Polisi Bakar Ponton TI Rajuk Rambat


Polisi Bakar Ponton TI Rajuk Rambat

SIMPANG TERITIP - Jajaran Polres Bangka Barat pada Sabtu (14/7) pagi kemarin membakar puluhan ponton TI yang beroperasi di wilayah DAS dan Hutan Mangrove Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip. 

Pembakaran tersebut dilakukan setelah berulang-ulang kali di peringatkan Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto yang lebih akrab di sapa Andre. Hanya saja, para penambang masih saja membandel seakan tak menghiraukan himbauan orang nomor satu di jajaran Polres Bangka Barat tersebut.

"Penertiban kemarin berlangsung lancar, aman dan kondusif. Kita terpaksa melakukan itu (pembakaran,red) karena sudah berulang ulang kali sebelumnya kita sampaikan untuk berhenti melakukan aktivitas penambangan di dalam area DAS dan Hutan Mangrove Desa Rambat. Tetapi, masih saja di lakukan, maka kita ambil langkah tegas," ucap Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto saat di hubungi harian ini pada Minggu (15/7) petang. 

Dikatakan Kapolres, jumlah ponton TI yang di bakar pada giat penertiban TI Rajuk di area DAS dan Hutan Mangrove Rambat pada Sabtu (14/7) kemarin berjumlah puluhan unit. Saat ini tak satu pun yang masih layak di pergunakan lagi. 

"Ada berapa ya, kalau gak salah itu ada puluhan jumlah nya," kata Kaporles Andre. 

Sementara, salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya mendukung dan mensupport penuh tindakan tegas yang dilakukan oleh Kaplres Bangka Barat terhadap aktivitas penambangan illegal di dalam area DAS dan hutan mangrove Desa Rambat.

Selain merusak ekosistem yang ada di hutan mangrove tersebut, keberadaan penambangan Ti Rajuk di Desa Rambat sendiri membawa dampak negatif khususnya kondisi kamtibmas yang ada di tengah tengah masyarakat Desa Rambat itu sendiri.

"Langkah ini sebetulnya kita tunggu tunggu dari aparat penegak hukum, tak pandang bulu semua dilakukan sama apabila menyalahi aturan, sebagai warga saya sangat mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pak Kapolres yang sudah menindak tegas penambangan illegal di Desa Rambat, "ungkap Warga yang tidak mau menyebutkan namanya.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Terkait Perda RZWP3K Besok, Sejumlah Ormas Dikecamatan Parit Tiga Akan Datangi DPRD Babel
Terkait Perda RZWP3K Besok, Sejumlah Ormas Dikecamatan Parit Tiga Akan Datangi DPRD Babel
Minggu, 25 Agustus 2019 20:33 WIB
PARIT TIGA -- Sejumlah Organisasi Masyarakat (ormas) akan mendatangi DPRD Provinsi Bangka Belitung. Masyarakat yang mengatasnamakan ASTRADA dan LSM Laskar
Kadishut Minta Penambang Segera Hengkang Dari Menumbing
Kadishut Minta Penambang Segera Hengkang Dari Menumbing
Jum'at, 23 Agustus 2019 21:48 WIB
MUNTOK -- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung H Marwan menyesalkan perusakan terhadap Hutan Konservasi (HK) Bukit Menumbing yang dilakukan
JPU Tuntut Daud Rafles, Terdakwa Penistaan Agama 3 Tahun Penjara
JPU Tuntut Daud Rafles, Terdakwa Penistaan Agama 3 Tahun Penjara
Kamis, 22 Agustus 2019 13:25 WIB
MUNTOK -- Terdakwa perkara penistaan Daud Rafles warga Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat kembali mengikuti sidang di Pengadilan Negeri
Hutan Konservasi Menumbing Luluh Lantak di Hajar Penambang,  8 Mesin TI Diamankan, Penambangnya Aman
Hutan Konservasi Menumbing Luluh Lantak di Hajar Penambang, 8 Mesin TI Diamankan, Penambangnya Aman
Kamis, 22 Agustus 2019 17:56 WIB
MUNTOK - Tim gabungan yang terdiri Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Pemda Bangka Barat