Dishutbun Bateng Gelar Seminar Karet Unggul


Dishutbun Bateng Gelar Seminar Karet Unggul

KOBA (radarbangka.co.id) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bangka Tengah, akan menggelar seminar karet unggul untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap keistimewaan karet unggul jenis PB260.

"Dalam seminar yang dilaksanakan pada Mei 2011 ini akan tampil sebagai pembicara pakar perkebunan dari Perguruan Tinggi dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Bogor," ujar Kepala Dishutbun Bangka Tengah, Mahmuddin, belum lama ini.
Ia menjelaskan, seminar karet unggul dilaksanakan dengan mengundang para kelompok petani karet di Kabupaten Bangka, tokoh masyarakat, lurah dan camat sehingga mampu memotivasi sekaligus mendorong masyarakat menanam karet unggul untuk melipatgandakan hasil karetnya.

Dengan demikian, katanya, petani akan memproleh manfaat yang besar dengan menanam karet unggul dibandingkan menanam karet alam yang hingga kini masih dominan mengisi lahan perkebunan masyarakat.

Selain itu, seminar juga untuk memberikan keterampilan kepada kelompok tani tentang tata cara berkebun karet varietas unggulan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ia mengatakan, untuk membantu menggencarkan perkebunan karet varietas unggulan, pada 2011 juga akan membagikan bibit karet unggulan jenis PB260 secara gratis kepada kelompok tani karet setempat.

Menurut dia, persentase luas perkebunan karet varietas unggulan baru mencapai 25 persen dari total perkebunan karet petani seluas 7.871 hektare di daerah itu.

Saat ini 75 persen petani masih berkebun karet alam karena harga bibit yang murah dan perawatan yang mudah, padahal produksi karet alam jauh dibawah produksi karet varietas unggulan.

Kondisi tersebut, kata Mahmuddin, menjadi perhatian bagi Dishutbun Bangka Tengah sehingga pada 2011 pihaknya mulai menggencarkan dan mengajak kalangan petani karet setempat untuk mengganti karet alam dengan karet varietas unggulan.

"Kami mengajak petani karet yang pohon karet alamnya yang sudah rusak dan tidak produktif untuk diganti dengan bibit karet varietas unggulan seperti PB260," katanya.

Ia mengungkapkan, perawatan kebun karet varietas unggulan memang lebih rumit dibandingkan karet alam yakni pohon karet bersih dari gulma atau tanaman penggangu seperti alang-alang dan pemupukan intensif.

Namun produksi getah karet varietas unggulan dapat mencapai 20 kilogram per hektar per hari sedangkan produksi karet alam berkisar 10 hingga 12 kilogram per hektar per hari," katanya.

"Untuk mengencarkan populasi karet varietas unggulan pada 2011 kami akan membagikan 300.000 bibit karet varietas unggulan kepada kelompok tani," katanya.

Bibit tersebut, kata dia, akan dibagikan kepada kelompok tani yang lulus verifikasi berdasarkan penilaian dari Dishutbun Bangka Tengah.

"Bibit diberikan kepada kelompok tani yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bangka Tengah, memiliki lahan yang siap ditanami, lahannya berada di luar kawasan hutan dan bersedia menandatangani perjanjian bermaterai dengan pemerintah daerah," katanya.

Perjanjian tersebut antara lain petani berjanji untuk tidak menjual bibit karet unggul gratis kepada pihak lain, tidak menanamnya di luar kabupaten tersebut dan bersedia dikenakan sangsi 1.000 persen dari harga jual bibit apabila melanggar perjanjian.

"Selain itu kami juga akan melakukan verifikasi akhir mengenai kesiapan lahan yakni kesiapan lubang penanaman bibit pada lahan petani dan apabila terbukti lubangnya tidak ada pada lahan tersebut maka bantuan bibit dibatalkan bahkan pembatalannya untuk seluruh anggota kelompok tani yang satu kelompok dengan petani yang tidak siap," katanya.

Berdasarkan data Dishutbun Bangka Tengah hingga akhir semester 2010 luas perkebunan karet milik petani Bangka Tengah mencapai 7.871 hektare dan 3.021 hektar di antaranya merupakan perkebunan karet yang sedang berproduksi atau menghasilkan, 3.269 hektare perkebunan belum menghasilkan atau dalam masa pertumbuhan, dan 1.580 hektare perkebunan yang sudah tidak menghasilkan atau tanaman sudah rusak.

Dari enam kecamatan di Bangka Tengah yakni Kecamatan Koba, Pangkalan Baru, Namang, Simpang Katis, Sungai Selan dan Lubuk Besar, perkebunan karet terluas terletak di Kecamatan Simpang Katis yang mencapai 1.927 hektare. Sedangkan untuk rata-rata produksi getah karet di perkebunan milik masyarakat mencapai 1,4 ton per hektare. (ant)


Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Didit : Nomor 1 Atau 2 Sama Saja, Jangan Mau Diadu Domba
Didit : Nomor 1 Atau 2 Sama Saja, Jangan Mau Diadu Domba
Kamis, 24 September 2020 20:38 WIB
KOBA – Calon Bupati Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Didit Sri Gusjaya tak mempersoalkan nomor urut yang akan didapatkan Didit-Korari “BERDIKARI”.
Dapat Nomor Urut 1, H Ibnu Saleh Sebut Barokah dan Unggul
Dapat Nomor Urut 1, H Ibnu Saleh Sebut Barokah dan Unggul
Kamis, 24 September 2020 19:46 WIB
KOBA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah menetapkan nomor urut masing-masing paslon yang bertarung di Pilkada
Pilkada Bateng, Paslon BERIMAN Nomor Urut 1, Nomor 2 BERDIKARI
Pilkada Bateng, Paslon BERIMAN Nomor Urut 1, Nomor 2 BERDIKARI
Kamis, 24 September 2020 16:22 WIB
KOBA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar tahapan pengundian nomor pasangan calon (paslon) Bupati dan
PENGUMUMAN PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA TENGAH TAHUN 2020
PENGUMUMAN PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA TENGAH TAHUN 2020
Kamis, 24 September 2020 15:26 WIB
Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Tengah Nomor 099/PL.02.3-Kpt/1904/KPU-Kab/IX/2020 Tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati