Sempitnya Tempat Parkir Kantor Kecamatan Pangkalanbaru


Sempitnya Tempat Parkir Kantor Kecamatan Pangkalanbaru

Warga Usulkan Kantor Dipindahkan ke VIP Bandara Lama

PANGKALANBARU - Akibat halaman kantor yang sempit dan terbatas, masyarakat keluhkan lahan parkir kendaraan saat hendak berurusan ke kantor Kecamatan Pangkalanbaru. 

Seperti diungkapkan Dian (37) yang tengah mengurus administrasi perizinan IMB di kantor Kecamatan Pangkalanbaru, Kamis (19/4) pagi, diakuinya jika sisten pelayanan di Kecamatan Pangkalanbaru ini sangatlah baik dan tanggap. "Ya kalau sistem pelayanan di sini, sangat baik, responsif dan petugasnya pun rumah-rumah," kata Dian kepada harian ini. 

Hanya saja, diungkapkan Dian yang menjadi permasalahan adalah tempat parkir kendaraan yang sangat sempit. "Ya banyak kendaraan roda empat yang parkir di badan jalan depan kantor Camat Pangkalanbaru, termasuk saya juga. Kendati Pemerintah mengeluarkan larangan parkir sembarangan, namun mau bagaimana lagi karena tidak ada lahan parkir memadai sementara masyarakat banyak yang berurusan disini," katanya. 

Dian, sebagai warga Pangkalanbaru pun sempat memberikan saran dan usulan, alangkah baiknya dan tak ada salahnya bilamana bangunan VIP Bandara Lama yang selama ini terbengkalai dijadikan kantor Camat Pangkalanbaru. "Ya dari pada mubazir jadi 'sarang hantu', mending dimanfaatkan jadi kantor Camat Pangkalanbaru, lokasinya juga sangat strategis dan memiliki tempat parkir memadai," usulnya.  

Sementara saat ditanya, jika kantor Camat Pangkalanbaru ini dipindahkan ke tempat lebih layak, lantas bagaimana dengan bangunan yang ada. Maka dengan entengnya, Dian menjawab, jika Kantor Camat Pangkalanbaru yang sekarang ini sangat strategis dijadikan hotel yang dikelola daerah. 

"Bayangkan, berapa besar PAD yang akan mengalir ke kas Pemda Bateng. Jika para tamu diarahkan menginap kesini dengan budget terjangkau, didukung fasilitas memadai, pasti ini akan sangat menguntungkan dari sisi ekonomi. Ya bisa dibuktikan, ada hotel biasa yang tak begitu ramai di Pangkalpinang saja bisa menembus omset diatas Rp.1miliar. Sementara Pangkalanbaru ini, sebagai 'Kota' penunjang sangatlah disayangkan kalau peluang ini dilewatkan," ungkap Dian.

Sementara Camat Pangkalanbaru, Risaldi Adhari saat dikonfirmasi Radar Bangka, membenarkan terkait masalah tempat parkir bagi masyarakat yang hendak berurusan di kantor Camat tersebut. "Ya, kami tidak memungkiri terkait keluhan masyarakat masalah sempitnya lahan parkir disini, terutama saat jam-jam sibuk pagi hari ditambah ketika saat ada kegiatan di kantor ini," tegasnya. 

Risaldi pun tersenyum saat harian ini menyampaikan usulan masyarakat (Dian, red) sebelumnya. "Ya usulan atau aspirasi masyarakat itu sangat bagus, hanya saja tergantung pimpinan, Kepala Daerah baik Pak Bupati Bangka Tengah  hingga Pak Gubernur Bangka Belitung," tandas Camat Risaldi. (and) 





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Pengusaha AN Disebut-sebut Sebagai Bos Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu
Selasa, 18 Desember 2018 10:31 WIB
POLEMIK aktivitas tambang pasir di Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan yang sempat ditertibkan dan dihentikan oleh tim dari UPTD KPHP Sungaisembulan,
Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu,  Apakah Cuma Distop atau Diproses Hukum?
Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Desa Munggu, Apakah Cuma Distop atau Diproses Hukum?
Minggu, 16 Desember 2018 23:02 WIB
SUNGAISELAN - Aktivitas tambang pasir yang diduga kuat ilegal di Desa Munggu berbatasan dengan Desa Lampur sejak dua pekan terakhir
Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh
Tercemar Akibat Tambang Ilegal, Warga Beruas Terpaksa Mandi di Air Keruh
Minggu, 16 Desember 2018 22:18 WIB
SIMPANGKATIS - Akibat aktivitas tambang timah di Desa Beruas Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah, warga terpaksa mandi di tempat pemandian
Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan
Diduga Ilegal dan Menimbulkan Konflik, Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Desa Munggu di Hentikan
Jum'at, 14 Desember 2018 14:09 WIB
SUNGAISELAN - Aktivitas tambang pasir yang diduga kuat ilegal di Desa Munggu berbatasan dengan Desa Lampur sejak dua pekan terakhir