Proyek Pasar Koba Dibidik Kejati Babel


Proyek Pasar Koba Dibidik Kejati Babel

PANGKALPINANG- Dugaaan korupsi proyek pembangunan Pasar Modern Koba Kabupaten Bangka Tengah tahun 2013 kini menjadi target Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan tak tanggung-tanggung, Aditya Warman SH meminta agar menyampaikan data-data proyek tersebut langsung kepada dirinya.

" Mana, sini datanya, saya tidak main-main dan ini jamannya kepemimpinan saya," tegas Aditya Warman saat menanggapi pertanyaan wartawan, lantaran tidak adanya produk tipikor oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Senin (23/7).

Bahkan proyek pembangunan Pasar Modern yang dibangun di wilayah Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah hingga menelan anggaran pagu senilai Rp 16,7 M bersumber dari APBD tahun anggaran (TA) 2013, dan sebelumnya sempat dilidik oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah namun dalam pengusutan kasus oleh pihak kejaksaan setempat proyek itu justru dianggap tak ditemukan penyimpangan.

Meski begitu Aditya menegaskan jika pihaknya (Kejati Babel) saat ini siap 'mengambil alih' atau bakal membidik kembali kasus proyek Pasar Modern di Koba yang diduga ada penyimpangan keuangan negara.

Sementara itu, Gerakan Berantas Korupsi atau biasa disebut Gebrak Babel melalui Sekretaris  Heryanto meminta Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek Pasar Modern Koba Bangka Tengah. Hal itu dikatakan Heryanto saat diwawancarai di sebuah kafe di Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

“Kita sudah sering membaca berita di media baik lokal maupun nasional yang mengangkat kasus pembangunan Pasar Modern Koba Bangka Tengah yang dibangun melalui APBD Bateng senilai 16,7 miliar pada tahun 2013 lalu, tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” ujar Heryanto.

Disebutkan Heryanto, beberapa media sudah menyoroti item pekerjaan seperti eskalator yang tidak berfungsi dan kontruksi bangunan pasar yang rusak.

Selain itu, masih kata Heryanto, berdasarkan pantauan LSM Gebrak Babel belum lama ini didapati eskalator yang dibangun tahun 2013 itu tidak pernah difungsikan dan berdasarkan pengakuan dari para Pedagang pasar Modern Koba. Bahkan LSM Gebrak Babel terus memantau eskalator itu tidak pernah digunakan dan itu dikuatkan dengan pengakuan dari Pedagang setempat. 

“Untuk itulah kami meminta Kejati melakukan penyelidikan, apakah memang ada unsur yang merugikan negara dan kalau ada kami meminta untuk diproses secara hukum, siapa yang bermain dan siapa yang kebagian fee nya. Kami dari Gebrak Babel tidak mau demo, permintaan kami cukup diajukan lewat media saja,” pinta Heryanto. (don)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Jadi Sekolah Percontohan, SMKN 2 Koba Terapkan Protokol Kesehatan
Jadi Sekolah Percontohan, SMKN 2 Koba Terapkan Protokol Kesehatan
Selasa, 02 Juni 2020 19:13 WIB
KOBA - SMK Negeri 2 Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (02/06/2020) mulai melaksanakan kegiatan
Datangi SMK Negeri 2, KNPI Bateng Bagi Masker ke Pelajar
Datangi SMK Negeri 2, KNPI Bateng Bagi Masker ke Pelajar
Selasa, 02 Juni 2020 18:36 WIB
KOBA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Selasa (02/06/2020) pagi mendatangi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri
Bunda Melati Pastikan Masyarakatnya Hidup Layak
Bunda Melati Pastikan Masyarakatnya Hidup Layak
Selasa, 02 Juni 2020 15:40 WIB
PANGKALAN BARU - Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi menyerahkan bantuan sembako
Ketua RT 16 Desa Nibung Akui Uang 350 ribu Diberikan Atas Inisiatif Warga Penerima BLT
Ketua RT 16 Desa Nibung Akui Uang 350 ribu Diberikan Atas Inisiatif Warga Penerima BLT
Minggu, 31 Mei 2020 15:58 WIB
KOBA -- Ketua RT 16 Desa Nibung Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah Suharli akhirnya memberikan klarifikasi terkait berita yang beredar