Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh


Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh

SIMPANGKATIS - Akibat aktivitas tambang timah di Desa Beruas Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah, warga terpaksa mandi di tempat pemandian umum yang layaknya disebut kolam susu akibat tercemar limbah tambang. 

Dituturkan seorang warga minta tidak disebutkan namanya, kepada harian ini di lokasi, Sabtu (15/12) sore mengatakan, jika mereka tidak ada pilihan lain selain terpaksa mandi di sungai Kerabak yang selama ini memang menjadi tempat pemandian umum warga Desa Beruas.

"Dahulu air di pemandian Kerabak ini sangat jernih dan segar, namun sekarang setelah ada tambang beraktivitas di hulunya ya seperti yang terlihat airnya keruh seperti kolam susu," ungkapnya.

Diungkapkannya, jika aktivitas tambang di hulu aliran sungai itu sudah berjalan lebih dari tiga bulan lalu. "Beberapa waktu lalu banyak sekali aktivitas tambang disana, sekarang sebagian sudah stop dan tinggal beberapa front mesin tambay saja yang masih beraktivitas, itupun bisa dilihat sangat mencemari pemandian umum warga ini, kami pun tak punya pilihan lain selain mandi disini," ungkapnya.

Diungkapkannya, jika permasalahan ini sudah disampaikan ke pihak Pemerintahan Desa, namun hingga saat ini aktivitas tambang di hulu sungai Kerabak ini masih tetap berjalan dan mencemari lingkungan serta fasilitas umum.

"Ya tergantung ketegasan Kades, bagaimana menyikapi. Sementara warga disini tidak banyak yang nyambung saluran PDAM, ya disebabkan dalam sehari paling airnya hidup dan mengalir ke rumah warga sekitar 30 menit saja, sehingga percuma," ungkapnya. 

Sementara Kades Beruas, Iswadi saat dikonfirmasi via selulernya terkait permasalahan ini tidak merespon. Demikian juga saat dikirim pesan lewat aplikasi WhatsApp. Padahal keluhan warga ini sudah disampaikan, bahkan sudah memviral di akun medsos Facebook sebelumnya.

Sedangkan Camat Simpangkatis, Roy Haris saat dikonfirmasi, Minggu (16/12) pagi mengatakan, upaya sosialisasi hingga penertiban oleh pihak Satpolpp telah sering dilakukan. "Terimakasih informasinya, segera kami rapatkan dengan Kades Beruas untuk solusinya," tegas Camat Roy. 

Ditambahkan Kepala Dinkes Kabupaten Bangka Tengah, dr H Bahrun Siregar Sutrisno mengomentari akan dampak air yang tercemar limbah tambang timah aktif yang buruk bagi kesehatan. 

"Air bekas tambang atau tercemar limbah tambang biasanya menyebabkan alergi dan berdampak gatal-gatal di kulit, karena kulit tidak tahan terhadap dampak radiasi. Selain itu, air yang tercemar limbah tambang itu juga tidak baik untuk dikonsumsi karena banyak mengandung mineral berat dan ph nya asam," pungkas dr H Bahrun. (and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Kolam Renang Aquatic Harus Bermanfaat Optimal
Kolam Renang Aquatic Harus Bermanfaat Optimal
Selasa, 15 Januari 2019 22:43 WIB
PANGKALANBARU - Pelaksanaan pembangunan venue kolam renang Aquatic untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2018, telah selesai dilaksanakan oleh tuan
Kadinkes Bateng Jamin  Rekrutmen PKK Tak Ada Titipan
Kadinkes Bateng Jamin Rekrutmen PKK Tak Ada Titipan
Selasa, 15 Januari 2019 12:42 WIB
KOBA - Untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk
Kabupaten Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Adipura
Kabupaten Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Adipura
Senin, 14 Januari 2019 13:59 WIB
KABUPATEN Bangka Tengah (Bateng) kembali menerima penghargaan Adipura untuk dua tahun berturut-turut. Pemkab Bateng merupakan salah satu dari 129 kabupaten/kota
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Selasa, 18 Desember 2018 10:31 WIB
POLEMIK aktivitas tambang pasir di Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan yang sempat ditertibkan dan dihentikan oleh tim dari UPTD KPHP Sungaisembulan,