Ini Cara Jitu Kapolres Babar Mengatasi TI Ilegal di Sungai Rambat, Bagaimana Dengan Kapolres Lain..???


Ini Cara Jitu Kapolres Babar Mengatasi TI Ilegal di Sungai Rambat, Bagaimana Dengan Kapolres Lain..???

SIMPANG TERITIP - Belum genap satu bulan menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto, S.IK MH, M.Si memberikan peringatan keras kepada para penambang illegal yang beroperasi di DAS dan Hutan Mangrove Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip dan sekitarnya. Peringatan itu, disampaikan langsung orang nomor satu di jajaran Polres Bangka Barat pada saat meninjau aktivitas tambang timah illegal di Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip pada Sabtu (27/1) pagi tadi.

Tidak hanya lisan, peringatan yang sama di sampaikan oleh Kapolres Bangka Barat dalam bentuk tulisan yang dimuat di Baleho berukuran cukup besar. Baleho-baleho tersebut, dipasang berada persis di area pertambangan illegal yang ada di DAS dan Hutan Mangrove Desa Rambat.

Selain di dampingi para perwira Polres Bangka Barat, AKBP Firman Andreanto di dampingi pula Kades Rambat Ali Imron.


“Tidak ada lagi aktifitas TI di sepanjang sungai Rambat. Apabila,  masih melakukan aktifitas kita akan lakukan tindakan tegas dan Penindakan Hukum," tegas Kapolres AKBP Firman Andreanto. Sabtu (27/1) pagi.


Selain, memberikan peringatan kapolres berserta rombongan langsung meninjau aktivitas Ti apung di Desa Rambat. Dalam pantauan nya, Kapolres AKBP Firman Andreanto menemukan sebanyak 120 ponton Ti Apung yang masih beroperasi di dalam kawasan DAS dan Hutan Mangrove Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip.

Sebelumnya, peringatan yang sama juga disampaikan oleh kapolres sebelumnya yakni AKBP Hendro Kusmayadi, S.IK MH. Hanya saja, hingga sekarang ini masih saja beroperasi. Pada kesempatan tersebut pun kapolres memberikan waktu selama satu minggu kepada para penambang untuk membongkar peralatan tambang.

Sementara, Kepala Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip Ali Imron berharap kepada aparat kepolisian bahwa peringatan ini untuk terakhir kalinya.

"Saya harapkan, peringatan ini terkahir kalinya. "Jika saja, nantinya masih saja tidak di hiraukan kami harapkan aparat kepolisian betul-betul mengambil tindakan tegas. Karena, keberadaan Ti apung ini betul-betul meresahkan warga kami. "Pungkas Ali Imron. Sabtu (27/1) pagi.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Selamat Jalan AKBP Firman, Selamat Datang AKBP M Adenan
Selamat Jalan AKBP Firman, Selamat Datang AKBP M Adenan
Selasa, 17 September 2019 10:17 WIB
MUNTOK - Tampuk pimpinan dijajaran Polres Bangka Barat kembali mengalami pergantian, sebelumnya tongkat komando tersebut dipegang oleh AKBP Firman Andreanto
Warga Enam Desa Minta Blok B 10 Perkebunan Kelapa Sawit PT Sawindo Kencana Dibebaskan Untuk Tambang Rakyat
Warga Enam Desa Minta Blok B 10 Perkebunan Kelapa Sawit PT Sawindo Kencana Dibebaskan Untuk Tambang Rakyat
Selasa, 10 September 2019 10:53 WIB
TEMPILANG- Masyarakat dari enam desa di Kecamatan Tempilang meminta PT Timah, Tbk, untuk mengeluarkan izin pertambangan yang dilakukan oleh
Operasi Patuh Menumbing 2019, 225 Tilang Dikeluarkan Selama Lima Hari
Operasi Patuh Menumbing 2019, 225 Tilang Dikeluarkan Selama Lima Hari
Kamis, 05 September 2019 11:25 WIB
MUNTOK -- Selama lima hari pelaksanaan Operasi Patuh Menumbing 2019 di Bangka Barat, sudah ada 225 sanksi tilang yang dikeluarkan
Sumber Air Baku Menipis, PDAM Babar Terapkan Sistem Ganjil Genap
Sumber Air Baku Menipis, PDAM Babar Terapkan Sistem Ganjil Genap
Kamis, 05 September 2019 11:23 WIB
MUNTOK -- Sumber air baku PDAM Sejiran Setason berasal dari Kolong Babi sudah mulai menipis, bahkan dikhawatirkan akan kering dalam