Siswa SDN 17 Muntok Belajar Tanpa Bangku, Kadisdikpora Babar Terkesan Diskriminatif


Siswa SDN 17 Muntok Belajar Tanpa Bangku, Kadisdikpora Babar Terkesan Diskriminatif

MUNTOK - Sikap diskriminatif  dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora), kabupaten Bangka Barat (Babar), Ismanto kepada wartawan yang bermaksud melakukan konfirmasi terkait siswa di SDN 17 Muntok belajar tanpa kursi dan bangunan sekolah masih menumpang.

Wartawan yang berupaya ingin mendapatkan konfirmasi langsung dari Kadisdikpora Babar, agar tidak terjadinya kesimpangsiuran dalam pemberitaan yang saat itu menunggu cukup lama di ruang tunggu kantor Disdikpora Babar ternyata harus pulang dengan perasaan kecewa. Pasalnya, dari empat wartawan yang sudah mengunggu, hanya satu wartawan yang diperbiolehkan masuk menghadap Kadisdikpora Babar Ismanto.

Sementara ketiga wartawan tiga wartawan lainnya yang tidak diizinkan masuk yakni dari wartawan RMol Babel,  Babel Review dan Radar Bangka yang sejatinya telah dinyatakan lulus UKW, sebagai anggota Muda dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Pertanyaannya, ada apa dengan Ismanto..?

" Bapak Nordin boleh masuk. Bapak Nordin aja,"ujar Staf yang bertugas didepan ruang Kadisdikpora Babar.

Tak urung kondisi ini secara tidak langsung menunjukan jika Kadisdikpora Babar tebang pilih dan menghambat tugas jurnalistik dalam menyampikan informasi kepada masyarakat. Terlebih lagi pemberitaan yang menyangkut sarana dan prasarana dunia pendidikan yang tak layak merupakan salah-satu fungsi kontrol wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistrik dalam mendukung program pembangunan pemerintah setempat.

" Kenapa kami bertiga tidak diperbolehkan masuk bersama Nordin untuk mewawancarai Iswanto. Apa bedanya kami dengan Nordin. Kenapa sampai tidak diperbolehkan masuk. Apa kami dianggap bukan wartawan." tegas Sepri Wartawan RMol Babel, yang merasa telah dilecehkan oleh Kadisdikpora Babar.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Bangka Barat, Husni sangat perihatin terhadap perlakuan Ismanto terhadap rekan seprofesi nya. "Menyayangkan, seharusnya teman-teman diterima dulu," sebut Husni ketika dihubungi via telepon.

Buditio,  wartawan dari Babel Review, ia menyatakan sepakat dengan ketua Pokja dan sangat menyayangkan tindakan dari kepala Disdikpora. "Saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh ketua Pokja. Apalagi di era keterbukaan seharusnya peran seorang jurnalis yang menjadi bagian untuk memberikan informasi kepada masyarakat" ungkapnya.

Menyikapi hal ini Anggota Komisi I DPRD Babar Nendar Firdaus, mengaku sangat prihatin tindakan yang dilakukan oleh Kadisdikpora Babar, Iswanto. 

"Pertama saya jelaskan dulu, saya yang duduk di komisi I, terkait Maslah siswa kelas 5 SDN 17 Muntok yang masih duduk di lantai, saya baru tau ini. yang kedua saya pikir sekarang adalah era transparansi,  keterbukaan. Artinya terkait ada penyekatan terhadap media, tidak diberikan akses, saya pikir Kepala Dinas tidak boleh, artinya harus terbuka," Ucap Nendar saat dihubungi via telepon.

"Apalagi terkait dunia pendidikan, pendidikan itu secara sistematis memang dari dinas pendidikan sampai sekolah-sekolah guru yang memang memiliki kewenangan itu. Tapi masyarakat sebagai sistem kontrol, diluar dari sistem itu, mempunyai hak akses untuk mengetahui, tidak boleh ada penyekatan. Dalam hal ini Pers adalah bagian dari sosial kontrol, bagian dari masyarakat yang harus 

mengetahui, mestinya diknas tidak memberikan semacam diskriminatif terhadap wartawan, artinya tidak boleh hanya 1 atau 2 media yang boleh. Apa bedanya" tambah Nendar.

Nendar jika dirinya tidak sejalan dengan apa yang telah dilakukan Kadisdikpora Babar tersebut. Pasalnya, dengan sikap dan membatasi gerang gerak wartawan terlebih dijaman keterbukaan informasi seperti sekarang ini.

"Saya sebagai Komisi satu, yang membidangi pendidikan, saya tidak sependapat dan saya pikir perlu klarifikasi atas sikap kepala dinas pendidikan Bangka barat, yang memberikan ruang gerak atau batas terhadap wartawan yang ingin meliput persoalan-persoalan masalah pendidikan, dan saya pikir itu penting, harus terbuka, jaman sekarang tidak ada lagi yang harus ditutupi, termasuk kekerasan segala macam itu harus terbuka," tegasnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD Babar, Samsir, menurutnya sebagai Kadisdikpora sudah seharusnya Ismanto menerima dan tidak melakukan diskriminatif terhadap wartawan. Terlebih lagi  wartawan yang datang merupakan wartawan yang biasa meliput di kabupaten Babar.

"Kalau masalah hak dari pada kepala dinas yang hanya memperbolehkan satu media yang masuk, itukan hak dia, tapi kalau dilihat etika, hal ini rekan-rekan, jelas diskriminatif,  apa bedanya," tegasnya.

Sementara Kadisdikpora Ismanto ketika dihubungi via telfon, namum wartawan belum sempat mengatakan sesuatu, Ismanto langsung memotong pembicaraan. "Sudah k minta di (salah satu media..red) Bai lah ok, sudah-sudah lah itu lah, gawe banyak ini," ucap Ismanto.

Sementara Wakil Bupati Babar, Markus tidak banyak komentar, namun dirinya berjanji akan segera menegur Kadisdikpora Babar Ismanto terkait sikap diskriminatif yang telah dilakukan kepada awak media. "Siapa yang tidak memberikan masuk, nanti saya tegor."tegas Markus. (**)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Orang Gila Masuk DPT Pemilu 2019
Orang Gila Masuk DPT Pemilu 2019
Senin, 10 Desember 2018 17:10 WIB
MUNTOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Ke-2 untuk pemilu 2019 sebanyak
Pemkab Bangka Barat Lelang 10 Mobil dan 12 Motor Dinas
Pemkab Bangka Barat Lelang 10 Mobil dan 12 Motor Dinas
Senin, 26 November 2018 19:51 WIB
MUNTOK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat (Babar) Melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD), segera melakukan pelelangan barang
Catat!! Atlet Babar Peraih Mendali Emas di Porprov Babel Diganjar Bonus Rp20 Juta
Catat!! Atlet Babar Peraih Mendali Emas di Porprov Babel Diganjar Bonus Rp20 Juta
Jum'at, 23 November 2018 22:45 WIB
MUNTOK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat (Babar), menyiapkan Bonus bagi para atletnya sebesar Rp20 juta jika berhasil meraih mendali emas
Awal Desember Ratusan CPNS Babar Ikuti Seleksi SKB
Awal Desember Ratusan CPNS Babar Ikuti Seleksi SKB
Jum'at, 23 November 2018 22:31 WIB
MUNTOK - Seleksi Kopetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kabupaten Bangka Barat (Babar), akan dimulai pada awal Desember