Kompak, Perangkat Kelurahan Berok Sepakat Tolak Tambang Kenari, Marbuk dan Pungguk


Kompak, Perangkat Kelurahan Berok Sepakat Tolak Tambang Kenari, Marbuk dan Pungguk

KOBA - Seluruh perangkat di Kelurahan Berok Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang terdiri dari Lurah, Kaling dan RT sepakat menolak beroperasi tambang ilegal di wilayah Kenari, Marbuk dan Pungguk yang merupakan lokasi Eks Koba Tin. 

Hal itu diungkapkan oleh Laksamana  selaku ketua RT 13 Berok didampingi H. Imran sebagai Ketua RT 8.  Penolakan itu atas dasar banyak akibat buruk dari aktivitas tambang, seperti menimbulkan banjir, aliran sungai tercemar dan mengundang terjadinya praktek tindakan kriminal. 

"Kami dari seluruh RT yang hadir dalam pertemuan ini sepakat menolak adanya aktivitas tambang di belakang pasar Koba," ujarnya disela-sela pertemuan di Kantor Lurah Berok, Rabu (10/02/2021).

Hal senada diungkapkan oleh Kaling 1 Suhadi didampingi Kaling 11 Rusdi menyatakan sepakat menolak beroperasinya tambang TI Rajuk di Kenari, Marbuk dan Pungguk. 

"Dasar penolakan ini nanti akan kami sampaikan ke Lurah Berok dan dituangkan dalam bentuk tandatangan dari seluruh RT yang ada di Berok mulai dari RT 1 hingga RT 13 beserta Kaling dan tokoh agama juga," katanya.

Disamping itu, Lurah Berok Hartono menyebutkan pihaknya dari perangkat Kelurahan Berok, Kaling dan RT masih konsisten menolak aktivitas pertambangan diwilayah Kenari, Marbuk dan Pungguk yang merupakan lokasi eks PT. Koba Tin. 

"Sikap tegas kami seluruh perangkat Kelurahan Berok masih komitmen menolak adanya tambang ilegal di lokasi belakang pasar Koba. Kenapa kami menolak karena aktivitas tersebut mengakibatkan terjadinya bencana alam banjir, munculnya tindakan kriminal, peredaran narkoba, lantaran munculnya kamp pengungsian penambang yang isinya dari para pendatang," ujar Hartono disela-sela silaturahmi dengan Kapolsek Koba di Kantor Kurah Berok, Rabu.

Dikatakannya, soal tambang belakang pasar Koba itu sebelumnya telah melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Polres, DPRD dan Pemerintah Daerah, namun hasilnya seperti yang kita lihat saat ini, faktanya tambang masih beroperasi. 

"Berkaca dengan kejadian di tambang Bemban, yang terjadi demikian. Banyak kasus kriminal bermunculan, seperti transaksi narkoba, tindakan kriminalitas dan lainnya. Kami mencegah agar hal demikian tidak terjadi di lokasi tambang Kenari, Marbuk dan Pungguk," tandasnya.(cr01)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Sabtu, 29 Mei 2021 14:23 WIB
BELILIK - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Jumat (28/5/21), mengemudikan mobil jenazah yang membawa almarhum Jailani bin Zakaria (Mang
  Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Rabu, 17 Maret 2021 21:36 WIB
KOBA- Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman hadiri acara Kegiatan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Rabu, 17 Maret 2021 21:33 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menghadiri kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus honorarium bagi Rukun Tetangga (RT),
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Rabu, 17 Maret 2021 21:30 WIB
KOBA - Dalam upaya mendukung sarana dan prasaran Angkatan Laut Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menandatangani Naskah Perjanjian Hibah