Gudang Menchun Trubus Tampung Timah Ilegal


Gudang Menchun Trubus Tampung Timah Ilegal

LUBUK - Gudang Menchun yang berada di wilayah Trubus Kecamatan Lubuk Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tempat penampungan pasir timah ilegal.

Dari informasi yang didapat disebutkan dalam satu hari gudang Menchun ini menampung pasir timah hingga puluhan ton sehari yang diduga berasal dari penambangan ilegal di beberapa kawasan hutan di Bangka Tengah.

Seperti halnya, dari kawasan hutan di Bemban dan Aik Nona. Menchun sendiri adalah pemilik gudang yang disinyalir merupakan bos besar timah asal Koba Kabupaten Bangka Tengah yang tak pernah tersentuh aparat kepolisian.

Dari hasil penelusuran sejumlah wartawan ke gudang milik Menchun pada Sabtu (28/7/2018), aktifitas disana terlihat ramai. Beberapa pekerjanya terlihat sibuk dengan pasir timah yang ada di dalam gudang Menchun. Setelah sejumlah awak media hendak melakukan konfirmasi langsung ke Menchun. Tiba tiba seseorang laki laki datang menghampiri. Lalu kemudian mengeluarkan kata-kata kasar dengan menuding awak media tidak beretika lantaran sudah masuk ke gudang mereka tanpa izin.

“Kalian ini siapa. Kenapa tiba tiba masuk ke gudang. Kenapa tidak minta izin dulu. Saya anaknya Minchun. Menchun tidak ada. Pergi dari sini,” ucap pria yang mengaku anak Menchun dengan nada tinggi seraya melakukan perekaman video terhadap para wartawan yang datang ke gudang Menchun.

Meskipun penertiban demi penertiban dilakukan oleh pihak aparat, aktifitas penambangan ilegal di kawasan hutan tetap saja makin menggila. Para penambang ilegal ini sepertinya sudah tidak menghiraukan status lokasi yang ditambangnya. Baik hutan produksi maupun hutan lindung tidak ada bedanya di mata mereka, yang penting lokasi yang ditambang itu timahnya masih banyak, maka mereka akan menggarapnya.

Keberanian para penambang ilegal ini tentunya bukan asal berani. Mereka yakin Aktor Intelektual atau Cukongnya memiliki kesaktian sehingga mereka pun tak perlu merasa takut atau kuatir dalam melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan.
Buktinya, berdasarkan pantauan awak media, Sabtu (28/7/2018) terlihat sejauh mata memandang kawasan Bemban luluh lantah digarap oleh penambang ilegal. Dari pinggir jalan terlihat jelas puluhan unit PC dengan gagahnya meluluh-lantakkan daratan kawasan Bemban menjadi berlobang lobang hingga membentuk kolong kolong camoy. Demikian juga bunyi mesin TI yang berasal dari aktifitas tambang ilegal sangat jelas terdengar dari jalan.

Entah apa sebabnya aktifitas tambang ilegal di kawasan Bemban ini yang merupakan kawasan hutan produksi tidak dilakukan penertiban oleh aparat. Mungkin kah karena Aktor Intelektual /Cukongnya memang benar benar sakti? Sehingga aktifitas penambangan ilegal di kawasan itu bisa lebih berleluasa. Dari info yang didapat di lapangan menyebutkan jika hasil tambang ilegal di kawasan hutan tersebut lebih banyak dijual ke gudang Menchun.

Sayangnya terkait info tersebut, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepulauan Babel, Kombes Mukti Juarsa melalui Kasubdit IV Tipiter, AKBP I Wayan Riko  justru belum memberikan tanggapannya terhadap konfirmasi  Radar Bangka melalui WhatsApp messenger terkait keberadaan gudang Menchun yang diduga tak memiliki izin yang sah dan diduga menampung timah dari penambang ilegal di sejumlah kawasan hutan di Bangka Tengah.

Sementara itu jauh sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suranto Wibowo pernah menegaskan jika kolektor timah di Babel ini tidak ada yang memiliki izin.

”Saya tegaskan izin kolektor itu tidak ada dari sejak dulu sampai sekarang. Cuma PT Timah yang memiliki IUP dan yang lainnya tidak ada, apalagi kolektor timah,” ujar Suranto beberapa waktu lalu.

Dibeberkan Suranto, PT Timah selaku perusahaan milik negara yang dipercaya untuk mengelola hasil kekayaan tambang di Bangka Belitung.

”Yang ada izin itu adalah izin nambang, izin angkut dan izin jual. Mana ada izin nampung seperti kolektor. Kalau itu ada, ya jelas itu kegiatan ilegal dan harus ditindak secara tegas jangan sampai dibiarkan. Kalau kami dinas tidak satu pun pernah memberikan izin, wong tidak ada dasarnya memberi izin,” beber mantan Kadistamben Beltim ini beberapa waktu yang lalu. (don)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu,  Apakah Cuma Distop atau Diproses Hukum?
Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu, Apakah Cuma Distop atau Diproses Hukum?
Minggu, 16 Desember 2018 23:02 WIB
SUNGAISELAN - Aktivitas tambang pasir yang diduga kuat ilegal di Desa Munggu berbatasan dengan Desa Lampur sejak dua pekan terakhir
Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh
Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh
Minggu, 16 Desember 2018 22:18 WIB
SIMPANGKATIS - Akibat aktivitas tambang timah di Desa Beruas Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah, warga terpaksa mandi di tempat pemandian
Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan
Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan
Jum'at, 14 Desember 2018 14:09 WIB
SUNGAISELAN - Aktivitas tambang pasir yang diduga kuat ilegal di Desa Munggu berbatasan dengan Desa Lampur sejak dua pekan terakhir
Mobil Meledak di Area SPBU Simpang Perlang, Pengemudi Mobil Kritis
Mobil Meledak di Area SPBU Simpang Perlang, Pengemudi Mobil Kritis
Kamis, 13 Desember 2018 00:30 WIB
LUBUKBESAR - Deni (19) pengemudi mobil Toyota Agya, warna Silver BN 1973 PB, sekarat setelah mobil dikendarainya meledak di area