Nelayan Keluhkan Aktivitas Tambang Laut di Bangka Tengah


Nelayan Keluhkan Aktivitas Tambang Laut di Bangka Tengah

PANGKALANBARU - Aktivitas tambang laut di perairan Desa Tanjunggunung dan sekitarnya dikeluhkan nelayan pesisir, karena berdampak pada hasil tangkapan dan rusaknya terumbu karang.

"Saya sebagai nelayan pesisir sangat tidak setuju dengan adanya aktivitas tambang di laut pantai Tanjunggunung dan sekitarnya ini, karena berimbas buruk bagi nelayan dan ekosistem laut. Sementara, selama ini saya menyekolahkan anak-anak saya hingga hingga tamat ya murni dari hasil ikan tangkapan saya sebagai nelayan," ungkap Senen (50) kakek dengan tujuh orang cucu saat menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Bangka Tengah dalam momentum peringatan Hari Nelayan Nasional ke 59 Kabupaten Bangka Tengah bertempat di kawasan wisata Pan Semujur, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Pangkalanbaru yang dihadiri sejumlah pejabat terkait dan para nelayan dari berbagai penjuru Bangka Tengah, Senin (8/4) pagi.

Selain itu, ia berharap agar melalui momentum Hari Nelayan Nasional ke59 ini diharapkan agar kehidupan perekonomian masyarakat nelayan pesisir semakin diperhatikan dan semakin sejahtera.

Sementara itu Bupati Bangka Tengah, Dr Ir H Ibnu Saleh MM menanggapi aspirasi nelayan pesisir terkait keluhan tentang aktivitas tambang di kawasan laut pantai Tanjunggunung dan sekitarnya tersebut, bahwa hal itu bukan kewenangan Pemkab Bangka Tengah melainkan ranahnya Pemprov Bangka Belitung termasuk PT Timah.

"Permasalahan tambang di laut pantai Tanjunggunung dan sekitarnya ini bukan kewenangan Pemkab Bangka Tengah, sejauh ini kami tidak ada memberikan rekomendasi atau ijin apapun karena kami tidak punya kewenangan dan itu masuk ranahnya Pemprov Babel dan masih dalam kawasan IUP PT Timah," ungkap Bupati Ibnu.

Hanya saja, ditegaskan orang nomor satu di Bumi Selawang Segantang Kabupaten Bangka Tengah itu, kendati Pemkab tidak punya kewenangan, namun bukan berarti tutup mata terhadap aktivitas tambang timah yang dikeluhkan nelayan pesisir tersebut, melainkan selama ini Pemkab Bangka Tengah telah mengirim Satpolpp untuk melakukan tupoksinya.

"Selain itu, karena kawasan Tanjunggunung ini adalah akan jadi daerah KEK Pariwisata, kalau ini sudah terwujud maka Insya Allah tambang-tambang itu hilang dengan sendirinya," tegasnya.

Kemudian, saat ini Pemkab Bangka Tengah juga sedang menyusun RAPBD Kabupaten 2020 diantaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat nelayan dan sejauh ini Pemkab Bangka Tengah juga telah mensupport nelayan dengan segala daya upaya secara bertahap. 

"Selain itu, saat ini Pemkab Bangka Tengah telah menjalin MoU asuransi nelayan dengan PT Jasindo PK Pangkalpinang agar nelayan kita sebagai 'Pahlawan Protein' lebih terjamin saat bekerja," pungkas Bupati Ibnu Saleh. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Jum'at, 20 Desember 2019 19:15 WIB
KOBA - Di penghujung tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali meraih penghargaan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Rabu, 18 Desember 2019 15:05 WIB
KOBA - Guna menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng, Taufik bersama beberapa
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Rabu, 18 Desember 2019 17:30 WIB
KOBA - Pihak Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Koba tahun 2017, melalui pengawas lapangan yakni Iwang mengaku pihaknya siap bertanggungjawab memperbaiki
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Rabu, 18 Desember 2019 17:00 WIB
SUNGAISELAN - Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hj Iriani Melita Ibnu Saleh, menghadiri acara lomba memasak nasi goreng