Tambang Timah Kolong Pungguk-Kenari Makin Ramai, Polsek Koba Tidak Berdaya


Tambang Timah Kolong Pungguk-Kenari Makin Ramai, Polsek Koba Tidak Berdaya

KOBA - Aktivitas tambang pasir timah ilegal berada di lokasi kolong Pungguk-Kenari semakin hari semakin menjadi, berulang kali upaya penertiban persuasif dilakukan, bahkan terakhir penertiban gabungan Polres Bangka Tengah-Polsek Koba, namun fakta lapangan tidaklah membuat para penambang jera.

Pantauan awak media di lokasi kolong Pungguk, tampak satu ponton nakal tengah santainya beroperasi di tengah kolong. "Walau pun baru hanya satu ponton beroperasi di kolong Pungguk-Kenari, itu bisa ngasil 4-5 kampil pasir timah kualitas bagus untuk persekali angkat pak," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hanya saja, saat ditanyakan milik siapa ponton itu namun yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui pastinya milik siapa. "Sepertinya ponton ini juga milik orang Koba pak, tapi persisnya siapa orangnya saya tidak tahu. Namun logikanya, nggak mungkin orang luar berani turun ke kolong Pungguk ini," katanya.

Sedangkan terkait aktivitas tambang di lokasi berbeda namun cukup jauh juga terpantau beberapa ponton juga dikatakan baru beroperasi, sebagian ponton lagi baru merakit untuk beroperasi.

"Ya kalau dibilang untuk kebutuhan perut nambang di kolong Pungguk maupun Kenari atau Marbuk itu bisa dikatakan keliru juga pak, karena orang nambang disini mau nyari kaya terutama kolektornya. Karena banyaknya timah yang dihasilkan hanya dengan modal ponton biasa, tanpa susah membayar pajak dan perizinannya," tandasnya.

Kalau untuk penertiban, diungkapkannya, sudah sering dilakukan oleh pihak Polsek Koba, bahkan belum lama ini penertiban gabungan Polres Bangka Tengah-Polsek Koba juga sudah dilakukan, namun fakta hasilnya, tetap sama saja yaitu masih membandel. 

"Mungkin harus pihak Polpp Provinsi Babel gabungan dengan Polda Provinsi Babel yang turun menertibkan dan sekaligus memproses secara hukum berlaku di Negara ini baru mereka jera," tegasnya.

Sementara Kapolsek Koba, AKP Andri Setiawan saat dikonfirmasi Radar Bangka, Jumat (15/2) siang, terkait aktivitas tambang timah ilegal di kawasan kolong Pungguk-Marbuk juga Kenari yang makin hari semakin menjadi maka Kapolsek Koba pun menegaskan jika dirinya tinggal menunggu instruksi pimpinan untuk bertindak.

"Sekarang ini kami tinggal menunggu perintah pimpinan, untuk turun bersama instansi terkait," tegas Kapolsek Koba.

Sementara Wakapolres Bangka Tengah Kompol Effendi Sugianto mengatakan akan melakukan menindaklanjuti laporan tersebut. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Jum'at, 20 Desember 2019 19:15 WIB
KOBA - Di penghujung tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali meraih penghargaan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Rabu, 18 Desember 2019 15:05 WIB
KOBA - Guna menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng, Taufik bersama beberapa
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Rabu, 18 Desember 2019 17:30 WIB
KOBA - Pihak Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Koba tahun 2017, melalui pengawas lapangan yakni Iwang mengaku pihaknya siap bertanggungjawab memperbaiki
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Rabu, 18 Desember 2019 17:00 WIB
SUNGAISELAN - Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hj Iriani Melita Ibnu Saleh, menghadiri acara lomba memasak nasi goreng