Molor, Pekerjaan Proyek Jembatan Simpange Lubuklingkuk Jadi Sorotan


Molor, Pekerjaan Proyek Jembatan Simpange Lubuklingkuk Jadi Sorotan

LUBUKBESAR - Ketua Himpunan Pewarta Indonesia Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rikky Fermana, mengingatkan kepada Kepala Dinas PU Babel agar pekerjaan proyek jembatan Simpang E Desa Lubuklingkuk, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang dikerjakan oleh PT Bina Mulya Lampung bernilai Rp.4,7miliar itu dapat dijadikan catatan dan perhatian serius.

Dikatakan Rikky, jika dirinya bersama beberapa rekan jurnalis lainnya pada Jum'at (8/11) sore kembali meninjau pengerjaan proyek jembatan Simpange dimaksud dan ternyata proyek molor yang sudah habis masa pengerjaannya tersebut masih dikerjakan.

"Tadi sore, kami para pewarta kembali datang ke lokasi. Ternyata, memang proyek yang dimenangkan tendernya oleh PT Bina Mulya Lampung tersebut masih belum kelar dikerjakan alias molor," katanya.

Di lokasi, terpantau alat berat loader masih standby, pengaduk molen, agregat yang berhamburan. Selain itu, tiang snop sebagian masih belum terpasang, salah satu bagian bahu jembatan yang retak dan terkesan ada penurunan tekstur tanah, drainase yang belum kelar padahal saat ini sudah mulai masuk penghujan.

"Kalau dari papan plang proyek, tertera jika pekerjaan yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Babel senilai Rp.4.715.669.000,- tersebut dikerjakan oleh PT Bina Mulya Lampung terhitung masa pengerjaan selama 240 hari dimulai sejak tanggal 28 Februari 2019, terhitung dengan 365 hari. Tampak fakta di lapangan, realisasi pengerjaannya terkesan kurang serius, buktinya pengerjaan proyek ini sudah molor dari waktu ditentukan, selain debu beterbangan," katanya.

Lanjut Rikky, pengerjaan terkesan kurang serius tersebut bukannya tak beralasan, karena ada juga proyek serupa yakni jembatan Air Niur dengan rentang 15 meter senilai Rp.5,2M di dusun Kayuara 10 Desa Perlang yang pengerjaannya dimulai 6 Maret 2019 pun sudah jauh hari selesai dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat. 

"Ini jadi pertanyaan besar dan patut dipertanyakan, ada apa dengan pengerjaan proyek jembatan Simpange oleh PT Bina Mulya Lampung tersebut. Sementara proyek serupa dengan sumber dana sama dan pengerjaan tahun sama kok bisa lebih tepat waktu dan rapi pengerjaannya," katanya.

Rikky sangat menyayangkan, tidak sinkronnya perencanaan dan realisasi pengerjaan proyek jembatan Simpange itu di lapangan. "Harus jadi perhatian serius oleh pihak PU Babel hingga ULP, kalau kontraktor yang terkesan kurang serius, molor dalam bekerja buat apa dimenangkan. Toh masih banyak kontraktor bagus lagi tepat waktu, ya harus lebih selektif kedepan," tegasnya.

Selain itu, Rikky juga mengaku, jika dirinya telah mencoba mengkonfirmasi kepada Lina di kontak 081373579XXX pada pukul 17.26 WIB, selain itu juga mengirimkan pesan lewat aplikasi WhatsApp namun hingga pukul 21.00 WIB sebelum berita ini diterbitkan belum juga direspon. "Kalau keterangan mandor Imam di lapangan kepada awak media sebelumnya yang konfirmasi, dijelaskan akan menyampaikan konfirmasi wartawan ke Bu Lina. Kami juga sudah kembali berupaya konfirmasi langsung ke Bu Lina namun tak direspon. Bahkan berhembus, isyu viral di sebuah grup WhatsApp, jika yang membuat berita Jembatan Simpange Lubuklingkuk ini akan dilaporkan ke kepolisian pada Kamis malam, aneh dan naif memang. Nanti kami akan konfirmasi siapa yang akan melaporkan itu, agar lebih tahu tupoksi jurnalistik sesuai dengan UU Pers," pungkasnya  

Sementara itu, Kamis (7/11) sebelumnya Kepala PU Babel Noviar, kepada awak media mengatakan, terkait molornya pengerjaan proyek jembatan Simpang E di Desa Lubuklingkuk, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bateng itu menyampaikan apresiasi terimakasih kepada awak media atas masukan informasi disampaikan. "Ini jadi perhatian kami, terimakasih atas masukannya," kata Noviar.

Lanjutnya, dalam permasalahan pekerjaan proyek jembatan ini keterlambatan pekerjaan mungkin saja terjadi, bisa disebabkan oleh masalah teknis dan lainnya.

"Untuk pengerjaan proyek jembatan Simpange Lubuklingkuk oleh PT Bina Mulya Lampung tersebut, belum selesai pengaspalan. Namun, semua pekerjaan yang belum selesai harus dikerjakan dalam masa tenggat 50 hari dan dikenai denda keterlambatan Rp.500ribu perharinya sebagaimana diatur dalam kontrak. Bilamana tidak selesai dikerjakan juga, maka perusahaan itu siap-siap diblacklist," tegasnya. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Jum'at, 20 Desember 2019 19:15 WIB
KOBA - Di penghujung tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali meraih penghargaan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Rabu, 18 Desember 2019 15:05 WIB
KOBA - Guna menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng, Taufik bersama beberapa
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Rabu, 18 Desember 2019 17:30 WIB
KOBA - Pihak Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Koba tahun 2017, melalui pengawas lapangan yakni Iwang mengaku pihaknya siap bertanggungjawab memperbaiki
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Rabu, 18 Desember 2019 17:00 WIB
SUNGAISELAN - Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hj Iriani Melita Ibnu Saleh, menghadiri acara lomba memasak nasi goreng