Polsek Namang Bekuk Residivis Curat


Polsek Namang Bekuk Residivis Curat

NAMANG - Tak mengenal kata jera dan bertobat, seorang resedivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terkenal licin yakni Riki Kardo alias Riki Kuk (24) warga Desa Airmesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), kembali dibekuk dan diamankan oleh Polsek Namang, Senin (21/10) sore.

Kembali tertangkapnya Riki Kuk yang diketahui baru selesai menjalani masa hukumannya ini, bermula pada Sabtu (19/10) siang sekira pukul 14.00 WIB, Riki kembali beraksi di rumah Yadi warga RT 08 Desa Cambaiselatan, Kecamatan Namang, Bateng, dengan cara mencongkel pintu belakang rumah yang tengah ditinggal pemiliknya pergi itu. 

Setelah pintu berhasil dicongkel, Riki langsung beraksi dengan leluasa membuka dan mengobrak abrik seisi lemari untuk mencari benda berharga. Karena tak menemukan barang berharga disana. Kemudian, Riki pindah ke rumah rumah Zulkarnain yang bersebelahan dari lokasi pertama dan juga dalam keadaan kosong. Riki kembali mencongkel kunci pintu rumah bagian belakang dengan menggunakan sebilah dodos sawit berganggang kayu. Setelah berhasil masuk di lokasi kedua ini, pelaku berhasil menemukan sejumlah barang berharga mulai dari perhiasan emas, mesin jetpump dan celengan berisikan sejumlah uang. Kemudian, pelaku segera bergegas kabur dengan menggunakan motor jenis Honda Scoopy warga merah hitam tanpa plat nomor kendaraan itu dengan membawa hasil jarahannya.

Pasca kejadian, korban yang dirugikan atas kasus ini segera melapor ke SPKT Polsek Namang untuk diproses lebih lanjut. Pihak kepolisian langsung menindaklanjuti perkara curat tersebut dengan Laporan Polisi: LP/B-229/X/2019/BABEL/RES BATENG/SEK NAMANG. Kemudian, bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan serta melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu, Kapolres Bateng AKBP Slamet Ady Purnomo SIK SH MH melalui Kapolsek Namang Ipda Deka Jhon Derry membenarkan adanya kejadian pencurian di dua TKP tersebut. 

"Memang benar pada Sabtu siang akhir pekan kemarin (19/10), ada perkara curat di rumah Yadi dan Zulkarnain warga Cambaiselatan, setelah kami menerima laporan, segera bertindak cepat sesuai prosedur. Hingga akhirnya, didapatkan petunjuk yang mengarah kepada Riki Kardo alias Riki Kuk ini sebagai pelaku pembobolan dua rumah ini," kata Ipda Deka kepada sejumlah awak media di Mapolsek Namang, Selasa (22/10) siang.

Lanjutnya, setelah berhasil mengumpulkan informasi akurat terkait keberadaan pelaku, hingga akhirnya pada Senin (21/10) sore sekira pukul 17.00 WIB, petugas bergerak cepat ke Desa Kayubesi, Kecamatan Namang untuk membekuk tersangka Riki ini. 

"Ringkasnya, saat Riki Kuk pelaku curat akan dibekuk petugas. Ia sempat mencoba melakukan perlawanan dan berupa untuk kabur, sehingga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur. Setelah itu, pelaku kami amankan di Mapolsek Namang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ungkapnya.

Kepada petugas, Riki Kuk mengakui perbuatannya melakukan pencurian tersebut sendirian. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 1 unit sepeda motor Honda jenis Scoopy warna merah hitam tanpa plat nopol, seuntai gelang rantai emas, dua buah cincin emas, satu unit mesin robin dengan tulisan gesoline engine water pump model 30CX warna putih hitam, sebilah dodos sawit berganggang kayu, sebuah celengan berisikan uang Rp350ribu, kemudian sebilah obeng dan sebilah pisau.

"Riki Kuk ini resedivis curat yang sebelumnya sudah 3 kali tersandung kasus sama, bahkan baru bebas menjalani masa hukumannya sekitar 1,5 bulan lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku ini dikenal gesit dan licin, namun saat ini pelaku kembali berhasil diamankan anggota Polsek Namang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Riki Kuk dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara," tegas Kapolsek Deka. 

Sementara itu, pelaku curat Riki Kuk saat diwawancarai awak media mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Sebelumnya, saya kerja TI (tambang timah inkonvensional, red), namun karena tidak menghasilkan dan mencari pekerjaan susah, makanya saya terpaksa melakukan pencurian lagi, kedepan saya tidak akan mengulangi lagi pak," kata Riki Kuk. (and) 





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Pemda Bangka Tengah Sampaikan Propemperda 2020
Pemda Bangka Tengah Sampaikan Propemperda 2020
Rabu, 13 November 2019 14:00 WIB
KOBA - Setelah Raperda Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tahun anggaran 2019 disampaikan, dalam Paripurna bertempat di gedung DPRD Bateng, Rabu
Pemda Bangka Tengah Sampaikan Dua Raperda 2019
Pemda Bangka Tengah Sampaikan Dua Raperda 2019
Rabu, 13 November 2019 14:18 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) DR Ir H Ibnu Saleh MM melalui Wabup Yulianto Satin, menyampaikan dua Rancangan Peraturan
MUI Bateng Gelar Pembinaan Ibadah Syariah
MUI Bateng Gelar Pembinaan Ibadah Syariah
Selasa, 12 November 2019 12:00 WIB
KOBA - Sebanyak 220 peserta terdiri dari Pengurus Masjid, Petugas Pengurus Jenazah Desa, Penghulu Desa, Pengurus MUI, Ikatan Remaja Masjid
Bupati Ibnu Harap Lulusan CPNS 2019 Putra Daerah Mendominasi
Bupati Ibnu Harap Lulusan CPNS 2019 Putra Daerah Mendominasi
Selasa, 12 November 2019 14:30 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Dr Ir H Ibnu Saleh MM menyampaikan harapannya, agar tes CPNS pada awal 2020