Penertiban Tambang Alur Sungai Nibung Harus Berefek Jera, Normalisasi Sungai Terancam Mubazir


Penertiban Tambang Alur Sungai Nibung Harus Berefek Jera, Normalisasi Sungai Terancam Mubazir

Kades Nibung: Silahkan Proses Bilamana Ada Oknum Aparat Desa Bermain

Kapolsek Koba: Sudah Sering Dilakukan Sosialisasi Penertiban


KOBA - Aktivitas tambang pasir timah di alur sungai Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) belakangan ini meresahkan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Maka dari itu, masyarakat berharap adanya ketegasan penindakan dari aparat terkait mulai dari Satpolpp selaku penegak Perda hingga Kepolisian selaku penegak hukum untuk memproses hukumnya.

Seperti diungkapkan AT (disamarkan, red) masyarakat Kecamatan Koba, bahwa aktivitas tambang di sepanjang alur sungai Nibung tersebut sudah berlangsung cukup lama namun hingga kini tidak ada satu penambang pun yang kena proses oleh aparat terkait mulai Satpolpp hingga Kepolisian.

"Aktivitas tambang di alur Sungai Nibung yang meresahkan ini, sudah berjalan sejak sebelum lebaran idul adha lalu pak. Namun sampai sekarang belum ada tindakan tegas oleh aparat terkait, baik dari pihak desa, Satpolpp atau Kepolisian," kata AT kepada awak media, Selasa (20/8) sore.

Menurutnya, saat ini situasi tengah "panas", maka beberapa penambang hanya membongkar mesin saja kemudian nanti ketika situasi "dingin", maka penambang kembali lagi beroperasi dengan tenangnya.

"Kadang penambang ini bekerja tak mengenal siang atau malam pak, kalau dibilang aktivitas tambang ilegal disini tidak menghasilkan itu sangat keliru karena satu ponton bisa mengangkat 100 hingga 200 kg pasir timah pak. Bisa diperkirakan berapa hasilnya, karena ponton di alur sungai ini mencapai 40 ponton sementara pasir timahnya entah kemana," ungkapnya.

AT juga menyayangkan, karena di hulu bagian atas sungai Nibung saat ini tengah dilakukan pengerukan alur sungai sementara di hilir bagian bawah sungai dilakukan penambangan besar-besaran.

"Beberapa hari lalu, kami sempat datangi pekerja yang tengah melakukan proyek normalisasi atau pengerukan sungai. Waktu itu, bapak yang bekerja sempat bilang bahwa susah memberikan pengertian atau mengatur masyarakat yang menambang tersebut, karena mereka tetap ngeyel dan membandel," katanya.

Ia juga mengungkapkan, jika masyarakat yang menambang tersebut merupakan warga seputaran Kecamatan Koba juga mulai dari masyarakat Desa Nibung sendiri, Simpangperlang, Koba dan lainnya. Bahkan disebut-sebut adanya dugaan oknum Kadus terlibat disana yakni SR. 

"Sebagaimana diketahui, jika musim hujan tiba ruas jalan utama yang dibelah oleh alur Sungai Nibung ini sangatlah rentan banjir. Nah secara otomatis, upaya pemerintah melakukan normalisasi sungai itu berujung kepada kemubaziran bilamana pelaku penambangan di alur sungai itu tidak diterbitkan dan ditindaktegas sesuai hukum berlaku.

Saat ini, tinggal aparatnya bisa bertindak tegas atau tidak?. Kalau dibilang penambang susah ditertibkan karena katanya main kucing-kucingan, itu sangatlah naif karena bagi aparat penegak hukum mencari penjahat buronan yang kabur saja bisa, lha ini hanya penambang kok susah," tegasnya.

Sementara itu, Eddy Kasi PU Pemkab Bateng saat dikonfirmasi terkait pengerjaan kegiatan normalisasi Sungai Nibung itu belum bisa memastikan kebenaran apakah pengerjaan saat ini dilakukan pihak Pemprov Babel atau daerah.

"Akan kami cek dahulu, apakah normalisasi sungai Nibung itu dilakukan oleh Pemda atau Pemprov. Namun, sepengingat saya dari Pemda tidak ada pengerjaan itu saat ini. Namun lebih jelasnya, nanti saya cek dahulu. Akan tetapi, terlapas dari siapapun yang melakukan pengerjaan normalisasi disana tetap akan terganggu bilamana ada aktivitas tambang beroperasi disana," tegas Eddy.

Sementara itu, Kasatpol PP Bateng, Mulyanto saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya segera mengkroscek terkait informasi laporan masyarakat terkait aktivitas tambang di alur Sungai Nibung dimaksud. 

"Besok pagi, kami kroscek dan menindaklanjuti ke lokasi dimaksud," tegas Mulyanto, Selasa malam. 

Sedangkan Kades Nibung, Roni juga menegaskan, jika pihak desa sudah seringkali sosialiasi dan mengingatkan kepada penambang di alur Sungai Nibung itu untuk menghentikan aktivitasnya karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

"Ya percuma kalau di hulu sungai dilakukan pengerjaan normalisasi, sementara di hilirnya ditambang. Otomatis terjadi pendangkalan, tatkala musim hujan air sungai akan meluap dan membanjiri ruas jalan raya utama," katanya.

Kades Roni juga mengharapkan agar aparat pemerintahan dalam hal ini Satpolpp hingga aparat penegak hukum Kepolisian bisa mengambil langkah tegas agar betul-betul berefek menjerakan penambang yang mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan kepentingan masyarakat lebih luas. 

"Sudah saya sampaikan kepada pihak kepolisian, bilamana sampai ada oknum aparat desa mulai dari RT atau Kadus yang terbukti terlibat dalam aktivitas tambang pasir timah ilegal mulai dari alur Sungai Nibung, Mesirak hingga kolong Marbuk-Kenari. Silahkan ditindak tegas, walaupun misalkan masih keluarga saya. Agar betul-betul memberikan efek jera bagi penambang, untuk tidak bekerja semena-mena," tegasnya. 

Sedangkan Kapolsek Koba, AKP Andri Eko Setiawan SIK menegaskan jika pihaknya sudah seringkali melakukan upaya sosialisasi hingga penertiban terkait aktivitas tambang termasuk aktivitas tambang di alur sungai Nibung itu.

"Sudah sering kali disosialisasikan hingga penertiban, terakhir sore tadi kami kembali melakukan upaya penertiban. Jadi, saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas tambang di alur sungai Nibung itu," pungkasnya. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Resmi, Ibnu Saleh Daftarkan Diri Jadi Calon Bupati Bateng
Resmi, Ibnu Saleh Daftarkan Diri Jadi Calon Bupati Bateng
Senin, 14 Oktober 2019 15:07 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) DR Ir H Ibnu Saleh MM, mendatangi Sekretariat Dewan Perwakilan Cabang Nasdem Bateng untuk
Prajurit TNI Babel dan Persit di Imbau Bijak Mengunakan Medsos
Prajurit TNI Babel dan Persit di Imbau Bijak Mengunakan Medsos
Senin, 14 Oktober 2019 12:19 WIB
NAMANG - Komandan Korem 045/ Garuda Jaya (Gaya) Kolonel Inf Dadang Arif Abdurrahman menegaskan seluruh prajurit dan Persatuan Istri Tentara
Letjen Doni Ingatkan Kematian Tertinggi Akibat Lakalantas
Letjen Doni Ingatkan Kematian Tertinggi Akibat Lakalantas
Sabtu, 12 Oktober 2019 12:04 WIB
KOBA - Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo mengatakan angka kematian tertinggi disebabkan kecelakaan lalulintas (Lakalantas).
Gratis, Nasdem Bateng Buka Pendaftaran Pencalonan Kepala Daerah
Gratis, Nasdem Bateng Buka Pendaftaran Pencalonan Kepala Daerah
Minggu, 13 Oktober 2019 12:00 WIB
KOBA - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) saat ini telah membuka pendaftaran Calon Kepala Daerah periode 2021-2026.