Bank Dunia & BPKP Sambangi Babar, 60 Desa Berhasil Terapkan Simkeudes


Bank Dunia & BPKP Sambangi Babar, 60 Desa Berhasil Terapkan Simkeudes

Parhan : Penerapan Simkeudes Suatu Kemajuan 


    MUNTOK - Keberhasilan 60 desa di Bangka Barat (Babar) dalam penerapan Sistem Keuangan Desa (Simkeudes) menjadi salah satu alasan Bank Dunia bersama Badan Pemeriksaan Keuangan Pusat (BPKP) berkunjung ke Babar. Kunjungan perwakilan Bank Dunia beserta BPKP tersebut dalam rangka study untuk menyusun sucses story sistem management keuangan desa sebagaimana yang sudah diimplementasikan oleh aparatur desa yang ada di Babar.

    Dalam hal pengelolaan keuangan desa. Babar salah satu kabupaten yang sudah menerapkan Simkeudes. Dengan demikian, Babel tercepat nomor setelah Sulawesi Barat yang mengimplemetasikan aplikasi Simkeudes untuk pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut diungkapkan perwakilan Bank Dunia Krinawati disela-sela kunjungannya ke kantor Bupati Babar, Selasa (6/9) kemarin.

    "Tidak semua daerah yang sudah menerapkan aplikasi Simkeudes ini. Babel nomor 2 setelah Sulawesi Barat yang sudah menerapkan aplikasi simkeudes dalam melakukan pengelolaan keuangan desanya. Untuk itu, kunjungan kita ke sini dalam rangka study success story system managemet keuangan desa yang dilakukan oleh 60 desa di Babar," ungkap Krinawati.

    Ia mengatakan, hasil study menjadi penting karena akan menjadi percontohan bagi desa-desa lain disetiap wilayah kabupaten yang ada di Indonesia. Mengingat Simkeudes ini adalah bentuk akuntabilitas aparatur desa bersama masyarakatnya sehingga mempermudah untuk mempercepat melihat pelaporan penggunaan keuangan desa. Selain itu dengan penerapan Simkeudes pengelolaan keuangan desa akan sesuai dengan RPJMDes dan RKPDes.

    "Keberhasilan desa-desa di Babar ini akan menjadi percontohan bagi desa-desa yang lain. Karena melalui Simkeudes adalah bentuk akuntabilitas aparatur desa bersama masyarakatnya. Sehingga mempermudah untuk mempercepat melihat pelaporan penggunaan keuangan desa. Selain itu dengan penerapan Simkeudes pengelolaan keuangan desa akan sesuai dengan RPJMDes dan RKPDes," jelasnya.

    Ditempat yang sama, Ketua Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung Fenry M Silaban mengatakan untuk mendukung penerapan Simkeudes dalam pengelolaan keuangan desa, pihaknya membantu dalam pembuatan aplikasi. "Kita tau SDM yang ada di desa umumnya masih tergolong rendah, untuk itu kita (BPKP) mendorong penerapan Simkeudes tersebut dengan membantu pembuatan aplikasi. Supaya, untuk mempermudah dalam penggunaan dana desa seperti membuat laporan dan pertanggungjawabanya," ujar Fenry.

Selanjutnya Fenry mengatakan, selain membantu dalam hal pembuatan aplikasi Simkeudes tersebut BPKP juga melakukan pembinaan dan memberikan penjelasan yang detail tentang pedoman-pedoman yang sudah ada dalam pengelolaan keuangan desa.

"Setelah aplikasi ini kita buat, BPKP juga memberikan pengawasan dan pembinaan kepada setiap aparatur desa. Yang mana penjelasan yang kita berikan tersebut tentunya sesuai dengan pedoman yang ada dalam pengelolaan keuangan desa," kata Fenry.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengawalan penggunaan keuangan desa merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan agar berjalan sesuai dengan koridor. Hal ini pula adalah bentuk pencegahan dini untuk mengatisipasi berbagai permasalahan yang akan muncul dalam pengelolaan keungan desa.

"Kan lebih bagus pencegahan dari pada kedepannya terjadi masalah dalam pengelolaan dana desa. Selain itu, kami wajib mengawal pengelolaan dana desa agar sesuai dengan koridor. Untuk itu, kami harap dengan penerapan aplikasi simkeudes dan pembinaan yang terus dilakukan segala pengelolaan dana desa dapat berjalan pada Roll yang semestinya," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat H Parhan Ali berharap beberapa desa yang belum menerapkan Simkeudes, dalam waktu dekat harus segera diimplementasikan. Karena hal tersebut sejalan untuk mewujudkan Babar Hebat 2021 salah satunya mengedepan transfaransi.

"Penerapan Simkeudes merupakan suatu kemajuan yang bagus, ini harus dicontoh oleh desa-desa lain yang belum menerapkannya. Penerapan Simkeudes ini juga salah satu yang point penting dalam mendukung terwujudnya Bangka Barat Hebat 2021. Tentunya, pemda siap mendukung anggaran namun tentunya membutuhkan SDM yang berkualitas, agar  penerapan Simkeudes ini dapat segera diwujudkan,"pungkas H Parhan Ali.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Selain Melibatkan Tenaga Lokal PT Timah Juga Menggandeng UMKM Bangka Barat Untuk Pembangunan Smelter Ausmelt
Selain Melibatkan Tenaga Lokal PT Timah Juga Menggandeng UMKM Bangka Barat Untuk Pembangunan Smelter Ausmelt
Kamis, 30 Januari 2020 20:25 WIB
MUNTOK -- Smelter yang akan menggunakan teknologi ausmelt berkapasitas 40.000 per tahun akan di bangun di Bangka Barat.
Tahun 2019,  Angka Kriminalitas di Babar Menurun
Tahun 2019, Angka Kriminalitas di Babar Menurun
Selasa, 31 Desember 2019 16:11 WIB
MUNTOK - Tahun 2019 angka kriminilitas di wilayah hukum Polres Bangka Barat mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Kapolres Bangka Barat
Bunda PAUD Babel Bagikan 7.500 Eksamplar Majalah MAUDI ke Bangka Barat
Bunda PAUD Babel Bagikan 7.500 Eksamplar Majalah MAUDI ke Bangka Barat
Senin, 23 Desember 2019 22:41 WIB
MUNTOK - Bunda PAUD Bangka Belitung, Hj Melati Erzaldi membagikan sebanyak 7.500 eksamplar Majalah Anak Usia Dini (Maudi) kepada Bunda
Tanaman Pangan Penopang Hidup Petani Bangka Barat
Tanaman Pangan Penopang Hidup Petani Bangka Barat
Selasa, 17 Desember 2019 19:05 WIB
MUNTOK - Dinas Pertanian dan Pangan Pemda Bangka Barat menggelar promosi tanaman pangan dan hortikultura yang berlangsung di halaman Dinas