Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan


Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan

SUNGAISELAN - Aktivitas tambang pasir yang diduga kuat ilegal di Desa Munggu berbatasan dengan Desa Lampur sejak dua pekan terakhir ini mulai menuai konflik warga di desa setempat.

" Lokasi tambang pasir di Muntel, Desa Munggu ini tak jelas pak, sudah jalan sejak dua pekan terakhir ini. Sepertinya lokasi yang dikerjakan ini masuk kawasan KP IUP PT Timah dan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Agrindo Persada Lestari (APL). Tapi untuk lebih jelas bisa ditanyakan kepada aparat desa, kecamatan atau pihak terkait langsung. Katanya sih, pasir ini diangkut menuju pelabuhan Pangkalbalam, selebihnya kami tak tahu kemana lagi," ungkap seorang warga di lokasi tambang pasir itu, Kamis (13/12) sore.

Sementara itu, Camat Sungaiselan, Reza mengatakan, jika pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan aparat desa terkait aktivitas tambang pasir kuarsa di Desa Munggu yang meresahkan warga karena diduga ilegal. 

"Pihak Desa Munggu, sebelumnya sudah menyurati agar aktivitas tambang pasir itu dihentikan. Kami pun bersama pihak terkait, akan meninjau ke lokasi secara langsung hari ini," tegas Camat Reza, Jumat (14/12) pagi.

Diungkapkan Reza, dari informasi beredar, jika kawasan yang ditambang tersebut adalah masuk kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan WP PT Timah. "Namun kami belum pasti juga, karena belum ada konfirmasi dari pihak PT Timah atau PT Agrindo Persada Lestari selaku pengelola HTI," katanya.

Hanya saja, Reza memastikan, untuk ijin aktivitas tersebut tidak pemberitahuan ataupun tembusan apapun ke pihak Kecamatan Sungaiselan. "Jadi, kita tegaskan harus distop terlebih dahulu sebelum menuai konflik di masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Wasprod PT Timah, Ahmad Tarmizi saat dikonfirmasi harian ini, Jumat (14/12) siang, terkait aktivitas tambang pasir di desa Munggu yang disebut-sebut sebagian masuk ke WP PT Timah itu mengatakan, pihaknya akan langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenarannya. Senada juga disampaikan Humas PT APL, Zulkifli yang juga akan menindaklanjutinya dengan membuat laporan ke pihak KPHP untuk ditindaklanjuti secara intensif terkait aktivitas tambang pasir yang masuk kawasan HTI itu.(and)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Kolam Renang Aquatic Harus Bermanfaat Optimal
Kolam Renang Aquatic Harus Bermanfaat Optimal
Selasa, 15 Januari 2019 22:43 WIB
PANGKALANBARU - Pelaksanaan pembangunan venue kolam renang Aquatic untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2018, telah selesai dilaksanakan oleh tuan
Kadinkes Bateng Jamin  Rekrutmen PKK Tak Ada Titipan
Kadinkes Bateng Jamin Rekrutmen PKK Tak Ada Titipan
Selasa, 15 Januari 2019 12:42 WIB
KOBA - Untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk
Kabupaten Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Adipura
Kabupaten Bangka Tengah Kembali Raih Penghargaan Adipura
Senin, 14 Januari 2019 13:59 WIB
KABUPATEN Bangka Tengah (Bateng) kembali menerima penghargaan Adipura untuk dua tahun berturut-turut. Pemkab Bateng merupakan salah satu dari 129 kabupaten/kota
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Selasa, 18 Desember 2018 10:31 WIB
POLEMIK aktivitas tambang pasir di Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan yang sempat ditertibkan dan dihentikan oleh tim dari UPTD KPHP Sungaisembulan,