Investor Tinjau Lokasi Perikanan di Bangka Barat


Investor Tinjau Lokasi Perikanan di Bangka Barat

MUNTOK - Pemilik modal yang ingin berinvestasi dalam bidang budi daya perikanan melakukan penjajakan awal dengan meninjau sejumlah lokasi usaha di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Tiga lokasi yang selama ini menjadi sentra budi daya perikanan yaitu Desa Belolaut, Kapit dan Desa Bakit dikunjungi untuk mengetahui lebih rinci kondisi riil di lapangan dan kerakteristik masyarakatnya," kata Kepala Bidang Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Kamso di Muntok, Sabtu (15/10).

Ia menerangkan, calon investor tersebut merupakan pemilik modal yang direkomendasikan Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan usaha budi daya perikanan di Kabupaten Bangka Barat.

Beberapa waktu lalu sudah ada pembicaraan awal untuk menjalin kerja sama antara Pemkab Bangka Barat dengan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya adalah kemungkinan kerja sama bidang perikanan.

"Peninjauan ke lokasi budi daya perikanan ini merupakan tindak lanjut dari rencana kerja sama antardaerah tersebut. Kami berharap kerja sama bisa segera direalisasikan karena akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan daerah, terutama bagi warga pesisir," kata dia.

Ia mengatakan, tiga lokasi yang ditinjau perwakilan Pemprov DKI Jakarta dan Direktur PT Citra Dimensi Arthali yaitu sentra budi daya kerang darah di Dusun Sukal, Desa Belolaut, lokasi budi daya kepiting soka di Desa Kapit dan budi daya kerapu pola eramba jaring apung di Teluk Kelabat, Desa Bakit.

Budi daya kerang darah dalam tiga tahun terakhir menjadi andalan warga Dusun Sukal, Desa Belolaut untuk menjadi alternatif usaha sampingan, bahkan sampai saat ini mampu melibatkan sebanyak 269 rumah tangga produksi yang menekuni usaha tersebut.

"Luas keseluruhan lahan budi daya yang dikembangkan saat ini 134,5 hektare berupa hamparan di pinggir pantai desa tersebut dengan produksi 733 ton pada 2015. Di lokasi itu cocok dikembangkan penambahan budi daya, pengolahan, pemasaran dan distribusi kerang darah," kata dia.

Untuk budi daya kerapu di Teluk Kelabat, Desa Bakit, katanya, pada saat ini jumlah KJA di lokasi itu sebanyak 66 lubang dengan potensi tebar benih 33.000 ekor atau 500 benih per lubang.

"Selain mengisi keramba yang masih kosong, investor bisa mengembangkan usaha berupa pembangunan KJA baru karena ketersediaan lokasi masih cukup luas dan masyarakat juga antusias berbudi daya kerapu di lokasi itu," kata dia.

Pada sektor budi daya kepiting soka, kata dia, invenstor bisa mengembangkan usaha tersebut dengan peluang pasar yang masih terbuka lebar seiring terus meningkatnya permintaan pasar.

Di Desa Kapit memiliki luas potensi lahan untuk tambak sekitar 1.500 meter persegi, saat ini kelompok masyarakat bersama badan usaha milik desa sedang menyiapkan tambak kepiting soka.(ant/rb)




Banner

Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Tambah 1, Kasus Corona di Bangka Barat Sudah 18
Tambah 1, Kasus Corona di Bangka Barat Sudah 18
Sabtu, 06 Juni 2020 19:34 WIB
MUNTOK - Jumlah pasien positif terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat kembali bertambah. Hati ini, Sabtu (05/06/2020) terjadi penambahan 1
Pemda Babar Kembali Membuka Lelang Jabatan Sekda
Pemda Babar Kembali Membuka Lelang Jabatan Sekda
Selasa, 02 Juni 2020 18:44 WIB
MUNTOK -- Setelah sekian bulan kosong jabatan tinggi pratama atau Sekretaris Daerah di Kabupaten Bangka Barat kembali di buka seleksi
TGTPPC-19 Babar Jemput Keluarga Pasien Positif Covid-19, Sidarta Gautama : Masyarakat di Minta Tetap Tenang Tidak Perlu Panik
TGTPPC-19 Babar Jemput Keluarga Pasien Positif Covid-19, Sidarta Gautama : Masyarakat di Minta Tetap Tenang Tidak Perlu Panik
Selasa, 02 Juni 2020 18:40 WIB
MUNTOK -- Berdasarkan hasil tracking Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pasien positif covid-19,
BLT Pemprov Babel Tak Kunjung Keluar, Markus Layangkan Surat ke Gubernul Babel
BLT Pemprov Babel Tak Kunjung Keluar, Markus Layangkan Surat ke Gubernul Babel
Senin, 01 Juni 2020 11:19 WIB
MUNTOK -- Hingga hari ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tak kunjung mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat Bangka Barat.