Pedagang Bakal Bertemu Pimpinan Daerah


KOBA - Hingga saat ini, gedung relokasi pasar moderen Koba di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) belum kunjung ditempati oleh para padagang ikan, sayur dan basah setelah tiga bulan lamanya diselesaikan pengerjaan oleh kontraktor kegiatan PT Mawar Sari Mandiri.

Kegiatan APBN-TP Kabupaten Bateng tahun anggaran 2017 tentang revitalisasi Pasar Koba tugas pembantuan Kementerian Perdagangan RI dengan nomor kontrak 644/066/SPK/APBN-TP/2017 yang dikerjakan oleh PT Mawar Sari Mandiri dengan waktu pelaksanaan dari 31 Juli 2017-19 Desember 2017 menghabiskan anggaran sebesar Rp 5.756.261.000,-.

Taufik, Ketua Asosiasi Ikatan Pedagang Pasar Koba saat dikonfirmasi harian ini di pasar Kamis (15/3) siang, mengatakan, permasalahan dasar yang menyebabkan pihaknya enggan berpindah ke gedung relokasi tersebut yaitu lorong bangunan yang sempit, lapak dan kios kecil serta tidak adanya akses jalan parkir tempat bongkar muat barang.

"Kami sudah mengusulkan permintaan kami agar dapat menempati gedung itu, dari Disperindagkop menyambut baik usulan kami dengan permintaan bangun pasar basah di gedung relokasi dengan memperluas bangunan di anggaran APBD-P. Dengan demikian kalau terealisasi ada bangunan lagi pasar terbuka untuk daging ayam dan ikan. Nah lokasi di dalam, tetap digunakan untuk pedagang sembako, bumbu dan sayur. Kalau menyatu di situ sempit, banyak memakai lapak untuk pedagang daging ikan dan sayur," ujar Taufik.

Taufik menerangkan, para pedagang bumbu yang menempati lokasi di gedung relokasi itu tentunya banyak mengunakan lapak, maka dari itu pihaknya mengambil inisiatif agar para pedagang bumbu dapat menempati kios yang ada dan menggunakan meja lapak yang tepat berada di depan kios mereka masing-masing.

Saat ini, para pedagang ikan dan daging mengusulkan pedagang sembako terlebih dahulu menempati lokasi gedung relokasi. Pasalnya, pihaknya tetap akan menolak kalau pemerintah melalui pihak terkait belum merealisasikan penambahan bangunan dengan desain pasar terbuka untuk pedagang ikan dan daging.

"Kami tetap berterima kasih dengan pemerintah dengan pembangunan pasar tersebut, namun kalau memang rencana Disperindagkop tidak ada actionnya, tetap tindak lanjutnya kami akan ketemu pimpinan daerah secara langsung baik itu Bupati atau DPRD. Karena, hal ini menyangkut nasib, kesejahteraan pedagang untuk melanjutkan hidup," katanya. 

Sementara Kepala UPT pasar moderen Koba, Royter ketika dikonfirmasi membenarkan saat ini para pedagan ikan, sayur dan basah belum kunjung menempati gedung relokasi. "Pekan kemarin, kami telah menggelar petemuan perwakilan pedagang pasar Koba untuk membahas persoalan itu bagaimana baiknya agar segera ditempati agar tak mubazir," tandas Royter. (dev)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Setir Mobil Jenazah, Gubernur Erzaldi Antar Almarhum Mang Jay ke Peristirahan Terakhir
Sabtu, 29 Mei 2021 14:23 WIB
BELILIK - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Jumat (28/5/21), mengemudikan mobil jenazah yang membawa almarhum Jailani bin Zakaria (Mang
  Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Algafry : Peran Stakholder Jadikan Bateng Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Rabu, 17 Maret 2021 21:36 WIB
KOBA- Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman hadiri acara Kegiatan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Algafry Rahman Minta Rukun Tetangga Jalin Silaturahmi Dengan Baik di Masyarakat
Rabu, 17 Maret 2021 21:33 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menghadiri kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus honorarium bagi Rukun Tetangga (RT),
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Bupati Bateng dan Danlanal Babel Tandatangani NHPD
Rabu, 17 Maret 2021 21:30 WIB
KOBA - Dalam upaya mendukung sarana dan prasaran Angkatan Laut Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman menandatangani Naskah Perjanjian Hibah