Tambang Ilegal Kawasan HL Merapen Masih Beroperasi


Tambang Ilegal Kawasan HL Merapen Masih Beroperasi

Kades Lubukbesar Mengaku Tak Pernah Terima Fee
Tambang HL Merapen Sejak Lama Dikeluhkan Warga


LUBUKBESAR - Aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung (HL) dan reklamasi eks tambang PT Koba Tin Merapen di Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah sejak beberapa waktu lalu telah dikeluhkan warga yang bahkan sempat memposting keluhan itu di akun Facebook. Sementara itu, Kades Lubukbesar Mardianto menegaskan jika dirinya tidak menerima pemberian fee apapun dari para cukong terkait aktivitas ilegal itu.

Seperti dalam postingan akun FB Akeew Forlubi pada 3 Juni 2019 pukul 03.22 WIB tertulia, mohon perhatian dan kepedulian pemilik tambang di Merapin dan sekitarnya Desa Lubukbesar Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah.

"Jalan yang kalian buka tambang saat ini merupakan jalan alternatif bagi warga Desa Lubukbesar itu masih berguna dan bermanfaat bagi penggunanya. Seandainya pun, kalian (para cukong) mengasih fee ke pejabat Desa, bukan berarti kalian merusak seenaknya jalan tersebut demi keuntungan kalian sendiri tanpa peduli sama kepentingan orang banyak.

Jangan begitulah jika masih ingin dihargai oleh orang lain. Sekedar saran, anda menghargai desa kami, kamipun bisa menghargai anda sebaliknya. Jika anda arogan, kamipun bisa lebih arogan dengan anda, demikian kata-kata yang tertulis di akun Akeew Forlubi yang mendapat beraneka ragam tanggapan itu.

Ia juga memposting #stopmerusakjalankami, #colekbosaonbelinyu, #colekpengurustambang

Sementara itu Pemerhati kebijakan Publik Bateng, Lurianjaya berharap agar penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap semua aktifitas ilegal di kawasan HL apalagi itu juga merupakan reklamasi eks tambang PT Koba Tin.

"Sangat memprihatinkan, terlebih jalan alternatif warga sampai dibabat habis pula," katanya.

Menurutnya, para cukong sampai berani berbuat illegal, pastinya karena ada permintaan timahnya. Banyak aturan yang dilanggar, mulai dari UU Minerba hingga UU Kehutanan. Hancurlah Negeri ini, jika cukong-cukong membabat habis kawasan Hutan Lindung tapi tidak ada tindakannya. Terlebih masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya ke media sosial FB, namun belum ada tindakan juga.

"Kami berharap penindakan jangan hanya sebatas pada penertiban, namun kolektor biji timahnya juga harus ditindak," tegas Luriyanjaya.

Sebelumnya diberitakan bahwa para cukong yang membabat kawasan Hutan Lindung di Merapin Desa Lubukbesar diduga bernama Aon warga Sungailiat, Akhian warga Pangkalpinang dan Yoy diketahui merupakan warga Pangkalpinang dan Yoy warga Desa Lubukbesar.

Sedangkan Kades Lubukbesar Mardianto saat dikonfirmasi awak media, Kamis (20/6) menegaskan, jika dirinya tidak pernah terima fee dari tambang ilegal skala besar di kawasan hutan lindung (HL) Merapen yang pemberitaannya tengah viral saat ini.

"Terkait aktivitas itu, Desa dak pernah mintak fee," kata Mardianto.

Menurut dia, setiap keputusan Desa harus dilaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) terlebih dahulu. "Karena setiap keputusan kami pasti Musdes," katanya.

Saat ditanyakan kembali, apakah para cukong yang meluluh lantakkan HL Merapin tersebut telah berkoordinasi dengan pihaknya, Mardianto kembali tegaskan bahwa tidak ada yang permisi. 
Lanjutnya, pihak Desa juga tidak pernah memberikan izin apapun atas aktifitas tambang di Hutan Lindung Merapin tersebut. Kades Mardianto juga mengungkapkan jika pihaknya telah melaporkan kepada pihak terkait, selain itu dirinya mempersilahkan mengkonfirmasi ke pihak terkait.

"Dakde yang permisi. Kami, Desa tidak pernah memberi izin segala aktifitas penambangan disana (HL Merapen, red) dan kami pun sudah melaporkan hal ini," tegas Kades Mardianto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan meminta agar para penambang jangan melakukan aktifitasnya di kawasan Hutan Lindung.

"Silakan cari kaya, tapi jangan merusak Hutan Lindung. Hutan Lindung lah yang melindungi manusia dari bencana alam. Para cukong harus memiliki hati nurani," tandasnya kepada awak media.

Pantauan tim terbaru pada hari ini, Kamis (20/6) siang, di lokasi HL Merapen masih terlihat aktifitas tambang ilegal menggunakan mesin Fuso dan TN. (tim/red)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Bupati Ibnu Dampingi UMKM Gurih DD Terima Penghargaan Anugrah Pramakarya
Bupati Ibnu Dampingi UMKM Gurih DD Terima Penghargaan Anugrah Pramakarya
Kamis, 28 November 2019 20:40 WIB
BUPATI Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh MM mendampingi UMKM Gurih DD Desa Kurau ke Istana Wakil Presiden, beralamat di Jalan
Komisi I DPRD Bateng Kunjungi Kampung KB Desa Belimbing
Komisi I DPRD Bateng Kunjungi Kampung KB Desa Belimbing
Rabu, 27 November 2019 14:00 WIB
LUBUKBESAR - Komisi I DPRD Bangka Tengah (Bateng) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kampung KB Desa Belimbing, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten
Kasubsi Keimigrasian Pangkalpinang; Kedua Yachtres Singgah Miliki Dokumen Lengkap
Kasubsi Keimigrasian Pangkalpinang; Kedua Yachtres Singgah Miliki Dokumen Lengkap
Selasa, 26 November 2019 13:00 WIB
KOBA - Terkait dua orang pelayar asing (Yachtres) yakni Erienne Pierre Jackue alias Ethan (33) asal Pancis dan Carl Johan
Dua Yachtres Terdampar di Perairan Pantai Koba
Dua Yachtres Terdampar di Perairan Pantai Koba
Selasa, 26 November 2019 12:12 WIB
KOBA - Dua orang pelayar warga negara Swedia yakni Charlie (37) dan Ethan (33) asal Prancis, sempat terdampar di perairan