Setahun, Pemda Bateng Gratiskan Lapak Pedagang Pasar Koba


Setahun, Pemda Bateng Gratiskan Lapak Pedagang Pasar Koba

KOBA - Selama satu tahun belakangan ini, Pemda Bangka Tengah (Bateng) tidak memungut retribusi alias gratis kepada pedagang di pasar tradisional Kota Koba.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop UMKM Bateng, Royter kepada awak media, Rabu (24/7) pagi, membenarkan jika pihak Pemda Bateng tidak memungut retribusi apapun kepada para pedagang di pasar tradisional Koba setahun belakangan ini karena bangunan pasar tradisional tersebut masih aset pusat yang belum diserahterimakan ke daerah.

Sesuai dengan surat dari Kementrian Perdagangan nomor 03/PDN/SD/2018 prihal Pemanfaatan Pasar Rakyat sumber dana tugas pembantuan tahun 2017, kemudian diperkuat Permendag nomor 37/M-DAG/PER/5/2017 disimpulkan pemungutan retribusi bisa dilakukan setelah penyerahan aset oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.

"Jadi, pasar itu masih aset pusat belum dipungut retribusinya dan sejauh ini kami hanya mengatur ketertiban pedagang setiap harinya," kata Royter.

Lanjutnya, Kabupaten Bateng salah satu daerah yang mendapatkan bantuan pembangunan pasar rakyat bersumber dari APBN 2017. "Pada Agustus ini, rencananya kami akan ke Jakarta untuk mengkoordinasikan pelimpahan atau serah terima aset Pasar Rakyat Koba ini. Ya kalau selama ini pedagang yang menempati gratis tanpa retsibusi apapun, Alhamdulillah itu rejekinya pedagang," katanya.

Kemudian, pihak Disperindagkop UMKM Bateng juga telah menghimbau, agar para pedagang tertib dan jangan mudah saling berkeluh-kesah. Termasuk penyampaian himbauan pemberitahuan akan adanya retribusi kedepan dan hal itu juga sudah disadari para pedagang.

"Untuk jumlah meja lapak pedagang di pasar rakyat yang tersedia sebanyak 198 lapak, kemudian ada pula 35 unit kios atau toko," ungkapnya.

Sementara itu, Tini salah seorang pedagang bumbu mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada Pemda Bateng yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk berdagang di pasar rakyat ini.

"Alhamdulillah, selama setahun belakangan ini, kami para pedagang di Pasar Tradisional Kota Koba tidak dipungut retribusi apapun alias gratis mulai dari listrik hingga kebersihan," kata Tini.

Tini juga mengaku jika dirinya juga sudah mengetahui dari pemberitahuan sebelumnya oleh pihak Pemda Bateng jika Pasar Tradisional Koba ini statusnya masih aset masih Pemerintah Pusat yang belum diserahterimakan kepada Pemda Bateng. Pedagang pun siap jika kedepan berkontribusi untuk pembangunan daerah, jika retsibusi diberlakukan sesuai aturan setelah serahterima aset pasar ini.

"Pokoknya kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pak Bupati Ibnu Saleh. Semoga kedepan, Kabupaten Bateng semakin unggul," tandas Tini. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Sabtu, 29 Mei 2021 14:23 WIB
BELILIK - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Jumat (28/5/21), mengemudikan mobil jenazah yang membawa almarhum Jailani bin Zakaria (Mang
  Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Rabu, 17 Maret 2021 21:36 WIB
KOBA- Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman hadiri acara Kegiatan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Rabu, 17 Maret 2021 21:33 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menghadiri kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus honorarium bagi Rukun Tetangga (RT),
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Rabu, 17 Maret 2021 21:30 WIB
KOBA - Dalam upaya mendukung sarana dan prasaran Angkatan Laut Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menandatangani Naskah Perjanjian Hibah