilimpahkan kepada SEKDA, sementa(ra) WABUB ada di tempat. GUBERNUR PROV. KEP. BABEL harus bertanggung jawab," tulis dia di akun facebook-nya sekitar pukul 12.00 siang.

Saat dikonfirmasi Radar Bangka, Brurry Rusyadi mengatakan sebagai masyarakat Babar, dirinya tau persis dengan kondisi Babar. Dan  bukan menjadi rahasia umum bahwa kondisi Bupati Babar dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas dan memberikan perintah untuk itu (Perombakan..red).  "Bahkan kami meragukan, apakah Bupati mampu menandatangani surat-surat tugas," ujarnya.

Dalam kesempatan inipula, Brury mempertanyakan pelaksanaan UU nomor 23 tahun 2014 khususnya pasal 66, yang menyebutkan bahwa apabila Bupati berhalangan atau tidak bisa menjalankan tugas apakah dia dalam kadaan terpidana, atau memang dia berhalangan sementara, maka tugas bupati itu harus diserahkan kepada Wakil Bupati. Poin tersebut kemudian ia kaitkan dengan pelantikan yang akan dilakukan oleh Sekda Babar Yunan Helmi.

"Dalam UU itu tidak ada menyebutkan kewenangan Sekda. Ironisnya kok hari ini untuk pelantikan mutasi pejabat kok diserahkan kepada sekda. Sementara wakil bupati ada di tempat (Babar). Wakil Bupati dalam keadaan sehat walafiat. Ini ada apa," kata dia.

Sementara Sekda Babar Yunan Helmi membantah jika perombakan pejabat disebut terkesan mendadak. "Enggak (terkesan dadakan). Kan Desember kemarin kami sudah melakukan jobfit berarti tindaklanjutnya adalah pelantikan, penyesuaian, rolling lah," kata Yunan kepada awak media usai pelantikan berlangsung.

"Ini tidak dadakan, karena pekerjaan Baperjakat itu harus benar-benar rahasia. Sebetulnya ketika kawan-kawan melihat ada semacam jobfit kemarin Desember, itu harusnya awal Januari (dilantik) tetapi karan ada proses yang panjang, hari ini baru kami lakukan," ucapnya.

Yunan juga menjawab apa yang menjadi sorotan mengenai pelantikan ini di facebook atas nama Brury Rusyandi. Menurut dia, pelantikan tidak dilakukan Wabup Babar Markus bisa jadi karena Markus ada tugas-tugas lain.

Saat dikonfrimasi wartawan  Wabup Babar Markus, ternyata sedang berada di Babar saat pelantikan dilakukan, Yunan menjawab bahwa ia menjalankan perintah Bupati Babar Parhan Ali.

"Saya tidak tahu persis seperti apa. Tetapi tugas saya ketika ada perintah dari pak Bupati saya laksanakan, artinya kan boleh jadi Pak Bupati berpikir beliau baru kemarin baru melantik Pak Kades, sehingga hari ini beliau mungkin ada kegiatan lain, maka didelegasikan kepada saya," ungkap Yunan.

"Tugas saya sebagai Sekda itu berdasarkan UU 23 tahun 2014 itu ada tiga. Yang pertama membantu pimpinan, kepala daerah menyusun program kerja kepala daerah RPJMD. Kemudian kedua mengkoordinir seluruh kerja para kepala OPD. Dan yang ketiga melaksnakan tugas-tugas lain yang dilakukan kepala daerah, baik pak bupati dan wakil bupati," katanya.

Menurut dia, tak ada yang aneh dari proses pelantikan hari ini meskipun Wabup Babar berada di Babar saat bersamaan. 
"Tidak ada yang aneh-aneh lah. Dulu Pak Ramli Ngat Jum juga melantik. Pak Yan Megawandi juga melantik, kemarin Sekda Sukabumi juga melantik 40 pejabat eselon II dan III dan IV. (Dikonfirmasi walaupun Wabup Babar ada di Babar) tadi pada saat saya mau melantik ini, tidak ada beliau," kata Yunan. 

Selanjutnya ketika dikonfirmasi tentang keberadaan Bupati Bangka Barat yang dipertanyakan Brury, Sekda mengatakan saat ini Bupati Babar tengah masa pemulihan. Beberapa bulan belakangan Bupati Babar memang diketahui jarang terlihat. "Sekarang beliau lagi recovery. Lagi pemulihan. Kita doakan supaya beliau cepat pulihlah," pungkas Sekda. (oma)
 





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Mayat Mr X Ditemukan Dibawah Lapak Pasar Ikan
Mayat Mr X Ditemukan Dibawah Lapak Pasar Ikan
Rabu, 17 April 2019 15:42 WIB
MUNTOK- Mr X (52) ditemukan tewas dengan kondisi tergeletak di bawah lapak Pasar Ikan lama Kelurahan Tanjung Kecamayan Muntok, Bangka
Anak "TERAS" Galang Dana Untuk Korban Bencana
Anak "TERAS" Galang Dana Untuk Korban Bencana
Minggu, 17 Maret 2019 19:22 WIB
MUNTOK - Sekelompok pelajar yang tergabung di komunitas yang dinamakan Anaka "TERAS" melakukan penggalangan dana untuk korban bencana yang akhir
Mencuri Gitar SDN 12 Jebus, DI Harus Berurusan Dengan Polisi
Mencuri Gitar SDN 12 Jebus, DI Harus Berurusan Dengan Polisi
Minggu, 17 Maret 2019 15:25 WIB
MUNTOK-- DI (23) Warga Desa Ranggi Asem, Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat (Babar) diringkus unit Reskrim Polsek Jebus, di kediamannya
14 Anak Terindikasi Stunting di Desa Air Putih Akan Didampingi IIKT Unmet Muntok
14 Anak Terindikasi Stunting di Desa Air Putih Akan Didampingi IIKT Unmet Muntok
Kamis, 14 Maret 2019 17:29 WIB
MUNTOK -- Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) Unit Metalurgi (Unmet) Muntok Kabupaten Bangka Barat, akan mendampingi sebanyak 14 anak yang